salam,

kompas hari ini membuat berita tentang iklan adyaksa dault. 
dia dilaporkan pp pemuda muhammadiyah karena iklannya dinilai 
menyalahgunakan fasilitas negara. karena pelaporan tersebut, 
adyaksa "menyatroni" Bawaslu dan membantah laporan pp muhammadiyah.

salut buat pemuda muhammadiyah. tapi tampaknya pelaporan itu
tidak akan menuai hasil yang menggembiran. setidaknya karena (1) adyaksa
koperatif. belum dipanggil bawaslu, tp dia sudah datang. hebat kan? alasan
kedua, karena dia pandai "ngeles", dan tampkanya mmg uu no 10 th 2008 
tentang anggota dpr,dpd, dprd termasuk uu karet.

seperti saya, pemuda muhammadiyah mungkin hny akan mndapat kedongkolan saja.
sewaktu bulan puasa dan beberapa hari setelah puasa, saya sering melihat dia 
beriklan untuk "rumah zakat". saya dongkol karena sewaktu "berekting" di iklan 
tersebut, 
dia menggunakan atribut sebagai pejabat negara, menteri pemuda dan olahraga.
"SAYA PERCAYA RUMAH ZAKAT," demikian pekik adyaksa dengan memakai pakai formal 
(jas, dasi, lengkap dengan PIN kenegaraannya) , sambil mangangkat dan 
mengepalkan telapak tangan.

sungguh iklan adyaksa di rumah zakati itu tidak rasional. bagaimana mungkin dia 
mempromosilan lembaga yang tidak jelas milik siapa (maksudku swasta), sedangkan 
lembaga miliknya sendiri (maksudku milik negara, badan amil zakat nasional) 
dibiarkan memiliki citra buruk. adyaksa, anda dibayar rakyat untuk ngurus 
negara! tapi kenapa anda mengurus milik swasta?????? ????????? ??
saya tahu jabatan anda tidak berkaitan dengan baznas. tapi...... ah, udahlah. 
dongkol saya.

saya juga pernah melihat iklan advetorial kementrian yang anda pimpin di sebuah 
media cetak. klo tak salah ingat, di situ anda melaporkan ada pertukaran 
pelajar/pemuda. 
bikin boros aja! program anda yg gt2 itu tidak istimewa! tidak layak diiklankan 
dengan uang rakyat!

kesanku, anda pejabat yang "mupeng", alias muka pengen!

selain adyaksa. mentri yg suka beriklan adalah menteri kedokteran, siti 
fadhilah supari, mentri yg gelar profesornya dicopot kembali gara-gara ketahuan 
plagiat.

na'udzubillah!

hamzah 

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke