assalamu'alaikum... berikut saya berikan berita langsung dari sumbernya sebagai sanggahan, agar tidak terjadi fitnah.... salam, kinantaka
====================== *NU Jombang Tolak Fatwa Bohong* http://www.nu.or.id/data_detail.asp?id_data=5069&kategori=WARTA Jakarta, *NU Online* Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang menolak fatwa bohong berupa selebaran gelap yang menghimbau kepada kaum nahdliyin untuk merubah cara peribadatan dan amalan yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. "Setelah kami teliti secara seksama, selebaran yang disinyalir merupakan hasil musyawarah tersebut adalah palsu dan tidak ada satupun nama kyai yang menandatangani di kenal. Jadi kami anggap ini mengada-ada dan menyesatkan," ungkap ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH. A. Tamim Romli, SH. M.Si dalam suratnya yang di tujukan kepada PBNU dan NU. Online, Kamis (26/5). Surat yang ditujukan kepada PCNU Banyuasin Sumatera Selatan itu merespon pemberitaan dan selebaran bahkan melalui kaset-kaset (VCD) yang mengatasnamakan ulama-ulama NU Jombang. Nama ulama yang di catut tersebut antara lain, KH. Mustofa Djalil, KH. Abdullah Sidiq, KH. Mahfudz, KH. Abdulah Hasyim, KH. Hasyim Basdan, KH. A. Ridwan Hambali, KH. Faturahman Sujono, KH. Cholil Ansyor dan KH. Thontowi Djahari. Dalam selebaran yang berjudul beberapa fatwa ulama NU Jombang untuk kaum Nahdliyin, para ulama tersebut menghimbau agar meninggalkan kebiasaan membaca ushali dengan suara keras, karena niat itu pekerjaan hati, cukup dalam hati saja. Selain itu dalam shalat shubuh imam tidak perlu membaca doa qunut, kecuali kalau ada sesuatu bahaya terhadap kehidupan umat Islam secara keseluruhan, doa qunut boleh dibaca setiap shalat, bila ada keperluan bersifat darurat tidak hanya dalam shalat shubuh. Bukan hanya dalam urusan shalat saja, himbauan yang ditandatangani 1 Ramadhan 1423 H berupa fatwa itu juga dalam urusan upacara takziah. Disebutkan keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi umat Islam untuk bertakziah selama tiga hari berturut-turut, dalam takziah juga diupayakan supaya tidak ada makan-makan, cukup air putih sekedar obat dahaga. Dalam upacara penguburan, juga dihimbau meninggalkan kebiasaan dalam shalat jenazah untuk mengucapkan bahwa, "jenazah ini orang baik, khoir-khoir", hal ini tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW. "Kami berharap kepada warga nahdlyin agar tidak bersikap berlebihan, dan menanggapinya dengan cara yang baik. Siapapun pihak yang menyebarkan fatwa ini agar tidak terprovokasi, semoga Allah melindungi kita semua," pungkas KH. Tamim Ramli. (cih) ================================ *Fatwa ulama NU Jombang, Jawa Timur* http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/01/99Kolom.htm ENTAH mengapa umat Islam selalu dirundung masalah perbedaan sepele yang sifatnya *furu'iyah*, masalah cabang. Bahkan, perbedaan kecil pun sengaja digembar-gemborkan seolah-olah umat Islam banyak perbedaan daripada persamaannya. Muslimin dari tahun ke tahun masih ribut dengan *qunut*, jumlah rakaat Salat Tarawih, tahlil, tawasul, dan sejenisnya. Mengapa soal kemiskinan, keterbelakangan, minimnya fasilitas madrasah, rendahnya kesejahteraan guru-guru, dan lain-lain tidak diperhatikan? Dalam diskusi di UIN Sunan Gunung Djati, belum lama ini, Direktur Lembaga Persaudaraan antarmazhab Islam, Ayatullah M. Ali Tashkiri mengatakan, dunia Islam mengenal delapan mazhab besar di antaranya Hanafi, Syafii, Hambali, Maliki, Ismaili, dan Ja'fari. Perbedaan mazhab telah memberikan sumbangan positif bagi kemajuan khazanah ilmu dan praktik ibadah di dunia Islam karena perbedaan hanya 5 persen dan sisanya persamaan. *Nah*, soal ribut-ribut *furu'iyah* ini kaum Muslimin di Jawa Barat khususnya Kota/Kab. Bandung dan Cimahi dikagetkan dengan tersebarnya selebaran yang mengatasnamakan "fatwa ulama NU Jombang, Jawa Timur". Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung melalui Rais Syuriah PC NU Kota Bandung, K.H. Imam Sonhaji dan Ketua Tanfizi PC NU Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil, mengingatkan agar perbedaan dalam cara beribadah lebih baik didiskusikan di antara alim ulama bukan disebarluaskan kepada umat yang masih awam. Selama ini, kita lebih banyak menyatakan toleransi kepada umat non-Muslim, tapi sesama Muslim agak sulit untuk toleransi. Selebaran tertanggal 1 Ramadan 1423 H/tahun 2003 yang mengatasnamakan ulama Jombang ternyata tidak benar "perawinya" (penyusunnya). Nama-nama kiai yang ditulis dalam selebaran tersebut seperti K.H. A. Ridwan sudah meninggal dunia tahun 1930-an, K.H. Mahfudz Siddik meninggal tahun 1940-an, K.H. Mustafa Djalil wafat tahun 1960-an, dan K.H. Abdullah Siddik wafat tahun 1980-an. Masa kiai-kiai yang sudah wafat bisa mengeluarkan fatwa pada tahun 2003? Selain itu, terdapat beberapa nama kiai yang tidak dikenal di kalangan NU Jawa Timur. PC NU Kota Bandung sendiri sudah melakukan klarifikasi langsung kepada PC NU Jombang dan ternyata selebaran itu tidak pernah dikeluarkan. "Ulama-ulama yang tercantum juga asal-asalan," katanya. Terlepas dari selebaran yang meresahkan itu sudah waktunya bahkan tertinggal kereta apabila umat Islam terus berkutat kepada masalah *furu'iyah*. Masih banyak garapan umat yang telantarkan akibat saling sikut dan saling kritik secara tajam. Sesuai dengan namanya, Islam, bermakna selamat, menyelamatkan, dan kesejahteraan yang tentu diidam-idamkan seluruh manusia. Apakah ulama, organisasi Islam, atau organisasi dakwah sudah mewujudkan upaya "selamat dan menyelamatkan?" Kita harus introspeksi diri, evaluasi mendalam, terhadap kinerja ulama maupun organisasi Islam. Bicara jujur memang teramat pahit, tapi lebih pahit kalau tidak bicara jujur.*Wallahu-a'lam*.(Sarnapi/"PR")*** ================= *Selebaran Gelap Usik NU* http://www.klik-galamedia.com/20060818/kolomlengkap.php?kolomkode=20060818050037 *YUDA, (GM).-* Beredarnya selebaran gelap di masyarakat yang mengatasnamakan fatwa ulama Jombang, mengusik Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung meminta para pengikutnya tidak perlu bimbang. Meski hanya sebatas imbauan kepada kaum nahdliyin, namun selebaran gelap itu sangat meresahkan. Antara lain berkaitan dengan pelaksanaan talkin, tahlil, tarawih, takziah, dan lainnya yang sudah mengakar dilaksanakan kaum nahdliyin. Demikian disampaikan Katib PC NU Kota Bandung, K.H. A. Syarif Hidayat kepada "GM" di sekretariatnya, Jln. Yuda No. 3 Bandung, Rabu (16/8). Selebaran yang dimaksud Syarif diantaranya beredar di DKM At-Taqwa Patal Banjaran, Kab. Bandung. Pengurus DKM At-taqwa, Pepen Effendi mengatakan, pihaknya langsung mempertanyakan kepada pengurus NU Jabar maupun Kota Bandung karena selebaran tersebut ada yang menyimpannya di dalam masjid. "Isi selebaran tersebut sangat memojokkan pengikut NU. Karenanya, pengikut NU langsung mengadukannya kepada pengurus NU," kata Pepen. Selanjutnya Syarif mengatakan, awalnya PC NU tidak menanggapi fatwa ulama NU Jombang yang dimuat di salah satu buletin mimbar dakwah (tidak jelas alamatnya, red) ini. Namun, hal tersebut dikhawatirkan menjadi polemikdi kalangan umat Islam. Apalagi, lanjut Syarif, fatwa tersebut mengatasnamakan fatwa ulama NU Jombang dengan mencantumkan nama-nama seperti K.H. Mustofa Djalil, K.H. Abdullah Siddiq, K.H. Mahfudz Siddiq, K.H. Abdullah Hasyim, K.H. Hasyim Basdan, K.H. A. Ridwan Hambal, K.H. Faturachman Sujono, K.H. Cholil Ansyor, dan K.H. Thantowi Djauhari. *Bertanya-tanya* Selain itu, Syarif yang didampingi pengurus lainnya, Drs. H. Lukman Hakim menyatakan tanggapan secara resmi lantaran adanya permintaan agar memperbanyak fatwa tersebut secara berantai yang mengakibatkan warga nahdliyin bertanya-tanya. Adanya selebaran tersebut, pengurus PC NU Kota Bandung memberikan tanggapan sekaligus agar diumumkan kepada para pengurus masjid. Tanggapan tersebut secara resmi ditandatangani oleh K.H. R. Iman Sonhaji (Rois), K.H. A. Syarif Hidayat (Katib), K.H. Maftuh Kholil (Ketua), dan Drs. Kiagus Zaenal Mubarok (Sekretaris). Masih menurut Syarif, selebaran gelap tersebut disampaikan melalui masjid, majelis taklim serta ditempel di beberapa papan pengumuman. Penyebaran fatwa tersebut seakan tidak islami karena tidak didiskusikan terlebih dahulu kepada para ulama NU setempat. Cara ini justru meresahkan umat. Sedangkan terkait tentang amaliah, lanjut Syarif, para kaum nahdliyin senantiasa melakukan bentuk amaliah, se-perti talkin, tahlil, tarawih, dan takziah yang telah mengakar di kalangan kaum nahdliyin (pengikuti NU, red). Selain itu, pada fatwa tersebut terdapat kebohongan publik karena fatwa tersebut tertanggal 1 Ramadan 1423 H (2003), kemudian mencantumkan sembilan orang ulama. Perlu diketahui, ada empat orang ulama yang dicantumkan di sana yang sudah wafat puluhan tahun lalu, yaitu K.H. A. Ridwan Hambal (wafat pada 1930-an), K.H. Maffudz Siddik (wafat pada 1940-an), K.H. Mustafa Djalil (wafat pada 1960-an), dan K.H. Abdullah Siddik (wafat pada 1980-an). *(B.46 )*** ================= On 9/24/06, Estananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamualaikum wr wb > > Tiba2 ada email masuk ke alamat saya tentang fatwa "ulama NU". Ada yang > bisa klarifikasi apakah "fatwa" ini benar2 ada karena mengatasnamakan "ulama > NU" tapi mengkritisi amalan NU sebagai tidak sesuai dengan sunnah? > > Wassalaam, > Nano > Fatwa Ulama NU Jombang dalam masalah > Peribadatan Fri Sep 22, 2006 8:05 am (PST) > ?????? ????? ????? ???? ??????? > Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh > > FATWA ULAMA JOMBANG > DALAM BERBAGAI IBADAH/AMALAN > > BEBERAPA FATWA ULAMA NU JOMBANG > Bismillahirrohmanir rohim > Kami Ulama dari Nahdatul Ulama Jombang, Jawa Timur setelah bermusyawarah > dalam masalah peribadatan umat Islam yang selama ini dianggap Ibadah, > amalan > YANG TIDAK SESUAI dengan syariat Islam, setelah mengkaji ulang beberapa > kali > dan mengkaji hadits-hadits, pendapat para imam, telah mengambil keputusan > untuk menghimbau, sekali lagi sifatnya menghimbau kepada kaum muslimin di > seluruh Indonesia khususnya kaum Nahdiyin agar merubah secara bertahap > amalan yang selama ini kurang sesuai dengan syariat Islam, agar mengikuti > fatwa kami sebagai berikut : > > DALAM SHOLAT > 1. Agar meninggalkan kebiasaan membaca "Usholli." dengan suara keras, > karena niat itu pekerjaan hati cukup dalam hati saja. > 2. Ba'da sholat, imam tidak perlu membaca wirid, Zikir, dengan bersuara, > cukup dalam hati dan imam ba'da sholat tidak perlu memimpin DO'A BERSAMA > dengan jama'ah. Imam dan jama'ah berdo'alah sendiri-sendiri dalam hati. > 3. Jama'ah ba'da sholat tidak perlu mencium tangan imam, cukup > bersalaman > saja. > 4. Dalam sholat subuh imam tidak perlu membaca do'a Qunut, kecuali kalau > ada sesuatu yang berbahaya terhadap kehidupan Umat Islam secara > keseluruhan. > 5. Do'a Qunut boleh dibaca setiap sholat bila ada keperluan yang > bersifat > darurat tidak hanya dalam sholat subuh. > 6. Sholat Rawatib/Sholat Sunnat Qobliah/Ba'diah adalah sebagai berikut > Qobla Subuh, Qobla dan Ba'da Dzuhur, Ashar tidak ada rawatib, Ba'da > Magribh > dan Ba'da Isya. > > DALAM SHOLAT JUM'AT > 1. Sebelum khotib naik mimbar tidak ada Adzan dan tidak ada qobla' > jum'at. > 2. Ketika khotib duduk diantara dua khutbah tidak ada bacaan sholawat. > 3. Ba'ada sholat jum'at imam tidak mempunyai kewajiban untuk memimpin > do'a > untuk makmum dengan suara kuat. Silahkan imam dan jama'ah berdzikir, wirid > dan do'a masing-masing. > 4. Dalam sholat jum'at tongkat yang selama ini dipakai khotib bukan > merupakan saran ibadah. Hanya kebiasaan dari khalifah Utsman, sekarang > dapat > ditinggalkan. > 5. sebelum khotib naik mimbar tidak perlu pengantar dan tidak perlu > membaca hadits Muhammad SAW tentang jangan berkata-kata ketika khotib > sedang > khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan petugas masjid tentang > laporan keuangan. Petugas khotib dan imam hal ini sebagai perangkat > laporan > administrasi masjid, bukan proses ibadah sholat jum'at. > > DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR/ TAHAJUD > 1. Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan dimalam hari disunnatkan > sholat tarawih, witir. Yang selama ini masih ada yang berbeda pendapat > karena itu perlu diketahui himbauan ini. > 2. Sholat Tarawih dilakukan Nabi Muhammad SAW sebanyak 8 raka'at dan 3 > raka'at witir. Dapat dilakukan dengan cara 4-4-3. > 3. Tidak disunnatkan membaca do'a bersama-sama antara raka'at. > 4. Tidak dibenarkan antar jama'ah membaca sholawat nabi > bersahut-sahutan. > 5. Sebelum Ramadhan tidak perlu sholat Tasbih, Sholat Nisfu Sya'ban, > sedekah ruah. Karena hadits tentang kedua sholat tersebut dho'if, lemah > dan > berbau pada hadits maudhu (palsu). Karena terputus perawinya dan sholat > ini > tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW juga 4 sahabat. > 6. Pada sholat witir dibulan Ramadhan tidak perlu ada Qunut. > > DALAM UPACARA TA'ZIAH > 1. Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi umat Islam untuk > ta'ziah, selama tiga hari berturut-turut. > 2. Kebiasaan selama ini yang melakukan hari ke-7, hari ke-40, hari > ke-100 > supaya ditinggalkan. Karena ini tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW > dan > tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari ajaran agama Hindu dan > Budha, menjadi upacara drikerajaan Hiyang dari daratan Tiongkok yang > dibawa > oleh orang Hindu ke tanah Melayu tempo dulu. > 3. Dalam ta'ziah usahakan tidak ada makan-makan, cukup air putih sekedar > obat dahaga. > 4. Acara dalam ta'ziah, baca surat al-Baqoroh ayat 152 sampai 160, > kemudian adakan tabligh yang mengandung isi kesabaran dalam menerima > musibah, tutup dengan do'a untuk sang almarhum, tinggalkan kebiasaan baca > surat Yasin bersama-sama, tahlil dan kirim Fadhilah. Semua itu ternyata > hukumnya bid'ah. > > DALAM UPACARA PENGUBURAN > 1. Tinggalkan kebiasaan dalam sholat jenazah dengan mengajak jama'ah > untuk mengucapkan kalimat bahwa "jenazah ini orang baik, khoir, khoir". > Hal > ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan tidak ada Hadits > sebagai > pembimbing. > 2. Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah turun naik tiga kali > sambil dibacakan surat Alfatihah. > 3. Tinggalkan kebiasaan selama ini adanya bimbingan kepada mayat yang > sudah dalam kubur yang disebut dengan TALQIN. > 4. Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan bangunan mewah. > 5. Tinggalkan kebiasaan selama ini membaca kitab suci al-Qur'an (Surat > Yasin) diatas kuburan, kalau ziarah kekuburan bersihkan kemudian berdo'a. > > Demikianlah beberapa Fatwa yang kami simpulkan, karena masalah yang kami > kemukakan diatas, sangat banyak dipertanyakan dari berbagai dan terutama > dari keluarga besar Nahdiyin. Fatwa ini datang dari berbagai Ulama NU yang > berkumpul di Jombang dalam suatu pengajian, sehingga oleh KH Mustafa > Djalil > dikumpulkan beberapa Ulama untuk membahas berbagai masalah sehari-hari > yang > menjadi selang sengketa dikalangan umat Islam, khusunya kalangan Nahdiyin, > untuk menjadi pegangan sehingga dapat diadakan bahan pertimbangan dan > jangan > melakukan perubahan dengan cara yang kurang bijaksana, khawatir akan > menimbulkan gejolak. Lakukan sosialisasi Fatwa ini dengan diskusi dengan > jiwa kebersamaan untuk menuju kepada ibadah dan peramalan yang benar > menurut > syariat Islam. Kepada saudara-saudara yang menerima Fatwa ini, agar > memperbanyak Fatwa ini dan disampaikan secara beranting ke sumua umat > Islam > agar segera tersosialisasi dengan cepat. > > Semoga Allah SWT menuntun kita kejalan yang lurus > > Jombang, 1 Ramadhan 1423 H > 1. KH. Mustafa Djalil > 2. KH. Abdullah Siddiq > 3. KH Mahfudz Siddiq > 4. KH Abdullah Hasyim > 5. KH Hasyim Basdan > 6. KH A. Ridwan Hambal > 7. KH Faturachman Sujono > 8. KH Cholil Anshor > 9. KH Tantowi Djauhari > > Notulis pertemuan > Drs. H.M Sungkono > > ??????? ????? ????? ???? ??????? > Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh > Liana > > Back to top > | | > Messages in this topic (1) > 6. > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
