NU butuh semacam tim independen pemantau bantuan asing. Karena diakui atau tidak aliran bantuan asing melalui komunitas alumni Univ. tertentu ataupun komunitas keturunan/silsilah tertentu sudah nyata banyak di makelari dan dijadikan lahan bisnis.
Tentunya aliran dana tidak sekedar dana tapi di balik itu tentunya terjadi kontrak psikologis dengan si pemberi bantuan. Saya tidak cukup bukti untuk menyampaikan, tapi sinyalemen ini saya rasa butuh di tindak lanjuti. Rizky On Tue, 2009-08-11 at 22:00 +0300, Abdul GhOfuR wrote: > Awas! Kantong NU Disusupi Kelompok Wahabi Radikal > Selasa, 11 Agustus 2009 10:15 > > Jember, NU Online > Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan berlipat saat ini dibandingkan tahun > 1984. Salah satunya adalah tantangan dari kelompok Islam Wahabi radikal yang > menyusup ke kantong-kantong NU. > > Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Ketua Pengurus Besar NU, KH Masdar > Farid Mas'udi, dengan sejumlah petinggi NU cabang Jember, Kencong, dan > Lumajang, di Pondok Pesantren Al Amin Ambulu, Senin (10/8). > > Masdar menganggap pertemuannya dengan sejumlah petinggi NU itu tidak ada > yang istimewa. Diwawancarai beritajatim.com usai pertemuan, ia mengatakan, > jika NU bertekad kembali ke khittah, maka sesungguhnya tekad itu harus > berlipat ganda. > > "Tahun 1984 tantangan NU hanya satu: tidak disukai penguasa. Kalau sekarang, > tantangannya dari atas, samping kiri-kanan, dan dari bawah," kata Masdar. > > Dari atas, menurut Masdar, ada perebutan kekuasaan yang terus terjadi dari > waktu ke waktu, yang menyeret NU untuk berpolitik praktis. Politik praktis > sendiri, kata dia, "tend to corrupt (cenderung korup). Karena menjejaki > politik praktis, NU kemasukan penyakit money politics. Kalau NU kemasukan > penyakit money politics, lalu siapa yang diandalkan menjadi guru moral dan > akhlak?." > > Dari samping, NU menghadapi tantangan dari kelompok fundamentalisme radikal. > Kelompok ini menyusup ke kantong-kantong NU. "Banyak masjid NU dikuasai dan > disusupi," kata Masdar bernada prihatin. > > Bagaimana mereka bisa masuk? Masdar mengatakan, kelompok radikal masuk > melalui masjid. "Masjid itu kan kantong umat. NU mengambil jarak dan tak > begitu care (peduli) dengan umat. NU harus sungguh-sungguh ngopeni > (memelihara) umat," katanya. > > Sementara itu, NU justru menghadapi tantangan dari umatnya sendiri. Umat > sudah tidak lagi memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap para kiai. > "Terakhir mengarahkan NU untuk mendukung Si A, ternyata umat mendukung Si B. > Pimpinan NU ditinggal sendirian sama umatnya," kata Masdar. > > Masdar berpendapat, perlu ada upaya sungguh-sungguh untuk mengembalikan NU > ke jati diri sebagai organisasi yang melayani umat. Itulah sesungguhnya > makna sejati khittah 1926. (mad) > > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan > KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus > meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [email protected] > Yahoo! Groups Links > > > [Non-text portions of this message have been removed]
