From: Sulaiman Effendi <sulaimane2008@ yahoo.com>
To: data-santri@ yahoogroups. com
Sent: Mon, March 29, 2010 8:28:26 AM
Subject: [data-santri] Anak Laki-laki dan Sekantung Paku

  
Anak Laki-laki dan Sekantung 
Paku
March 8, 2009 | In: Alam, Cerita
Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia 
sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar 
pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan 
orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu 
berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang 
dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih 
gampang menahan diri daripada memaku di pagar.
Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku 
pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.Ayahnya 
kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila 
dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba 
harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah 
tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :
“Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak 
lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu 
berselisih paham atau bertengkar 
dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.”
“Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi 
akan meninggalkan luka.”
“Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama 
perihnya seperti luka fisik.”
“Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.”
“Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.”
“Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan 
membuka hatimu.”
“Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka.”
dikutip dari : http://fawatihus. blogspot. com/



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke