Tulisan Gus Mus di FB.

http://www.facebook.com/home.php#/note.php?note_id=98941283333&ref=mf

MEMILIH PEMIMPIN BANGSA
Share
Friday, July 3, 2009 at 4:32am
Beruntunglah kita, memiliki calon-calon presiden dan wakil presiden yang 
hebat. Semuanya berpengalaman memimpin. Semuanya memikirkan rakyat. Semuanya 
dekat dengan umat Islam. Semuanya melindungi kaum minoritas. Semuanya ingin 
mensejahterakan kita. Semuanya adalah tokoh-tokoh Indonesia tulen.

Kalau pun ada issu macam-macam, itu hanyalah dinamika kampanye. Sering kali 
tim sukses masing-masing calon memang lebih bersemangat katimbang 
calon-calonnya sendiri. Tak ubahnya supporter sepak bola yang terlalu 
bersemangat mendukung kesebelasannya , seringkali tim sukses dan pendukung 
capres/cawapres lupa bahwa semua calon itu bersaudara. Sama-sama warga 
Indonesia yang ingin kebaikan Indonesia.

Calon-calon itu, semuanya, adalah tokoh-tokoh Indonesia yang merasa didorong 
oleh keinginan memimpin rakyat menuju Indonesia yang adil dan makmur 
sebagaimana cita-cita Kemerdekaan kita. Dalam hal itu mereka melakukan 
ijtihad-ijtihad politik yang tentu saja –namanya orang banyak—berbeda antara 
yang satu dengan lainnya. Masing-masing memiliki cara untuk mencapai 
keinginan luhur itu. Termasuk dan terutama bagaimana cara merayu pemilih. 
Bahkan ijtihad yang sekarang tidak sama dengan ijtihad tahun 2004. Alhukmu 
yaduuru ma’al illah, dalilnya; Hukum berputar sesuai alasannya.

Maka jangan heran, kalau dalam pilpres 2009 sekarang ini, pasangan-pasangan 
dan pendukung-pendukungnya tidak sama dengan dalam pilpres 2004 dulu. Dulu 
SBY bersama JK berpasangan, diusung koalisi Partai Demokrat dengan beberapa 
partai lainnya. Golkar waktu itu mencalonkan Wiranto dan Gus Solah di 
putaran pertama; di putaran kedua mendukung pasangan Mega-Hasyim yang 
diusung PDIP. Sekarang JK maju sendiri, dicalonkan Golkar berpasangan dengan 
Wiranto yang dulu menjadi saingannya. Mega yang dulu berpasangan dengan 
Hasyim yang ketua NU, kini berpasangan dengan Prabowo yang juga kader 
Golkar.

Pendukung-pendukung para calon pun, meski ‘istiqamah’ dalam hal dukung 
mendukung, namun berdasarkan ijtihad paling baru, pilihan mereka berubah 
pula. Mungkin hanya orang-orang yang suka mengatasnamakan NU yang 
benar-benar ‘istiqamah’ dan ‘konsisten’ menggunakan NU untuk mengampanyekan 
calon pilihan yang mereka dukung.

Setiap orang –tidak terkecuali capres/cawapres-- pasti mempunyai kelebihan 
dan sekaligus kekurangan. Mereka yang mendukung salah satu capres/cawapres, 
pasti hanya akan melihat dan menonjolkan kelebihan-kelebihannya saja. Bila 
mereka terlalu bersemangat, bahkan mungkin akan mereka-reka kelebihan yang 
sejatinya tidak dimiliki oleh calonnya itu. Dan ini wajar dan tidak masalah. 
Yang mungkin akan menjadi masalah apabila mereka tidak mencukupkan diri 
dengan itu, tapi juga sambil mencari dan menonjolkan kekurangan-kekurangan 
calon lain. Apalagi bila sengaja direka-reka kekurangan yang sejatinya tidak 
dimiliki oleh calon lain itu.

Dulu, menjelang pilpres tahun 2004 ada seorang pendukung salah satu 
capres/cawapres yang marah ketika mendengar saya mengatakan bahwa karena 
semua calon adalah putera-putera Indonesia yang baik, saya jadi mudah untuk 
menentukan pilihan. Bahkan dengan merem, menutup mata, saja, saya akan bisa 
memilih pemimpin Indonesia dan tidak khawatir keblondrok. Saya tidak tahu 
persis mengapa si pendukung tersebut marah. Bukankah saya tidak menjelekkan 
atau merendahkan calon yang ia dukung, bahkan memuji dan mengangkatnya?

Boleh jadi lantaran terlampau semangat, si pendukung itu jengkel mendengar 
orang bicara soal pilpres kok tidak secara jelas menyebut capres/cawapres 
yang ia dukung. Mungkin juga dia berpikir, karena banyak kiai yang mendukung 
capres/cawapres yang ia dukung, kenapa saya –yang katanya juga kiai—kok 
tidak ikut mendukung. Kenyataan yang menarik: belakangan saya dengar, di 
pilpres 2009 ini, si pendukung tersebut menyatakan akan golput.

Waba’du; kita semua sudah menyaksikan kampanye semua calon dan mendengarkan 
program-program serta janji-janji mereka bila mereka menang. Bahkan sebelum 
itu, kita sudah mengenal masing-masing mereka. Karena mereka semua adalah 
tokoh-tokoh nasional yang tidak asing lagi. Maka kita bisa menjadikan semua 
itu sebagai panduan untuk memilih pada saatnya nanti. Maksud saya 
pengetahuan dan pengenalan kita terhadap masing-masing calon itulah yang 
menurut saya patut dijadikan panduan untuk memilih. Dengan demikian dan 
dengan niat ibadah, mengupayakan kemaslahatan Indonesia (bukan golongan), 
kita akan menentukan pilihan hati kita masing-masing. Bismillah.

Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang benar-benar 
takut kepada Allah dan menyintai rakyatnya. Amin.



__________ Information from ESET Smart Security, version of virus signature 
database 4193 (20090626) __________

The message was checked by ESET Smart Security.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke