NU di 


Penasehat Departeman Dalam Negeri Inggris, Maqsood Ahmed, 6-9 Februari lalu 
melakukan serangkaian kunjungan ke Sejumlah Pondok Pesantren yang berada dalam 
naungan NU. Diantara Pondok Pesantren yang dikunjunginya adalah As-Shidiqiyah 
Jakarta, Al-Masturiyah Sukabumi Jawa Barat, Bahrul Ulum Tambak Beras dan Darul 
Ulum Peterongan Jombang Jatim. Tidak hanya itu, Maqsood Ahmed juga berkunjung 
ke Rumah Sakit (RS) Siti Hajar Sidoarjo.  
 
Maqsood Ahmed juga telah melakukan dialog dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 
(PBNU) di Jakarta dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim untuk 
memperdalam pengetahuannya soal NU yang selama ini hanya didengarnya dari 
Inggris. 
 
Setelah melakukan rangkaian kegiatan dan kunjungan tersebut, kesan apa yang ada 
dibenaknya soal NU dan sejumlah tempat yang dikunjunginya? Untuk menjawab 
pertanyaan itu, Ahmad Millah Hasan berhasil mewancarainya di gedung PBNU, Jl. 
Kramat Raya Jakarta Pusat, Jum,at (10/2) kemarin. Berikut petikan wawancaranya.
 
Anda sejak beberapa hari lalu berada di PBNU, mengunjungi PWNU Jatim dan 
mengunjungi sejumlah Pondok Pesantren di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. 
Setelah melakukan kunjungan demi kunujungan, anda mempunyai kesan apa soal NU ?
 
Saya sangat terkesan dengan kerja keras NU. Saya melihat NU adalah organisasi 
yang modern, tapi dengan kemoderan itu, NU tetap memegang teguh ajaran Islam. 
Yang terpenting bagi saya, NU meski telah menjadi organisasi modern, tapi tetap 
tidak kehilangan pesan yang sebenarnya terhadap kecintaan terhadap Rosulullah.
 
Ada lagi hal lain yang menarik bagi anda di NU? 
 
Ya. Setelah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren As-Shidiqiyah (Jakarta), 
Al-Masturiyah (Sukabumi), Darul Ulum dan sejumlah pesantren lainya di Jombang, 
serta kunjungan ke Surabaya, saya melihat NU mempunyai hubungan yang erat 
dengan massa di grass root. Jadi, saya terkesan dengan hubungan dengan grass 
root  itu.
 
Setelah berkunjung ke enam pesantren di Jawa Timur dan Rumah Sakit Siti Hajar 
(Sidoarjo), saya sangat simpatik dengan apa yang dilakukan NU, seperti yang 
telah dilakukan oleh Muslimat NU. Mereka mengumpulkan rupiah demi rupiah dari 
orang-orang. Saya melihat itu seperti cahaya. Itu adalah bukti ril dari kerja 
kongkrit NU.
 
Khusus soal kunjungan ke Pondok Pesantren, apa kesan anda soal pendidikan yang 
dikembangkan Pondok Pesantren yang berada dalam naungan NU?   
 
Saya telah mengunjungi Pondok Pesantren Darul Ulum (Peterongan Jombang). Di 
sana ada dua ribu santri putra dan santri putri. Menariknya, mereka benar-benar 
mamahami keilmuan Islam Ilmu umum. Bahkan, mereka sangat memahami bahasa 
Inggris, sehingga ketika saya berbicara, mereka tidak memmbutuhkan penerjemah. 
 
Di Jombang saya mengunjungi banyak Pondok Pesantren (selain Darul Ulum 
Peterongan dan Bahrul Ulum Tambak Beras). Diantara Pondok Pesantren tersebut 
muncul kesan ada yang kualitas pendidikanya tidak bagus atau mudur. Tapi, untuk 
Pondok Pesantren seperti Darul Ulum, saya melihat sangat bagus. Modern, tapi 
tetap memegang ajaran Islam dengan baik. Saya menemukan banyak pelajar yang 
bagus. Bahkan, banyak gurunya yang saya lihat sudah sekelas doktor.
 
Apakah anda kerasan berada di Indonesia, terutama berada dalam komunitas NU?
 
Saya datang dari Inggris ke Indonesia. Di Indonesia saya berkunjung ke 
mana-mana. Saya sangat senang sekali. Saya merasa kerasan. Indonesia ini 
seperti rumah saya sendiri. Jadi, kedatangan saya di Indonesia ini, seperti 
kedatangan saya dari rumah saya ke rumah saya yang lain.
 
Bagaimana pendapat anda soal faham ahlussunnah wal jama,ah di Indonesia?
 
Di Jakarta, saya datang ke sebuah masjid di sekitar hotel tempat saya menginap. 
Di situ saya sholat Ashar kemudian membaca Al-fatihah serta berdzikir bersama 
para jamaah lain. Setelah itu, saya sholat Maghrib. Di situ saya mengikuti 
ceramah dan kemudian berdzikir dan membaca Al-fatihah kembali. Saya melihat 
mereka sangat cinta kepada Rosulullah. Itu adalah ahlussunnah wal jamaah. Saya 
berdoa, semoga Allah menjaga orang Indonesia agar tetap mencintai Rosulullah 
dan semoga para pemudanya tetap menjaga ahlussunnah wal jamaah. 
 
Anda berada di Inggis, sejak kapan anda tahu dan kenal NU?
 
Saya mulai kenal NU sejak tiga tahun lalu. Beberapa waktu lalu, British Council 
Inggris membawa orang-orang NU ke Inggris. Mereka datang ke kantor saya 
kemudian saya berdialog dengan mereka. Dari kadatangan kader-kader NU itu saya 
kenal NU. Setelah saya datang ke sejumlah Pondok Pesantren, ke Bandung dan 
Surabaya, saya semakin kenal soal NU. Jadi, saya benar-banar tahu tentang NU 
secara keseluruhan dari kunjungan ini.(amh) 



[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke