Assalamualaikum wrwb.

Menurut Wahyu ALLAH kpd nabi Isa as, sesunguhnya ulama2 (yg bermacam golongan 
ulama2) tidak berhak menghakimi, mengharamkan atau melarang keyakinan agama 
orang lain dengan tuduhan2 ajaras SESAT dll.

Sekarang kita sering mendengar di Indonesia  dan Malaysia dimana Majelis Ulama2 
mengharamkan keyakinan2 orang lain yang tidak sepaham dgn majelis Ulama2. 
Sebagaimana contoh di Saudi, dimana sebahagian ulama2 wahabi Fundamentalis 
masih mengeluarkan FATWA HARAM kpd muslim Syiah.

Bagaimana pendapat anda semua disini,mari berbagi ilmu.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta 
alam. (QS.21:107-108)

Islam adalah agama membawa kedamaian kepada masarakat. Kedamaian akan dapat 
tercipta kalau ulama atau pemerintah tidak ikut campur dengan keyakinan orang 
lain.Dan tidak menghakimi keyakinan orang lain walaupun berbeda.

Kalau ulama2 atau pemerintah ikut campur masalah keyakinan orang lain, maka 
akan terjadi bukan masarakat yang damai, tapi sebaliknya akan terjadi 
perpecahan atau permusuhan antara yang melarang dan yang di larang oleh ulama2 
atau pemerintah.

Terjadi Pro dan KON dlm masarakat yang PLURAL; terbukti di Indonesia dimana MUI 
mengharamkan Muslim Ahmadiyah....sampai hari ini umat Islam masih terpecah 
belah...Pro GUS DUR yang membela Ahmadiyha, dan Pro.MUI dan FPI yang menentang 
Ahmadiyah....

Akirnyan akan terjadi perebutan MUI. Kalau gol GUs dur yang berkuasa nanti, 
Ahmadiyah akan di puitihkan kembali...pasti FPI cs akan menentang habis2an 
pula...demikianlah seterusnya....tetap bermusuhan..
Benar bukan?

Dalam zaman Rasulullah saw kalau ada orang2 Islam kemudian menjadi murtad atau 
ada pula pihak2 lain yang mengaku nabi, maka ALLAH memerintahkan kepada 
Rasulullah saw untuk tidak berlaku kasar, zolim atau melarang keyakinan mereka2 
itu semua itu adalah urusan ALLAH.
Sebagaimana ALLAH elaskan di ayatnya ini;

Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah 
menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap 
mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian 
Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6:159.

As for those who divide their religion and break up into sects, thou hast no 
part in them in the least: their affair is with Allah: He will in the end tell 
them the truth of all that they did.

Dengan adanya peringatan ALLAH diatas itu maka apa yang dilakukan oleh MUI 
terhadap golongan2 yang di anggap sesat seperti Ahmadiyah, Syiah dll adalah 
suatu pelanggaran perintah ALLAH diatas itu. MUI juga sudah sesat dari 
petunjuk2 ALLAH.

TUGAS Rasul dan Ulama2 hanya pemberi peringatan saja,bukan menghukum dan 
mengharamkan.
Tugas kamu ( Muhammad) hanya menyampaikan saja. kami lah yang 
menghisab/menghukumnya perbuatan2 mereka dan...QS.13:40.

Jika mereka tetap berpaling,maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atas 
kamu(Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat ALLAH ) dgn terang Qs 16 :82

Oleh karena MUI mengeluarkan Fatwa haram atau larangan, maka terjadilah 
penzoliman dan penindasan oleh gol Islam Fundamentalis terhadap orang2 Islam 
Ahmadiyah.Akirnya terjadilah masarakat Islam yang terpecah dan tidak damai.

Mari kita bersama sama mengingatkan MUI dan Ulama2 Fundamentalis lain2nya agar 
tidak mengeluarkan Fatwa Haram kpd keyakinan orang lain. 

Biarlah ALLAH saja nanti yang kan menghukum dan biarlah rakyat yang memilih 
agama atau keyakinan agamanya.Semoga masarakat Islam yang berbeda beda ini 
dapat hidup damai danharmoni.

<b>Kalau kita perhatikan umat yahudi dan Nasrani, yang terdiri dari ratusna 
sekte2 kristen dapat hidup damai-harmony in diversity ,
Indah bukan? kita menjadi jelous melihatnya.</b>

Ulama2 /Pastor2 mereka mentaati wahyu2 ALLAH untuk melarang mengharamkan 
keyakinan orang lain,seperti wahyu2 ALLAH kpd nabi Isa as.

<b>Dilarang mengeluarkan Fatwa haram kepada keyakinan orang lain;</b>

Do not judge your brother's faith, you will be not judged.

For with what judgment you judge, with the same measure, it will be measured 
back to you.

Why do you judge your brother's faith? Who do you think you are to judge other,

We all stand before God's judgment hereafter. God made laws, and only God can 
judge people's faith.

<b>Jangan berlaku kasar kepada orang2 yg berbeda keyakinan.</b>

If you act like wild animal, banning, hurting, harming and biting, watch out, 
then one another will destroy one completely.


<b>Dilarang membenci saudara2mu.</b>

If you hates your brothers, you are in darkness, walk in darkness, do not know 
where are going, because the darkness has blinded your eyesÂ…and then you will 
fall into misery.

So, do not judge someone, you will be not judged, love each other, and

Respect differences and respect each other. 

Wahyu2 ALLAH lain2nya menjelaskan seperti dibawah ini;

<b>ALLAH yang membuat peraturan2 dan ALLAH pula yang menghukumnya;</b>

God has made laws for His people, Only God can judge those who follow God's 
Laws or who does not. Who do you think you are to judge one another, you all 
will kneel before God's judgment hereafter.

Artinya;
ALLAH yang membuat peraturan2, hanya ALLAH saja yang berhak 
menghakimi(mengharamkan, menghukum) manusia. Manusia atau ulama2 tidak berhak 
mengharamkan atau menghukum orang lain yang berbeda pendapat atau keyakinan 
beragama, atau berbeda menafsirkan ayat2 ALLAH dan hadits2.Karena semua manusia 
akan menghadap pengadilan ALLAH nanti di akirat.


Itulah wahyu2 ALLAH yang juga ulama2 wajib mempercayainya agar umat Islam dapat 
pula hidup damai-harmony in diversity.

Demikianlah semoga ada manfaatnya penemuan2 saya ini untuk kembali mengoreksi 
aqidah  atau keyakinan kita selama ini.

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan/mengingatkan 
untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang 
yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. QS 90:17-18

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah 
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk 
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu 
ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".QS 27:19.

Wassalamu'alaikum.wr.wb

http://www.islamliberal.net

Kirim email ke