BIARKAN RATUSAN SUNGAI MENUJU SAMUDRA
Diposting oleh Muhammad Iqbal di facebook.
*Catatan:
Bagi yang belum sempa membaca di Kompas. Dan ini adalah sebuah tulisan yang
umum dan biasa bagi para "pejalan". Namun menjadi tidak umum dan luar biasa
karena digelontorkan kepada masyarakat kebanyakan oleh seorang Rektor UIN
Syarif Hidayatullah. Salut buat Mas Komar. Semoga dapat mencerahkan para
pemuka dan penganut agama yang berpikiran sempit.
Salam Ta'zim,
M. Iqbal*
Biarkan Ratusan Sungai Menuju Samudra
*Sabtu, 19 September 2009 | 02:35 WIB
Oleh Komaruddin Hidayat*
Ketika Rumi, sang sufi, meniup seruling, hatinya merasa sedih dan pilu
karena yang terdengar dari seruling itu adalah tangis kerinduan untuk
kembali bergabung dengan rumpun bambu tempat dia berasal.
Begitulah Rumi mengingatkan, bisikan rohani terdalam kita selalu merindukan
kampung asal bersama teman-teman di surga firdaus, mirip kerinduan hati
untuk pulang mudik ke kampung halaman setiap Lebaran tiba.
Entah sudah berapa juta tahun anak-cucu Adam tinggal di bumi dan berapa nabi
dan agama terlahir menyampaikan panggilan dan petunjuk untuk menapaki jalan
lurus menuju Tuhan. Telah muncul ratusan agama, semua menawarkan jalan
terdekat menuju Tuhan. Namun, yang terkenal dan memiliki banyak pengikut
saat ini mungkin hanya lima rumpun agama, Hindu, Buddha, Yahudi,
Katolik/Kristen, dan Islam, meski di luar yang lima itu ada ratusan agama
menurut definisi dan keyakinan pendukungnya.
Ibarat air dan sungai
Andaikan Anda tanyakan kepada air minum yang terhidang di atas meja, ke mana
gerangan dia hendak bepergian, jawabnya dia sedang bergulat dengan nasib
meneruskan perjalanan menuju samudra luas berkumpul dengan yang lain.
Begitupun setetes embun yang menempel di daun pada pagi hari, atau air yang
tergenang di kolam, mereka senantiasa damba menemukan lorong sungai yang
mengantarkan pulang ke samudra. Air hujan yang tumpah ke bumi membawa berita
untuk sesamanya yang sudah lama tinggal di perut bumi, di kolam dan danau,
bahwa samudra, bak sang ibu, senantiasa menunggu dan merindukan kepulangan
mereka untuk berkumpul kembali.
Maka muncul ribuan sungai berpawai sambil meneriakkan tangis rindu serta
kegembiraan untuk kembali menyatu dengan samudra luas, jernih, dan indah
tempat asal mereka. Di antara sungai-sungai itu mungkin ada yang kesal dan
marah karena seribu macam kotoran dan penyakit ditimpakan kepadanya oleh
manusia sehingga jalannya lamban dan menjadi cemohan orang. Namun, banyak
juga yang tertawa karena airnya yang jernih dengan ikannya yang
cantik-cantik hidup berseliweran, sementara sawah yang dilewati menyampaikan
terima kasih karena menjadi subur.
Namun, bagaimanapun kondisi sungai itu, semua airnya memiliki target akhir
yang sama, kembali ke samudra, meski mungkin di antara serombongan air itu
ada yang berputar-putar dan entah berapa ratus tahun baru sampai ke tujuan
akhir.
Meski jumlah sungai mencapai ribuan, namun saat didekati, tiap sungai itu
unik, masing-masing memiliki nama, kedalaman, panjang, dan wilayah sendiri.
Jenis ikan dan sampahnya pun berbeda-beda. Namun, jika Anda menaiki pesawat
terbang lalu berputar-putar melihat dari atas, akan terlihat semua sungai
itu memiliki kesamaan, berjuang menuju samudra.
Demikianlah, mungkinkah ratusan agama yang dipeluk jutaan, bahkan miliaran
penduduk bumi itu ibarat sungai-sungai yang menghimpun kerinduan rohani
manusia untuk mendekat dan bergabung dengan Tuhan? Bukankah Tuhan bagai
samudra kasih yang senantiasa menampung dan merindukan semua roh manusia
untuk bergabung kembali dengan-Nya? Dari mana pun arahnya, apa pun yang
terbawa olehnya, samudra tak pernah menolak kehadiran sungai. Berbagai virus
yang dibawa bahkan dinetralisir, tetapi sebagian kotoran akan diempaskan
kembali ke daratan.
Di balik keunikan tiap agama dengan segala ragam karakter, wajah, dan
penampilannyadi antaranya ada yang ramah dan yang menakutkansaat diurai,
pada lapisan terbawah ada riak dan arus kerinduan tiap anak cucu Adam yang
bergabung di dalamnya untuk kembali kepada Tuhan. Tiap agama mengajarkan
kidung pujian pada-Nya. Dan tiap jiwa pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Menuju samudra
Jika saja semua agamasebagaimana sungai-sungai itudijaga kejernihannya dan
ditata rapi, semua orang akan merasa senang memandangnya. Bahkan, di
berbagai negara, sungai di tengah kota dipandang warganya sebagai hiasan.
Sungai itu menjadi kesayangan. Warga kota ramai-ramai menjaga kebersihan dan
keindahannya karena menjadi tempat rekreasi yang sedap dipandang mata.
Sekali lagi, jika ratusan agama itu bisa dianalogkan dengan ratusan sungai,
biarlah semua mengalir menuju samudra dari arah berbeda-beda dengan karakter
masing-masing. Biarlah para pemeluknya merawat baik-baik agar menyuburkan
semua tanah yang dilalui dan indah dipandang mata.
Suka atau tidak, di muka bumi ini ada ratusan sungaisebagaimana ratusan
agamayang semuanya menampung himpunan air, ingin kembali ke samudra.
Alangkah damainya jika kita mampu dan berlapang hati menatap keragaman itu
sebagai realitas kehidupan yang pantas dirayakan. Namun, selalu saja ada
orang yang bertengkar membuat kapling-kapling nama lautan, padahal saat air
bertemu samudra, dia tidak memedulikan lagi apakah bergabung di Laut Jawa,
Lautan Hindia, Selat Sunda, Pasifik, atau tempat lain karena hakikat samudra
adalah satu. Samudra itu satu dengan beragam nama, sebagaimana esensi air
sama tetapi bergabung ke sungai dengan beragam nama?
Setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa, semoga kita menemukan kembali
kefitrian sehingga menjadi pribadi yang lapang, penyebar damai, dan bisa
merayakan keragaman hidup.
*Komaruddin Hidayat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Link:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/19/02353185
/biarkan.ratusan.sungai.menuju.samudra *
<http://www.facebook.com/photo.php?pid=2501653&op=1&view=all&subj=284106100450&aid=-1&auser=0&oid=284106100450&id=703683838>
------------------------------
Get your preferred Email name!
<http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[email protected]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/