http://www.antaranews.com/view/?i=1246865182&c=INT&s=ASP
Penahanan Mahasiswa Indonesia di Mesir Jangan Terulang
Senin, 6 Juli 2009 14:26 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 206 kali
Jakarta,(ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda 
mengharapkan peristiwa penahanan empat mahasiswa Indonesia di Mesir jangan 
sampai terulang kembali.

"Pemerintah Indonesia telah melakukan nota protes kepada Pemerintah Mesir 
terkait kasus penahanan terhadap mahasiswa Indonesia tersebut," katanya usai 
membuka kegiatan "Indonesia Election Visitor Program (EVP), diTangerang 
Banten, Senin.

Menlu Hassan menyebutkan, Pemerintah Indonesia telah melakukan penelusuran 
fakta dan kronologi peristiwa tersebut melalui KBRI di Kairo, Mesir.

"Sistem pemerintahan di negara kita dengan Mesir jelas berbeda," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan mahasiswa itu yakni Fathurrahman mahasiswa tingkat IV 
asal Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah,Riau.

Tiga korban lainnya adalah Ahmad Yunus yang juga mahasiswa tingkat IV asal 
Kecamatan Bangun Purba, Azril mahasiswa tingkat I asal Rokan IV Koto dan 
Tasrih Sugandi mahasiswa tingkat I asal daerah transmigrasi SP4, Provinsi 
Riau .

Penahanan empat mahasiswa tersebut dilakukan "Amni Daulah" (polisi Mesir) 
pada 28 Juni 2009 hingga dibebaskan 1 Juli 2009. Mereka dijemput paksa dari 
sebuah rumah kost di Kairo.

Dalam proses introgasi para mahasiswa mengaku sempat dianiaya seperti 
ditelanjangi, dipukuli dan disetrum. Bahkan, Fatturahman mengaku sempat 
disetrum di kemaluannya dan meninggalkan bekas luka-luka.(*)
http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=16479
Sabtu, 04 Juli 2009 , 08:59:00
Gubri Minta Deplu Lakukan Pembelaan
Tiga Mahasiswa Riau Disiksa di Mesir



MESIR (RP) - Empat mahasiswa Indonesia, tiga di antaranya berasal dari 
Kabupaten Rokan Hulu Riau, yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar, 
Kairo, menjadi sasaran pelecehan dan penyiksaan psikis kepolisian Mesir. 
Mahasiswa itu dituduh terlibat dengan jaringan organisasi Palestina, Harakat 
Al-Muqawwamat Al-Islamiyyah alias Hamas. Mereka diamankan dari bangunan dua 
lantai yang menjadi tempat tinggal mereka di Nasr City pada Ahad (28/6) dini 
hari waktu setempat.

“Mahasiswa kita ditangkap tanpa ada surat perintah oleh Polisi Sektor Nasr 
City dan dilepas Rabu (1/7) dini hari,” ujar pejabat fungsi konsuler 
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo Muhammad Abdullah ketika 
dihubungi JPNN dari Jakarta, Jumat (3/7).

Abdullah kemudian menceritakan kronologis kejadian. Pada Ahad (28/6) dini 
hari sekitar pukul 03.30 waktu setempat, flat yang terletak di daerah 
Tubromli Distrik 10 Nasr City itu tiba-tiba didatangi sekitar 22 orang. 
Sekitar 20 orang di antaranya membawa senapan laras panjang dan berseragam 
lengkap sedangkan dua orang berpakaian preman.

Mereka kemudian menginterogasi dan mengintimidasi enam orang mahasiswa 
Indonesia yang kedapatan ada di dalam bangunan itu. “Mereka melakukannya 
tanpa surat perintah dan instruksi jelas. Itu yang membuat kami geram,” 
terang Abdullah.

Setelah melakukan penggeledahan, dua orang mahasiswa yang hanya numpang 
tidur di flat itu dilepas. Sedangkan, empat sisanya yang merupakan penghuni 
tetap tempat itu diamankan. Tiga dari empat mahasiswa tersebut berasal dari 
Kabupaten Rokan Hulu Riau yakni Faturrahman, Arzil dan Tasrih Sugandi. 
Sedangkan, Ahmad Yunus berasal dari Kecamatan Bangun Purba, Sumatera Utara. 
Tapi informasi berbeda disampaikan Ketua DPD KAI Riau Ramlan Comel. Menurut 
pengacara yang akan melakukan pembelaan terhadap kasus ini, keempat 
mahasiswa itu berasal dari Kabupaten Rokan Hulu.

Peristiwa itu dipicu karena empat mahasiswa itu kedapatan membuka situs 
ikhwan online yang di dalamnya terdapat gambar tokoh Hamas yakni Syekh Ahmad 
Yasin. Di salah satu tembok kamar juga didapati poster tokoh yang sama. 
Mengetahui hal itu, Kepolisian Mesir langsung menangkap empat mahasiswa 
Indonesia itu. “Sempat ada kekerasan juga di tempat itu,” kata Abdullah.

Pejabat Penerangan Sosial Budaya KBRI Kairo Danang Waskito menambahkan bahwa 
diduga polisi mencari Ismail Nasution, mahasiswa Indonesia asal Tapanuli 
Selatan, yang selama ini dianggap banyak berteman dengan orang Mesir. “Namun 
saat pengerebekan di kos, Ismail tidak ada di tempat dan keempat temannya 
yang menjadi sasaran penangkapan,” kata dia.

Setelah ditangkap, mata mereka ditutup dan dibawa ke penjara. Bahkan, di 
dalam kantor polisi keempat mahasiswa diinterogasi dengan kaki terikat. 
Mahasiswa itu juga mengaku sempat disentrum dan ditelanjangi selama proses 
penahanan yang berlangsung tiga hari dua malam. “Memang ada bukti kekerasan 
dan itu akan menjadi acuan nota protes,” tegas Danang.

Abdullah mengatakan bahwa KBRI telah menempuh langkah hukum dan melakukan 
pembelaan. Bahkan, mahasiswa itu akhirnya bisa bebas setelah ada bantuan 
pengacara dan rentetan lobi kepada otoritas setempat. Dua di antara empat 
mahasiswa itu memang baru berada di Mesir selama tiga bulan dengan Bahasa 
Arab yang pas-pasan dan itu ikut menyulitkan komunikasi dengan polisi.

“Aparat Mesir menggunakan Undang-undang darurat perang sebagai dasar 
penangkapan sehingga kami sempat sulit melakukan pembelaan,” paparnya.

Kini, para mahasiswa itu telah diamankan oleh pihak KBRI dan sedang dalam 
proses recovery. KBRI juga belum menerima kejelasan dari pemerintah setempat 
terkait aksi pelecehan itu.

Untuk itu, KBRI telah melayangkan nota protes yang intinya sangat keberatan 
dan menyayangkan cara penangkapan dan penanganan para pelajar asa Indonesia 
itu. Apalagi, otoritas setempat juga tidak memberitahukan kepada KBRI 
perihal penangkapan itu. “Kami telah memproses upaya pembelaan kepada 
Universitas Al Azhar agar tidak ada sanksi apapun dan mereka memahaminya,” 
ungkap Abdullah.

KAI Riau Mengecam
Menyikapi kejadian ini, Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Riau H 
Ramlan Comel SH mengecam tindakan polisi Mesir. Kepada wartawan, Jumat 
(3/7), Ramlan Comel mengatakan bersedia untuk membantu para mahasiswa 
tersebut untuk memperoleh keadilan di negeri Piramid itu.

‘’Saya sangat mengecam keras perbuatan aparat hukum Mesir terhadap 
penyiksaan empat mahasiswa asal Riau ini. Kita dari KAI Riau siap untuk 
memberikan bantuan hukum kepada empat mahasiswa ini,’’ ungkap Ramlan Comel 
didampingi Humas KAI Riau Zulhijman Rusli SH.

Advokat senior ini mendesak pemerintah untuk dapat memberikan perhatian 
kepada mahasiswa tersebut. Apalagi dengan adanya kejadian ini empat 
mahasiswa tersebut dikabarkan mengalami trauma sehingga akan berdampak pada 
masa depan kehidupannya kelak. Mereka adalah putra bangsa yang diharapkan 
bisa membangun negeri ini.

‘’Jika dimungkinkan akan kita kirimkan beberapa orang perwakilan advokat 
Riau ke Kairo Mesir untuk mendampingi empat mahasiswa tersebut,’’ tambah 
Zulhijman.

Disebutkan Ramlan Comel, dalam waktu dekat KAI Riau akan segera menyurati 
dan mendesak sekaligus menemui Menteri Luar Negeri bersama advokat di 
Jakarta yang tergabung didalam DPP KAI untuk menyusun langkah-langkah 
pembelaan.

Gubri Minta Deplu Lakukan Pembelaan
 Penyiksaan mahasiswa Riau oleh polisi Mesir ini memantik reaksi Pemerintah 
Provinsi Riau. Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP langsung meminta 
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia mengajukan protes resmi, melakukan 
upaya pembelaan, meneliti dan menyelesaikan kasus ini secara tuntas.

“Saya sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa mahasiswa kita ini. Saya 
minta dengan sangat, Deplu untuk dapat meneliti dan mengusut peristiwa ini 
secara tuntas, tentu saja dengan melakukan pembelaan terhadap kekerasan dan 
penyiksaan yang menimpa mereka, ‘’ ujar Gubri yang sedang berada di Teluk 
Kuantan, Kuansing saat dihubungi Riau Pos, malam tadi.

Untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya, Gubri mengatakan, Pemprov Riau 
akan meminta laporan lengkap dari Deplu untuk mengetahui persoalan yang 
sebenarnya.

“Bila tidak ada indikasi mengenai tuduhan itu, tentu kita menyayangkan. Kita 
minta sebuah proses pembelaan yang obyektif. Sebab, masalah ini menyangkut 
keberadaan seluruh mahasiswa Riau di Mesir. Kejadian ini bisa mengganggu 
konsentrasi dan memberi pengaruh negatif terhadap psikologis mereka,’’ ujar 
Gubri.

Gubri juga berpesan kepada mahasiswa Riau yang menuntut ilmu di luar negeri 
untuk memperhatikan peraturan yang berlaku di Mesir. Selain menimba ilmu di 
negeri orang, sebaiknya juga memperhatikan apa yang terjadi di daerah 
tersebut.

Selain usaha tersebut, Pemprov Riau juga akan memberikan bantuan kepada 
mahasiswa tersebut. “Kita minta dulu laporan resmi dari Deplu. Kita juga 
akan menelusuri informasi melalui koordinator mahasiwa Riau yang ada di 
sana, termasuk kemungkinan kita  memberikan bantuan yang diperlukan,’’ ujar 
Gubri.

Sayangnya, hingga tengah malam, Riau Pos tidak berhasil mendapatkan respon 
simpatik dari Pemkab Rohul terhadap kejadian naas yang menimpa mahasiswa 
asal Rohul ini.

Bupati Achmad yang sedang berada di Jakarta, tidak bisa dihubungi. 
Sedangkan, Wakil Bupati Sukiman, saat dihubungi mengaku sedang berada di 
jalan di area sulit dihubungi. ‘’Saya di jalan. Halo..., putus-putus,’’ 
katanya. Setelah itu, handphone-nya tidak aktif  dan sms konfirmasi yang 
dikirim kepadanya tidak dibalas.(zul/iro/jpnn/lim/fia) 


__________ Information from ESET Smart Security, version of virus signature 
database 4193 (20090626) __________

The message was checked by ESET Smart Security.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke