Salam, Kurasa saya tdk prnh lepas dari berita, tapi ketinggalan juga soal statemen pak Hasyim ini.
Soal politik uang. Bagaimana warga NU mau meninggalkan politik uang, lha wong beliau itu jagonya. Dikiranya warga itu bodoh2 tah piye. Wah-wah, baru tahu saya kalo ada himbauan gini. Bagaimana sebenarnya pola pikir beliau, apa kalau 20 ribu - 50 ribu adalah politik uang, lalu kalu 500 juta - 10 milyar, politik sodaqoh? Kita terbuka saja di sini, banyak orang yang mau jadi pengurus NU karena "keterdesakan ekonomi" atau mengincar jabatan pemerintah. Ada wacana lagi dibawah, kalau politikus cepat kaya, maka itu lumrah, tapi kalau pengurus NU cepat kaya, itu yang aneh, sebab sdh jarang pengurus yang mau wiridan Ya Latif, Ya Rozzaq, dsb, wiridannya Ya proposal, ya cair, ... Sudah bukan Ya Robbi, tapi Ya Lobby. Sdh ah, tidak usah banyak omong. Tom
