Abdul, apa yang saudara tulis selama ini sebagai kontemporer itu sudah basi, dah banyak yang membahas sebelumnya, dan mayoritas jumhur mengatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal, Nyepi, Waisak dllsbg yang bermuatan agama itu mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya. Menurut Imam Assyathibi dlm muwafaqatnya, apabila mudharat lebih besar dari manfaat maka jatuhnya adalah haram. Sama seperti khomar yang memang ada manfaatnya, namun mudharatnya AKBARU MIN NAF-'IH, maka hukumnya haram. Memang Rasulullah SAW sangat menghormati keberadaan agama lain, akan tetapi sejauh yang saya baca dari kitab2 sirah, bahwa Rasulullah SAW TIDAK PERNAH MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL KEPADA KAUM NASRANI YANG HIDUP DI ZAMAN ITU. DISAMPING ITU, APAKAH BENAR NATAL ITU JATUH PADA TGL 25 DESEMBER ???? BANYAK PARA PAKAR TEOLOGI DAN PAKAR ALKITAB DARI PIHAK KRISTEN SENDIRI YANG SANGAT MERAGUKAN TANGGAL TERSEBUT, BAHKAN MEREKA KATAKAN BAHWA TANGGAL TERSEBUT ADALAH TANGGAL LAHIRNYA DEWA MATAHARI, BUKAN KELAHIRAN NABI ISA ALAYHISSALAAM YANG DI KLAIM OLEH KAUM NASRANI SEBAGAI TUHAN OR ANAK TUHAN.. SO...MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL PADA TGL 25 DESEMBER BERARTI MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS KELAHIRAN DEWA MATAHARI, BUKAN KELAHIRAN NABI ISA ALAYHISSALAAM (MENURUT KAUM MUSLIMIIN) ATAUPUN KELAHIRAN TUHAN (MENURUT KAUM NASRANI)...
So, Abdul, tampaknya saudara kurang banyak membaca, sebaiknya sebelum menulis itu baca dulu beberapa referensi baru mulai menulis disertai analisa yang tajam..karena selama pengamatan saya terhadap semua tulisan-tulisan saudara..SEMUANYA TENDENSIUS, AMBISIUS DAN MENGGEBU-GEBU TANPA LANDASAN DAN PIJAKAN YANG KUAT... --- On Tue, 2/16/10, abdul <[email protected]> wrote: From: abdul <[email protected]> Subject: [kmnu2000] (21) Issue Kontemporer : Ucapan Selamat Tahun Baru dlm Islam To: [email protected] Date: Tuesday, February 16, 2010, 6:31 PM Creative Al Quran Study. Al Quran gives the true solution Book Seri I. By Abdullatif. Assalamu'alaikum wrwb. Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu setan terkutuk dalam menjelaskan ayat2 dibawah ini; TIDAK ADA LARANGAN DALAM AL QURAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI NATAL, IMLEK DAN VALENTINE, KARENA PERBUATAN ITU ADALAH BAIK. HARAM BAGI MUSLIM MENGIKUTI RITUAL AGAMA UMAT NON ISLAM. Menjelang hari Natal, 138 ulama Muslim dari berbagai negara menyampaikan ucapan selamat natal yang dikirimkan kepada para pemuka agama Kristen di seluruh dunia, termasuk Paus Benediktus XVI. Bismilahirahmanirra hiim. Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa': 86) Saya sangat sependapat dengan "Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi " ; Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni'ah saat perayaan agama lainnya. Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni'ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT; --"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: (60) 8) Kebolehan memberikan tahni'ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni'ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami. --"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa'(4): 86) Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain. Dasar ulama2 Islam fundamentalis fanatik adalah merujuk kpd hadits2 palsu dan fatwa2 ulama2 Extrem yang membenci umat yahudi-nasrani dan non islam lain2nya.Jadi atas dasar kebencianlah mereka mengeluarkan fatwa2 bahwa---haram mengucapkan "selamat natal--imlek- --ikut merayakan valantine--- -mengunjungi gereja---dll Inilah hadits palsu yang di taatinya dan salah kaprah; Dari Ibn Umar Radiyallahu `anhu berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu `alaihi wassalam : Barangsiapa yang menyerupai satu satu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka". HR Ahmad, Abu Daud dan at Tabrani(Apakah ini benar ucapan Rasul,juga masih diragukan) Demikianlah semoga ayat2 ALLAH diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita selama ini,dimana umat islam haram mengucapkan --Selamat natal--selamat imlek dll dan merayarakan Hari Valentine.dl Semoga ulama2 Islam Fundamentalis itu mendapat hidayah ilmu yang benar dari ALLAH swt,Hanya ALLAH Yang Maha berkuasa, Wassalamu'alaikum wr wb. [Non-text portions of this message have been removed]
