Mawar Merah Café Bandar:

SUNGAI SEINE DAN KISAH-KISAH LAINNYA


4

FÊTE DE LA MUSIQUE


Malam ini, 21 Juni 2006. Seluruh Perancis menyanyi. Saban pojok jalan tanpa 
kecuali, dengan atau tanpa panggung, demikian juga beranda-beranda café musim 
bunga yang makin mendekat musim panas, dijadikan tempat pertunjukan. Grup-grup 
musik dari berbargai kartir [quarter, quartier] tampil dengan penuh semangat.  
Orang-orang menari dengan gaya sesuka hati menyertai irama lagu yang 
didendangkan. Untuk melayani para penumpang dinas kereta api bawah tanah 
[metro] menyediakan pelayanan khusus. Demikianlah saban 21 Juni selama dua 25 
tahun sampai sekarang pesta musik bertingkat nasional dan merakyat ini 
diselenggarakan serta dinikmati oleh seluruh penduduk. Boleh dikatakan seluruh 
penduduk negeri , tua dan muda  bahkan kanak-kanak , pada malam ini menari dan 
menyanyi.  Kegiatan ini disebut "Fête de la musique". Fête de la musique dalam 
perkembangannya menjadi pesta rakyat sebagaimana halnya dengan Fête de 
l'Humanité yang juga saban tahun diselenggarakan di Corneuve, pinggiran Paris 
dan sudah berlangsung seratus tahun lebih.  

Fête de la musique diprakarsai oleh Jack Lang ketika menjadi kebudayaan 
pemerintah François Mitterrand dari Partai Sosialis [PS] yang naik panggung 
kekuasaan pada Mei 1981 melalui kemenagan mutlak di pemilu. Jack Lang merupakan 
salah satu menteri Mitterrand  yang paling populer dan oleh popularitasnya 
sampai sekarang, pada pemilu presiden tahun 2007 nanti, ia ikut mencalonkan 
diri sebagai presiden di samping tokoh perempuan terkemuka sekarang Segolene 
Royale dari PS  dan Nicolas Sarkozy dari partai UMP yang sekarang memerintah.

Hampir semua penyanyi Perancis dari berbagai kaliber turut mengisi acara yang 
berlangsung sampai larut malam.  Penyanyi-penyanyi seperti Bénabar, Chico, 
Florent Pagny, Cali, Patrick Bruel, Tina Arena, Raphaël, Diam's, M. Pokora, Bob 
Sinclair, Placebo,  Laurent Voulzy, dan lain-lain turut memeriahkan Fête ini.  
Bahkan Celine Dion dari Las Vegas secara khusus menyampaikan ucapan selamat 
berpesta dan menyumbangkan lagunya.  Termasuk penyanyi asal Indonesia, Anggun, 
yang namanya sangat populer di Perancis.

Yang menarik dan bagiku mengharukan  adalah saat Anggun tampil menyanyikan lagu 
"Just Avant Toi" dalam bahasa Perancis. Master of Ceremony, seorang  berkulit 
hitam, menyambut Anggun dengan kata-kata: "Selamat Datang", "Selamat Datang 
Anggun" dan ucapan ini disambut dengan gemuruh tepuk tangan oleh publik yang 
ribuan jumlahnya mengisi lapangan terbuka. Di sini Anggun mendutai Indonesia 
dan selalu bicara tentang negeri asalnya: Indonesia. Anggun menampilkan 
Indonesia yang lain dari Indonesia yang dicemari Orba. Anggun pulalah yang 
selalu merekomendasi orang untuk datang ke Koperasi Restoran Indonesia, 12 rue 
Vaugirard, 75006 Paris.  Di Fête de la Musique ke-25 ini, Anggun tampil dengan 
gaun panjang di bawah  pusat. Dadanya hanya dibalut oleh selembar kain, sesuai 
dengan mode musim panas sekarang di Paris. Rambut hitamnya sepunggung dibiarkan 
tergerai.

Beberapa perempuan muda dari Kaledonia Baru asal Jawa atau campuran 
Perancis-Indonesia yang datang ke Koperasi Restoran Indonesia, tanpa enggan 
mengharapkan pujian dari kami yang melayani mereka bahwa mereka cantik seperti 
Anggun.  Untuk mengganggu mereka, aku tidak segera menjawab dengan "ya". "Apa 
kau kira Anggun itu perempuan Indonesia tercantik?" tanyaku. 

"Lalu kau anggap Anggun tidak cantik?"  tanya mereka keheranan. 

"Bolehlah" ujarku tanpa semangat.

Lagu perempuan-perempuan muda itu mencelaku langsung:

"Kau sungguh orang sulit!  Sulit benar!". 

Mendengar jawaban begini, aku tertawa dan derai gelak kami pun mengisi ruang 
membuat para tamu lainnya turut tersenyum. 

Dari sikap orang-orang ini kurasakan terselip adanya kecintaan dan kebanggaan 
serta tidak malu merasa turunan Indonesia. Ada kerinduan dan usaha menelusuri 
asal dirinya walau pun bahkan ada di antara mereka yang tak lagi bisa berbahasa 
Indonesia. Kepada mereka sering kuberikan penerbitan resmi dari KBRI Paris. 

Dalam hal ini, aku melihat Anggun telah dan terus  mengungkapkan cinta 
negerinya dengan cara sendiri sebagaimana orang-orang lain yang berada di 
rantau. Cinta negeri ini, sebagaimana yang dicerminkan oleh orang-orang dari 
Lembaga Persahabatan Franco-Indonesia "Pasar Malam" Paris,  kukira, merupakan 
suatu potensi menguntungkan bagi Indonesia tapi  belum dikerahkan selayaknya 
demi kepentingan  negeri.

Dalam Fête de la Musique ini, segala macam musik digelarkan. Mulai yang pop, 
lokal, Amerika Latin,  Karibia, Afrika sampai kepada musik-musik klasik. Bahkan 
ke  opera Carmen. 

Mengapa Jack Lang sebagai menteri kebudayaan memprakarsai Fête de la Musique?

Berdasarkan pemahaman dan pengamatanku dengan menggunakan data-data koran 
Perancis,  kalau benar dan datanya bisa dipercaya,  dengan memprakarsai Fête de 
la Musique ini pada 25 tahun lalu,   ingin mendorong perkembangan musik di 
Perancis.  Agar musikus dan penyanyi Perancis tidak hanya konsumtif dan menjadi 
epigon Amerika Serikat.  Supaya mereka mempunyai jati diri mereka sendiri 
dengan menyerap segala masukan dari luar dari mana pun juga termasuk dari 
Amerika Serikat atas dasar konsep bahwa pada dasarnya kebudayaan adalah 
bersifat métisse [campuran]. Pendapat begini juga oleh pimpinan Gereja Ortodok 
Moskow,  Métropolite Kirill de Smolenks dalam wawancaranya dengan Harian 
Katolik Perancis " La Croix [19 Juni 2006]: "Tak ada model bagi peradaban yang 
berhak menyatakan diri universal". Tindakan Jack Lang ini sebenarnya sejalan 
dengan sikap Presiden Charles de Gaulle yang menolak Perancis sebagai pangkalan 
NATO. Charles de Gaulle dan menteri kebudayaannya André Malraux, yang 
sastrawan, tidak anti Amerika tapi tidak mau Perancis diamerikanisasikan. 
Perancis adalah Perancis.  Perancis tidak boleh menjadi epigon, tapi menjadi 
dirinya sendiri. Jack Lang pada zamannya, melihat ofensif kebudayaan Amerika 
terhadap Perancis, baik di dunia perfileman atau pun musik.  Dengan 
memprakarsai Fête de la Musique ingin menghadapi ofensif kebudayaan Amerika 
Serikat ini dengan cara mendorong kreativitas para musisi dan penyanyi.  Sikap 
begini jugalaha yang disuarakanj oleh penyanyi rakyat Mali SAlif Keita dalam 
kata-kata :"l'Honneur Perdue de l'Afrique" [Kehormatan Afrika Yang Hilang]. 
Agresi kebudayaan tidak bisa efektif dijawab dengan politik, tapi patut dijawab 
dengan kreasi dan kreativitas. Politik kebudayaan adalah penyangga dan penjaga 
tapi pengembangan kongkret terletak pada para sastrawan dan seniman itu 
sendiri. Membaca keadaan ini aku melihat bahwa di Eropa dan dunia ini memang 
ada sejenis perang kebudayaan. Hasrat pihak yang kuat untuk menyeragamkan 
budaya sesuai dengan kepentingan politiknya. Yang menjadi pertanyaan padaku: Di 
hadapan keadaan begini apakah sastrawan-seniman sebagai warga republik 
berdaulatan sastra-seni, mestikah bersikap tak acuh dan asyik dengan diri 
sendiri, entah atas nama apa pun? Patutkah sastrawan-seniman menyempiutkan 
dunianya sebatas berindah-indah  steril atas nama apa pun? Pertanyaan dijawab 
tandas oleh para sastrawan-seniman Perancis antara lain dengan perlawanan para 
pekerja drama dan filem yang berbulan-bulan melakukan pemogokan, pemboikotan 
dan demo yang sempat menggocangkan penyelenggara Festival Filem Canne dan 
Festival Internasional Drama di Avignon serta melumpuhkan serangkaian program 
kebudayaan tradisional. 
  
Ternyata kebijakan Jack Lang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan 
Fête de Musique kemudian berkembang ke manca negara , bukan hanya  di Eropa 
Barat tapi juga sampai ke negeri-negeri Afrika, dengan mana Perancis memang 
mempunyai hubungan sejarah yang erat. 

Dari Paris memandang tanahair, dengan acuan ini maka  yang mengusik diriku 
masih saja pertanyaan usang: Bagaimana dengan  tanah airku dan para 
sastrawan-senimannya serta pemengang kekuasaannya?! Benarkah pertanyaanku ini?

Paris, Juni 2006.
----------------------
JJ. Kusni 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke