http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18269

Kader NU di Kabinet
03/07/2009

Sejak menang dalam Pemilu 1955, sebagai partai politik, NU tidak hanya 
mendapatkan 45 kursi di Parlemen, tapi  juga di Kabinet. Bahkan,  selama 
gonta-ganti perdana menteri, NU tetap mendapat jatah. Ketika PM Juanda 
membentuk Zaken cabinet (cabinet para ahli) misalnya, para kader NU tetapi 
mampu mengikuti seleksi sebagai para ahli dalam menangani pemerintahan. 
Bahkan tidak hanya menjadi menteri sosial atau menteri agama sebagai 
langganannya. Saat itu Mr Burhanuddin dari NU dipercaya memegang menteri 
perekonomian. Selain itu, ada juga sejumlah tokoh NU seperti Rahmat 
Mulyomiseno yang diangkat sebagai menteri perdagangan,dan Mr. Sunarjo 
sebagai menteri dalam negeri.

Memasuki tahun 1960-an, di mana NU menjadi kekuatan penyeimbang antara 
PNI-PKI, posisi NU di kabinet  Bung Karno juga semakin kuat. Hal itu 
mencerminkan besarnya pengaruh NU sebagai kekuatan politik nasional, 
mengingat Kabinet pada saat itu dibentuk berdasarkan representasi partai. 
Hanya saja karena desakan yang kuat dari partai yang ada, maka kekuatan PKI 
untuk masuk kabinet sedikit bisa diminimalisir.

Tetapi, ketika Presiden digulingkan pada tahun 1966, representasi NU dalam 
panggung politik nasional yang tercermin dalam penguasaan kabinet juga ikut 
mengamani kemerosotan. Ketika Orde Baru dengan kekuatan militernya mengambil 
alih kekuasaan, maka pembentukan kabinet tidak lagi berdasarkan kekuatan 
politik yang diwakili partai-partai politik. Sejumlah partai politik yang 
ada mulai dari PKI, PNI secara perlahan disingkirkan. Saat itu, NU masih 
menjadi parpol yang kuat, namun ia sama sekali tidak diberi peran.
Maka yang berkuasa hanyalah tentara, selebihnya diserahkan pada para ahli 
yang kemudian disebut dengan teknokrat. Dalam kondisi seperti ini, wajar 
kekuatan partai yang ada mulai mengeluh, sebagaimana yang terjadi dalam NU.

Sementara, dalam Muktamarnya yang ke 24 di Bandung tahun 1967,  para 
Muktamirin mendesak pada PBNU agar Presiden Soeharto melakukan reshuffle 
kabinet Ampera bikinan Orde Baru. Sebab dalam kabiet itu dianggap sangat 
tidak mencerminkan  kekuatan politik yang hidup di masyarakat, dan NU 
khususnya. Sementara mereka menuntut agar representasi NU diwujudkan secara 
adil dalam kabinet Ampera. Tetapi usulan semacam itu tidak pernah 
ditanggapi.

Ketika NU berhasil mendesak Orde Baru untuk segera menyelenggarakan pemilu 
agar presentasi di pemerintahan berdasarkan atas pemilihan  secara fair, 
Pemilu memang terpaksa diselenggarakan tahun 1971 di mana NU keluar sebagai 
pemenang nomor 2, sebagi pesaing utama Golkar. Sementara partai besar 
seperti PNI mendapat sangat sedikit suara. Namun kemenangan NU yang 
spektakuler itu sama sekali tidak dihargai. Penyusunan kabinet tetap tidak 
memperhatikan kekuatan partai, akhirnya kabinet hanya diisi oleh tentara dan 
para ahli. Bahkan, kementeriaan agama yang biasanya dipegang oleh NU, selama 
Orde Baru pos tersebut diberikan kepada tentara dan para teknokrat Orde 
Baru. Dengan alasan keahlian padahal mereka sama sekali tidak ahli.

Baru setelah reformasi, di mana tercipta sistem politik multipartai, baru NU 
mendapatkan kursi di kabinet, itupun setelah  menunggu lebih dari 30 tahun 
distigma sebagai tidak terpelajar dan tidak mampu serta didiskriminasi 
sebagai kaum tradisional yang tidak mengikuti perkembangan.  Perkembanagan 
politik yang spektakuler mengantar kader NU Abdurrahman Wahid menjadi 
Presiden RI tahun 1999 kemudian disusul  kader yang lain seperti Hamzah Haz 
menjadi wakil presiden. (Abdul Mun’im DZ)


__________ Information from ESET Smart Security, version of virus signature 
database 4193 (20090626) __________

The message was checked by ESET Smart Security.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke