Ini dia calon kuat Ketua Umum PBNU Muktamar mendatang.

ghofur

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=17937

Gus Mus: Politik NU adalah Politik Kebangsaan
Ahad, 14 Juni 2009 20:10
Lamongan, NU Online
Sejak awal, Nahdlatul Ulama (NU) sudah berpolitik, bahkan sejak sebelum Negara 
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lahir. Politik  NU adalah politik 
kebangsaan, yakni menjaga keutuhan bangsa.

Demikian dinyatakan Pengasuh Ponpes Rodhotul Tholibin Rembang KH Musthofa Bisri 
(Gus Mus) di Lamongan, Sabtu (13/6). Menurut Gus Mus, sejarah politik 
kebangsaan ini menjadikan NU terus terseret arus kekuasaan politik hingga saat 
ini.

Namun Gus Mus menjelaskan, saat ini warga Nahdlyiin telah terbawa arus politik 
kekuasaan atau politik praktis. Sehingga diperlukan adanya kemampuan dari para 
kadernya untuk bisa berpolitik secara santun dan mumpuni.

"Meski demikian, ironisnya banyak kader NU tidak mengerti tentang politik 
kekuasaan. Sehingga, meski antusias berpolitik praktis, tetapi tidak siap 
berkuasa,'' Lanjut Gus Mus.

Lebih jauh, Gus Mus juga memberikan contoh, indikasi kurang mengertinya orang 
NU terhadap politik praktis dapat dilihat ketika ada yang mendirikan partai. 
Meski menurut perhitungan partai itu tidak bisa besar, pengurus partai yang 
orang NU tersebut menyatakan tidak apa-apa partainya kecil asal baik.

''Jawaban seperti itu jelas menunjukkan orang NU tersebut tidak tahu soal 
politik praktis sehingga tidak siap berkuasa. Lha wong, politik praktis itu 
tujuannya kekuasaan kok malah bikin partai kecil. Yang benar seharusnya bikin 
partai yang besar agar bisa berkuasa,'' tegas Mustasyar PBNU ini.

Gus Mus juga menambahkan, orang NU yang siap berkuasa adalah Gus Dur. ''Tetapi 
ketika berkuasa, Gus Dur kesulitan mencari orang NU yang siap berkuasa untuk 
mendampinginya saat menjadi presiden dulu,'' tandasnya. (min) 

Kirim email ke