http://www.detiknews.com/read/2009/09/29/232455/1211398/10/ketua-baru-pbnu-diharapkan-berkontribusi-atasi-lumpur-lapindo Ketua Baru PBNU Diharapkan Berkontribusi Atasi Lumpur Lapindo Shohib Masykur - detikNews
Jakarta - Mayoritas korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, adalah warga nahdliyin atau Nahdlatul Ulama (NU). Namun selama ini peran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dirasa sangat kurang dalam turut serta menyelesaikan persoalan lumpur tersebut. Muktamar NU yang akan digelar di Makassar Januari 2010 mendatang harus menjadi momen bagi warga NU untuk memilih pemimpin yang memiliki keberpihakan terhadap korban Lumpur Lapindo. Demikianlah seruan Warga NU Alumni UGM kepada seluruh warga NU di manapun berada. “Kami menyerukan untuk memilih pemimpin NU yang mampu menekan pemerintah atau pun pihak terkait untuk menyelesaikan masalah luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo di mana kaum nahdliyin merupakan mayoritas korban,” kata perwakilan Warga NU Alumni UGM, Heru Prasetia, dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (29/9/2009). Menurut Heru yang mewakili para warga NU alumni UGM dari berbagai kalangan profesi ini, semakin hari NU semakin terjebak dalam berbagai konflik kepentingan politik praktis-pragmatis. NU semakin jauh meninggalkan masyarakat kelas bawah yang nota bene merupakan ‘konstituennya,’ seperti petani, nelayan, pedagang kecil, TKI, dan sebagainya. “Ini terbukti NU tidak mampu memberikan kontribusi riil atas segala hal yang dialami oleh umatnya. Kasus Lapindo, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), berbagai penggusuran di Surabaya, dan banyak kasus lainnya. Keberadaan NU sebagai organisasi tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh mayoritas kaum nahdliyin sendiri,” ucap Heru. “Kini, sebagai organisasi, NU sudah jauh dari semangat transformasi sosial membela kaum lemah yang merupakan bagian terbesar dalam NU itu sendiri,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Lafadl Initiatives, sebuah NGO berbasis di Jogja. Karena itulah Ketua PBNU ke depan haruslah figur yang mampu membawa NU untuk kembali berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan riil yang dihadapi warga nahdliyin. Pemimpin seperti ini haruslah orang yang tidak berpaham kapitalisme liberal karena mayoritas warga nahdliyin adalah orang miskin yang pasti akan dirugikan dengan liberalisasi ekonomi. Selain itu figur Ketua PBNU juga harus merupakan orang yang mampu mengawal paham ahlus sunnah wal jamaah. Sebab ancaman ideologi radikal dalam skala global-transnasional yang mengarah pada kekerasan dan terorisme harus dihadapi dengan paham ahlus sunnah wal jamaah. “Pemimpin NU harus mampu menjadikan NU sebagai gerakan sosial yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kaum nahdliyin maupun masyarakat secara lebih luas,” tandas Heru. (sho/mad) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! In nature there's no blemish but the mind None can be called deformed but the unkind (William Shakespeare) Regard,Slamet Thohari [Non-text portions of this message have been removed]
