Saya membaca tulisan HAJ juga gak ada yang baru,
sering diulang-ulang. Dari membaca topiknya aja sudah
terbaca isinya...pasti mempunyai tendensi yang serupa
dengan tulisan dia yang lain.

Ya, saya setuju dengan tetap penggunaan istilah bahasa
kita, tanpa mengganti dengan bahasa Arab. bahasa
adalah budaya kita...Dan, ini adalah yang membedakan
Islam di Indonesia dengan Islam di Arab. Kalau diganti
itu so what gitu lho! Kyai ya...biarkan disebut kyai,
tetapi ia kan mempunyai makna ganda...bisa juga ulama.
Nanti presiden diganti khalifah pula..he he..jangan
mimpi! 

Agama Islam di Indonesia sejak awal mempunyai corak
tersendiri. Misalnya dari istilah atau sebutan bagi
seseorang dalam bidang keagamaannya --seperti penghulu
(Pijper 1984), modin, naib, santri, kyai-bunyai--,segi
seni bangunan masjidnya, tradisi busana Muslimnya,
kehidupan wanitanya yang agak bebas dan wataknya yang
lebih moderat berbanding Islam di Timur-Tengah.
Perbedaan ini hanya semata-mata karena letak
geografiknya yang berjauhan antara Indonesia dan Timur
Tengah.

Sehubungan ini, tak hairan jika ramai kalangan
Islamisis (dulu disebut orientalis) yang mengatakan
bahawa Islam di Asia Tenggara adalah "Islam periferal"
atau Islam pinggiran. Karena mereka mengacu kepada
proses Islamisasinya lebih belakangan berbanding di
"Islam pusat".

Salam,
Fath

--- Muhammad Muammar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hartono A. Jaiz adalah penulis buku "Faham dan
> aliran
> sesat di Indonesia", disana dia mengkafirkan lusinan
> orang diantaranya Gusdur, Caknun, dan golongan
> Liberal,. bukunya yang terbaru berjudul "Alqur'an
> dihina Gusdur". juga sebelumnya menulis artikel
> hujatan habis-habisan kepada gusdur pada situs
> www.swaramuslim.com.
> orang ini saya rasa sangat aneh yang tidak bermutu,
> dia merasa paling paham tentang agama, padahal
> sebenarnya pengetahuan agamanya sangat minim sekali,
> dan virus seperti ini dikhawatirkan juga menjangkit
> AFS juga.
> 
> Maaf... menurut saya sekarang ini masyarakat dunia
> islam sedang haus akan jawaban : bagaimana sih islam
> yang sesungguhnya?..., bukan bagaimana Ahli Sunnah
> Waljama'ah itu?... sehingga mungkin bila ada orang
> yang cuma bisa pidato komunikatif, langsung laris
> seperti Aa Gym atau Zainuddin MZ itu, padahal tidak
> ada apa-apanya itu. 
> 
> Maka selayaknya mulai sekarang dan akan datang
> generasi kita jangan terpaku pada faktor individu
> seseorang saja tapi harus dilihat obyektif
> keilmuannya, kredibilitas wawasannya dan integrity
> aplikasi ilmunya, sehingga tidak akan terjadi Gus
> pesantren yang sebenarnya tidak bisa mengaji
> memimpin
> pesantren warisan Abahnya, ini sangat membahayakan.
> tapi hal ini Insya Allah belum ada sejarahnya...
> semua
> Gus-gus semuanya pinter baca kitab kuning semua...
> bahkan ada teman saya  seorang Gus hafal Alfiyah
> Ibnu
> Malik, Uqudul Juman dan Qowaidul Fiqhiyyah dari
> belakang ke depan. 
> 
> Ada juga golongan yang kelihatan jurus Da'wahnya
> seolah-olah sangat lurus, ee orangnya bodoh setengah
> mati... seperti contoh ada seorang Muballigh di TV
> yang tidak bisa membedakan antara Kafir dan Kuffar,
> kalau ama kafir tidak boleh Azidda' (keras) tapi
> kalau
> Kuffar harus Azidda'...
> 
> Sebuah layangan yang lumayan harus diperhatian dari
> AFS ini, dan kita punya prinsip Kritik membangun itu
> adalah sebuah keharusan, karena kritik itu lazim.
> 
> Kita harus belajar tidak menjadi seorang fanatis
> yang
> menjadikan kita seorang fatalis, bukankah Siti
> 'Aisyah
> saat disuruh minta maaf kepada Nabi oleh Abu Bakar,
> beliau memilih diam? setelah turunnya ayat Baro'ah
> atas dirinya... karena saat itu sukma Siti 'Aisyah
> dipenuhi nur ma'rifat. 
> 
> Kita tidak usah mengganti istilah bahasa dari budaya
> kita, karena kita bukan orang Arab, biarkan kata
> Kiayi
> tetap Kiayi... sebab kiayi bukan Ulama... kalau
> betulan  bisa dites dengan : INNAMAA YAKHSYALLAHA
> MIN
> 'IBADIHIL 'ULAMAA"
> 
> Keunikan di Indonesia seorang informal leader, 
> seorang informal leader itu Kiayi, di Mesir tidak
> ada
> pemimpin yang informal leader itu, artinya Syekh
> Alazhar pun ada gajinya, tapi kiayi di Indonesia
> tidak
> ada yang digaji dan siapa yang mau menggajinya?,
> tapi
> walaupun demikian  kekayaannya banyak yang melebihi
> orang yang bergaji, ada juga sih kiayi yang miskin,
> tapi kalau kiayi TAPAL KUDA itu semua kaya itu
> he-he..
> sedemian kayanya tapi masih tetap dikasih Zakat
> (termasuk Golongan fi sabilillah),   di kasih
> sedekah,
> diberi hewan Qurban dan lain-lain. mengapa? karena
> kiayilah yang mengurus manusia yang mengakuinya
> sejak
> lahir, mengadzani kiayi, doa sunatan kiayi, buat
> rumah
> yang doa kiayi, kawinan ngundang kiayi sampai mati
> yang mentalqin dan mentahlili kiayi, makanya kalau
> orang Muhammadiyah kurang kerjaan, karena yang
> diurusi
> cuma Sekolah (kampus) dan rumah sakit saja, tapi
> kalau
> sudah terjun dimasyarakat Nahdhiyyin sibuknya bukan
> main.
> 
> Apakah perlu kiayi komunikatif?
> Apakah perlu kiayi santun?
> Apakah perlu kiayi ramah?
> Apakah perlu kiayi terbuka?
> Apakah perlu kiayi Demokratis?
> Apakah perlu kiayi moderat?
> Apakah perlu kiayi akomodatif?
> 
> Saya jawab sangat-sangat perlu.... 
> 
>   
> 
> 
> --- Ahmad Fawaid Sjadzili
> <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>  *Masih ingatkah Anda dengan Hartono Ahmad Jaiz?
>  Tokoh yang rajin menghujat
>  itu pun menghujat kiai-kiai NU. Ini salah satu
>  bagian dari bukunya yang
>  lawas tapi masih merelevan untuk ditanggapi: **Bila
>  Kiyai Menjadi
>  Tuhan: **Membedah
>  Faham Keagamaan NU & Islam Tradisional*.
>  *
>  *
>  
>  *
>  *
>  
>  *Kiyai Itu Apa?*
>  ------------------------------
>  
>   Julukan Kiyai untuk Ulama Perlu Dihapus
>  
>      Julukan atau sebutan Kiyai atau Kiai atau
> Kiyahi
>  ( ßíÇåí)  ) sering
>  menjadi pertanyaan orang. Apa sebenarnya makna
> Kiyai
>  itu. Dari mana asal
>  muasal nama Kiyai itu. Dan apa sebenarnya ciri-ciri
>  serta hal-hal yang harus
>  dilakukan oleh para Kiyai.
>  
>   Pertanyaan itu lebih mencuat lagi ketika
>  orang-orang yang disebut Kiyai
>  atau para Kiyai ada yang dinilai berbuat yang di
>  luar jalur kebiasaan,
>  misalnya ada yang  patut diduga sebagai provokator,
>  ada yang jadi
>  pengipas-ngipas suasana dengan memanasi anak buah
>  untuk melawan terhadap
>  lawan-lawan politik, ada yang memanas-manasi untuk
>  mendukung Presiden Gus
>  Dur / Abdurrahman Wahid karena presidennya dari
>  golongan sang Kiyai itu,
>  yaitu Nahdlatul Ulama dengan partainya PKB (Partai
>  Kebangkitan Bangsa).
>  Tidak jarang pula ada Kiyai yang suka kumpul-kumpul
>  sesamanya, hingga
>  disebut Kiyai khos (khusus) yang kaitannya erat
>  dengan soal dukung mendukung
>  terhadap kursi presiden yang sedang diduduki oleh
>  golongannya.
>  
>      Tetapi di balik itu ada Kiyai *dogdeng* (kebal)
>  yang suka sesumbar bahwa
>  wadyabalanya rata-rata *jadug* (sakti, tidak mempan
>  senjata tajam). Ada juga
>  Kiyai yang dari zaman Orde Baru pimpinan Presiden
>  Soehartosukanya
>  mendekat-dekat dengan penguasa, bahkan pernah
>  bersama-sama puluhan Kiyai
>  dipimpin Nur Iskandar SQ menghadiahi emas beberapa
>  kilogram kepada Presiden
>  Soeharto dengan dalih untuk mengatasi krisis
>  ekonomi/ moneter. Setelah para
>  Kiyai itu *sowan* (hadir dengan penuh ketundukan)
> ke
>  tempat Presiden
>  Soeharto, justru tak lama kemudian sang Presiden
>  dipaksa turun dengan
>  didemonstrasi oleh puluhan ribu mahasiswa selama
> dua
>  minggu, hingga ia
>  menyatakan turun dari kursi kepresidenan 1998.
>  
>     Ada juga Kiyai yang mempelopori untuk
> disahkannya
>  asas tunggal pancasila
>  hingga kumpulan para Kiyai itu berbangga diri bahwa
>  pihak mereka dengan
>  Jam'iyah NU-nya adalah orang-orang yang nomor satu
>  dalam hal menggulkan
>  (mensukseskan untuk dipaksakannya) asas tunggal
>  pancasila terhadap Ummat
>  Islam. Padahal, Ummat Islam pada umumnya sangat
>  kesulitan menghadapi tekanan
>  Soeharto yang semakin terasa berpihak kepada
>  palangis atau kaum Salib yang
>  makin menjadi tirani minoritas dengan pengaruh
>  Jendral Leonardo Benny
>  Murdani saat itu dan menekan Islam selama hampir
>  30-an tahun. Sedang asas
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke