Diskusi Bulanan Jaringan Islam liberal
“Akar dan Peta Gerakan Salafi Radikal di Indonesia”
Narasumber, Norhaidi Hasan (Pengajar UIN Yogyakarta) & Luthfi
Assyaukanie (Jaringan Islam Liberal). Moderator, Saidiman.
Kamis, 27 November 2008, jam 19.00-21.30 WIB di Teater Utan Kayu
Jakarta
Keberadaan kelompok salafi radikal di Indonesia cukup
mengkhawatirkan. Mereka mendakwahkan salafisme hingga ke akar rumput.
Bahkan, dengan cadangan dana melimpah beberapa tahun terakhir telah
didirikan sejumlah pesantren dengan basis ideologi salafi. Mereka bukan
hanya tak mau mengikuti upacara bendera merah putih, melainkan juga
menolak pancasila dan negara kebangsaan Indonesia. Perundang-undangan
Indonesia direndahkan. Jalan kekerasan kerap dipakai untuk menjalankan
ideologi mereka termasuk menghardik umat Islam yang tak sehaluan dengan
mereka. Jalan kekerasan ini tak bisa disangkal diinspirasikan oleh
gerakan salafi radikal di Timur Tengah. Ingatlah peristiwa 20 November
1979 di Kota Suci Mekah. Sekelompok orang bersenjata pimpinan Juhaiman
al-Utaibi melakukan kekejaman di jantung Masjidil Haram, Ka`bah.
Ditengarai bahwa kekerasan berbasis Islam yang kini berjalan semuanya
bermula dari pagi November yang panas itu. Bagaimana akar historis
kemunculan kelompok salafi radikal di Timur Tengah? Dan bagaimana peta
gerakan mereka kini di Indonesia?
Luthfi Assyaukanie mengamati secara kontinyu gerakan salafi Timur
Tengah. Dia juga pernah tinggal lama di Timur Tengah sehingga dapat
menyaksikan dari jarak dekat kedahsyatan kelompok salafi radikal.
Sementara Norhaidi Hasan menulis disertasi doktornya di Universitas
Lieden Belanda tentang ideologi dan gerakan Laskar Jihad di Indonesia.
Ia juga meneliti organisasi lain yang sealiran dengan kelompok salafi
radikal.
Konfirmasi: 081586199143
Saidimanwww.saidiman. wordpress. com
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]