Bentrokan Fisik Terjadi antara Umat Islam dan Kristen Ahad (23/11), wilayah Ain Syams Barat dikagetkan dengan bentrokan yang terjadi antara warga Muslim dan Kristiani. Menurut sebagian saksi, bentrokan fisik ini diawali oleh adanya kegiatan ibadah beberapa umat Kristian dalam bangunan yang sudah ditutup. Oleh mereka, bangunan tertutup yang lataknya tepat di samping masjid itu dibuka secara tidak resmi dan kembali dibangun menjadi gereja. Batu di jalanan pun akhirnya beterbangan sebagai senjata masing-masing kelompok. Bentrokan ini mampu diredam setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata dan setidaknya menangkap 8 warga yang dianggap sebagai provokator dalam kejadian ini. Tercatat 13 korban luka-luka, 8 di anntaranya warga dan 5 lainnya dari aparat keamanan. Kerusuhan ini juga merusak dua mobil warga dan beberapa bagian muka apartemen sekitar.
Selengkapnya: http://numesir.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=333 Fatayat Mesir Adakan Diskusi Berbahasa Arab Mesir merupakan salah satu Negara yang menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa resminya. Oleh karenanya, mahir berbahasa Arab harusnya menjadi syarat wajib bagi Mahasiswa Indonesia yang bermukin di Mesir (Masisir). Namun realitanya, penggunaan Bahasa Arab secara pasif pun masih sering dirasa sulit oleh beberapa kalangan Masisir. Lagipula, penduduk pribumi Mesir lebih senang menggunakan Bahasa Arab harian yang amat berbeda dengan Bahasa Arab resmi. Hal ini menuntut Masisir untuk selailn mempelajari Bahasaa Arab resmi, juga harus mampu menguasai Bahasa Arab yang digunakan sehari-hari. Selain karena Bahasa Indonesia yang ‘terlalu’ biasa digunakan Masisir, hal ini juga lah yang menjadi pendorong minimnya kemampuan Bahasa Arab Masisir. Selengkapnya: http://numesir.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=332 Panitia Pemilu Luar Negeri Menggelar Sosialisasi Akbar di Azhar Conference Center (ACC) Kairo (23/11) Komisi Pemilihan Umum bersama Panitia Pemilu Luar Negri (PPLN) dan KBRI Republik Arab Mesir mengadakan sosialisasi Pemilihan Umum 2009. Bertindak selaku pembicara adalah Dra. Andi Nurpati Baharuddin , M.Pd sebagai Anggota KPU Pusat dan Ibu Meutia Hatta Swasono selaku Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan yang kebetulan sedang menghadiri pertemuan OKI tingkat menteri di Mesir, sedangkan Moderator di pegang langsung oleh Dubes RI Kairo, A. M. Fachir. selengkapnya: http://numesir.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=331 Powered By: Lembaga Media dan Informasi Nahdlatul Ulama (LMINU) [Non-text portions of this message have been removed]
