---------- Forwarded message ----------
From: rifky pradana <[email protected]>
Date: 2009/6/22
Subject: [eramuslim] Wawancara dg Soeripto dari PKS.
To: [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected]




Tentang ditolaknya cawapres dari PKS, pilpres putaran kedua dg ‘aksi
kekerasan’, ‘kemerosotan PKS’, dan ‘Islamphoby Amerika’ dilontarkan oleh
Soeripto SH yg menjabat Ketua majelis dewan pakar PKS pada wawancara
eksklusif
dg TVone pada program INTERPOL (interview politik) kamis malam 18-juni-2009.


Wawancara itu sendiri berlangsung 2-juni-2009 di kediamannya
dan di gedung DPR.

Sekedar mengingatkan bhw Soeripto lama berkecimpung di dunia
inteligen negara, sempat masuk birokrat lalu kepincut masuk ke PKS setelah
akrab di hari tuanya dg seorang ustadz PKS seperti diakuinya pada wawancara
tsb.

Sengaja saya tulis di sini untuk sharing dg kawan-kawan mengingat pandangan
dan statement beliu sangat relevan disimak pada masa kampanye pilpres 2009.


Ditolaknya
cawapres PKS :

Soeripto mengatakan bahwa dalam amplop yg diserahkan ke SBY ada
tiga nama yaitu tokoh-tokoh utama PKS untuk menjadi cawapres.

PKS sangat terkejut ketika ditolak karena sebagai mitra koalisi dg
perolehan suara tertinggi tentu sangat wajar memperoleh kehormatan sbg
cawapres.

Usut punya usut katanya semua itu akibat ‘tekanan asing’ yg
khawatir unsur Islam akan menghambat demokrasi di Indonesia.

Walau tidak secara implisit disebutkan negara mana jelas bagi saya
itu adalah Amerika dan negara-negara barat di mana SBY punya hubungan akrab.

Dalam hal ini saya [penulis]
kecewa dg penilaian Amerika dan intervensinya yg tidak menghargai bhw gelora
reformasi 1998 dimotori seluruhnya oleh pentolan-pentolan intelektual Islam
yg
menunjukan hasratnya yg tinggi pada kehidupan yg demokratis di indonesia.

Jangan-jangan ini cuma alasan yg dibuat-buat demi kepentingan
politik hegemoni Amrik plus kelangsungan projek korporat-korporat raksasa
Amrik
di nusantara. Alias demi kepentingan ekonomi Amrik semata terus nama Islam
dipojokan dg nuansa Islamphoby yg sangat kurang ajar.


Pilpres
Putaran Kedua :

Soeripto mengatakan khawatir kalo pilpres sampe ke putaran kedua
akan terjadi aksi kekerasan.

Tapi sayang tidak dijelaskan apa alasannya beliau khawatir.

Saya [penulis] tidak sepaham karena kita sudah pernah adakan
pilpres 2004 dg dua putaran berlangsung damai walupun kubu pemerintah
[megawati] dikalahkan oleh kubu oposisi [SBY].

Penulis anggap kekawatiran beliau sangat berlebihan, atau bisa
jadi beliau sedang propaganda pilpres satu putaran saja di TVone secara
halus
tapi nakut-nakuti, entahlah !.


Kemerosotan
PKS :

Menanggapi derasnya keluhan dan antipati simpatisan kepada PKS
akibat prilaku plin-plan tokoh-tokoh PKS Soeripto tampak sangat prihatin dan
berkali-kali mengatakan akan mengevaluasi semua itu dg petinggi-petingi PKS.


Tekanan
Islam, SBY dan Boediono :

Menanggapi tekanan unsur Islam kepada SBY akibat penunjukkan
Boediono sbg cawapres serta isu politisasi Islam, Soeripto beranggapan bahwa
seharusnya SBY menerima tekanan unsur Islam sebagai kekuatan [sekali lagi
sebagai KEKUATAN] karena
mayoritas penduduk indonesia adalah umat islam.

Dengan kalimat lain Soeripto menjelaskan pula bahwa mestinya SBY
tidak menolak tekanan tsb karena TEKANAN tsb bisa dijadikan KEKUATAN bagi
SBY.

Dalam hal ini penulis tidak sependapat karena Soeripto
mencampur-adukan umat islam seolah-olah semuanya terdiri atas santri
Islam-politik.

Padahal riil terdiri atas beberapa kelompok yaitu kaum
santri dan kaum abangan. kaum santri sendiri terdiri atas tiga kelompok

Yaitu islam-awam yg samasekali tidak terlibat organisasi
islam manapun.

Lalu islam-gerakan yg aktif di organisasi islam (misal NU,
Muhammadiyah, Hizbuth Tahir).

Lalu islam-politik yg aktif menjadi politisi di parpol berbasis
Islam..

Kaum Islam abangan yg identik dg Nasionalis jumlahnya tiga kali
lipat atau lebih dari pada kaum santri, itu bisa dilihat dari perolahan
suara
parpol islam pada pemilu yg secara keseluruhan hanya 30%.

Bagaimanapun saya sangat bersyukur sempat menyaksikan acara
INTERPOL TVone yg sangat menarik dg salah satu sesepuh sekaligus petinggi
Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selanjutnya silakan anda menilai sendiri.

Wassalam.

Artikel
ini dapat dibaca di :
Wawancara
Sangat Menarik TVone dengan Soeripto SH dari PKS.
http://public.kompasiana.com/2009/06/22/wawancara-sangat-menarik-tvone-dg-soeripto-sh-dari-pks/

***

[Non-text portions of this message have been removed]

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke