--- On Tue, 11/25/08, ahmad arwani <[email protected]> wrote:

From: ahmad arwani <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Re: Tokoh Muda Satu Kata Kritik Iklan Politik PKS
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 25, 2008, 10:38 PM







Saya pikir dengan segala jasanya Mbah Hasyim Asyari sangat layak untuk mendapat 
kehormatan lebih dari sekedar iklan-iklan komersiil.
 
Tanpa diiklankan pun semua orang juga sudah negerti kalau beliau itu pahlawan 
dan milik siapapun. 
 
Sebagai kaum muda NU kita harus mengingatkan semua pihak untuk selalu 
menghormati jasa para pahlawan dengan tidak "menjual" kepahlawanan beliau 
dengan segala intrik politik yang notabene sangat tidak sebanding. 
 
Kan Qur'an menganjurkan kita untuk selalu mengingatkan akan hal-hal yang baik 
dan haq..
Jadi tindakan siapapun "mengiklankan kepahlawanan seseorang" apalagi 
dimunculkan menjelang pemilu, bisa dipastikan memang memiliki tujuan politik 
tertentu.
 
Jika tidak kenapa tidak dari dulu digembar-gemborkan masalah kepahlawanan dan 
guru bangsa..kenapa momentumnya selalu dibingkai oleh institusi politik dan 
menjelang pesta politik pula.. Ayolah coba berpikir objective...
 
Tindakan-tindakan ini justru mengkerdilkan arti dan nilai kepahlawanan 
dikarenakan tidak tulus, sarat dengan muatan tertentu... 
 
Keep smile :)
Salam
aa
 
 

--- On Tue, 11/25/08, Arif Hidayat <[email protected]> wrote:

From: Arif Hidayat <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Re: Tokoh Muda Satu Kata Kritik Iklan Politik PKS
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 25, 2008, 8:38 AM






Salam semuanya,

Nimbrung Mbak Fath dan Mas Rochland.
Saya ikut senang bahwa ada teman2 NU yg masuk ke PKS. Semoga mereka dg niat
baik dan terus berkiprah baik dan semakin baik.
Dalam pandangan saya, sudah sangat baik NU tdk terkotak ke partai tertentu.
Jangan sampai anti pada partai tertentu. Saya ndak mau mempersoalkan PKS itu
begini-begitu (sbgmana kata orang), atau partai-partai lain begini-begitu.
Ah masa bodoh. Hanya yg jelas, bahwa NU itu tdk memihak ke partai atau bbrp
partai tertentu itu yg harus dipegang. Bisa di mana-mana dan kemana-mana.
Ini prinsip.

Dan, Mbak Fath... melanjutkan tema tempo hari (maaf lambat komentar)
mengenai Mbah Hasyim Asy'ari dighosob... ok silahkan itu pendapat sampeyan
dan orang2 NU lain yg sepakat. Saya tetap bersikap mempersilahkan (suka-suka
saja, spt yg saya kemukakan sebelumnya). Sekedar atas dasar kepahlawanan
nasional saja, bagi saya, itu sudah cukup. Karena, pada dasarnya,
kepahlawanan harus tersimpan dalam ruang sejarah yang terbuka, yang bisa
diakses oleh siapa saja komponen bangsa ini. Kepahlawanan jangan sampai
dimonopoli oleh sekelompok tertentu.

Ya.. bisa saja cara pandang keagamaan Mbah Hasyim berbeda atau bertolak
belakang dg para pencetus dan mayoritas simpatisan PKS. Tapi kepahlawanan
Mbah Hasyim tidak bisa dipungkiri telah mengatasi semua itu. Kepahlawanan
Mbah Hasyim telah menghapus semua sekat. Dan kepahlawanan siapapun akan
mendekatkan dirinya pada siapapun. Karena kepahlawanan selalu berasas pada
kemanusiaan.

Apakah tindakan PKS itu merupakan bentuk pembohongan publik atau tidak, bagi
saya, itu soal lain... (saya berharap tidak). Jika iya, maka tak diragukan
lagi, itu akan menjadi dosa dan kerugian bagi PKS. Sedangkan bagi NU, iya
atau tidak sedikitpun tidak menguntungkan dan tidak merugikan.

Yang hanya akan menguntungkan kita adalah kerelaan kita atas nilai-nilai
kemanusiaan. Kemanusiaan yang senantiasa melandasi setiap sikap dan tindakan
sang pahlawan. Hanya dalam cara pandang inilah kita bisa mengarungi
pengalaman hidup yang lebih bermakna, inklusif, dan nyaman.

Wassalam
AH

----- Original Message ----- 
From: Fathonah K. Daud
To: Rochland Yoseph
Cc: kmnu2...@yahoogroup s.com
Sent: Wednesday, November 19, 2008 5:02 PM
Subject: [kmnu2000] Re: Tokoh Muda Satu Kata Kritik Iklan Politik PKS

dihapus..... .....

> Ibu bisa bantu explain kah secara general, kenapa ya
> sebagian dari
> kaum muda nahdliyin yang intelek ada yg condong ke PKS ?
> sementara
> PKS jelas2 sering memusuhi nahdliyin.
> Saya berbaik sangka, mungkin teman2 kita ini mau memberi
> warna di
> sana, moga2 akhirnya bisa ngubah haluan :p
> Kurang lebih pikir saya, mungkin spt yg dilakukan alm. Kyai
> Mustain
> Romli saat masuk Golkar dulu :p

Jawaban yang betul, saya belum bisa memastikan. Bisa jadi pikiran anda betul
pak. Barangkali mula2 mereka ada yang berniat baik demikian. Atau, ada juga
yang memang ingin mencoba untuk mencari suasana baru yang dianggapnya lebih
baik, bersih atau lebih-lebih yang lain karena sudah terlalu bosan dgn
keadaan dunia yang dianggapnya begini aja terus tidak ada perubahan. Biasa
pak...manusia kan selalu ada yang masih mencari2 dan inginkan perubahan.
Dan, Tauh ajalah, PKS kan selalu mempromosikan ajarannya 'yang baik dan
(seperti) betul sendiri' daripada yang lain dan memang secara zahiriyahnya
nampak seperti itu. Jadi, kemungkinan ada yang sudah termakan (tertipu) oleh
dakwah PKS yang begitu itu...

Tapi lama kelamaan sebagian mereka itu tidak menyedari bahawa mereka sudah
masuk terlalu jauh dan mengikuti segala misi, visi dan ajaran keagamaan PKS
yang sebetulnya ada sebagiannya sangat berseberangan dengan ajaran dan faham
NU. Anda sudah tentu mengerti, bahwa ajaran agama Islam sering difahami
secara berlainan oleh pemeluknya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan
'tafsir' dalam setiap memahami makna teks2 suci dalam Islam. Perbedaan
tafsir sebenarnya jg sangat dipengaruhi keadaan sosiologis seseorang
'penafsir' itu sendiri di sekelilingnya. Jadi banyak versi...:)))

Di samping itu, malah ada sebagian mereka yang balik kandang ke NU lagi,
karena mereka cepat2 sadar atau gak cocok dgn kefahaman yang dianggap baru
itu dan mungkin juga karena merasa gak bisa atau gagal mewarnai lingkungan
barunya (PKS) itu.

Itu saja pak dan maaf jika kurang memuaskan dan agak menggurui karena saya
belum terlalu kenal...

Salam,
Fath

> Salam prihatin,
> rochland
>

 















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke