Saudara-saudara anggota milist yg masih berakal sehat...
lihat tulisan dibawah ini yang ditulis Almukarram Gus Mus, serta lihat
tanggapan yg disampaikan Abdul yang sering nyeleneh itu...
Semoga saudara-saudara bisa memahami kenapa sebagian besar anggota milist
kmnu2000 ini geram dengan tulisan2nya itu...
TELAGA »
Kajian Tasawuf dan Tafsir
Zakat Fitrah
17 Oktober 2006
21:09:59 | function fbs_click()
{u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+
'&t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
return false; }
html .fb_share_button { display: -moz-inline-block; display:inline-block;
padding:1px 20px 0 5px; height:15px; border:1px solid #d8dfea;
background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981)
no-repeat top right; } html .fb_share_button:hover { color:#fff;
border-color:#295582; background:#3b5998
url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981)
no-repeat top right; text-decoration:none; }
Share
Oleh: A. Mustofa Bisri
Alangkah Mahamurahnya Allah terhadap hamba-hamba Nya. Ia tidak
memberikan kita -hamba hamba Nya- menjadi bulan-bulanan nafsu dan setan
yang dapat menjerumuskan kita kej urang kesengsaraan abadi.Ia menunjukan
kepada kita jalan yang lurus menuju
kebahagiaan sejati. Ia bahkan menyediakan waktu khusus untuk kita
melihatkan diri dan mengokohkan batin dalam rangka menghadapi
musuh-musuh dalam diri yang ingin menjauhkan kita dari-Nya.
Allah tidak hanya memberikan kesempatan kepada kita untuk berpuasa
melatih ketahanan jiwa kita, namun dengan itu pula Ia menjanjikan
ampunan, rahmat dan kebebasan dari azab-Nya. Tentunya, kepada mereka
yang berhasil melalui latihan ini dengan baik. Lebih dari itu, untuk
lebih menjamin keyakinan keberhasilan perjuangan kita di bulan puasa
ini, Allah memberi kesempatan kepada kita-yang memang mempunyai watak
tidak sempurna ini, untuk nambeli kekurangan-kekurangan yang
mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita. Barang kali sesekali,
sementara mulut kita berpuasa tidak makan tidak minum, kita khilaf tidak
memuasakannya pula dari memakan daging saudara-saudara kita yang tak
pantas misalnya.
Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian bahan makanan kita untuk
saudara-saudara kita yang berhak lewat zakat fitrah. Disamping makna
solidaritas yang terkandung dalam zakat fitrah itu, seperti hadis yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud, zakat fitrah juga berfungsi untuk
membersihkan orang berpuasa dari keterlanjurannya beromong kosong dan
berkata buruk saat berpuasa. Bahkan menurut hadis riwayat Abu Hafsin bin
Syaahin, puasa Ramadhan tergantung antara langit dan bumi, dan hanya
zakat fitrah yang bisa menaikkannya ke atas.
Marilah kita menunaikan zakat fitrah untuk menyempurnakan ibadat kita.
Semoga Allah mengampuni kita, merah mati kita, dan membebaskan kita dari
api neraka.
KOMENTAR
latifabdul (latif) menulis:
Bismilahirrahmanirrahiim
Asalamu'alaikum wrwb
Saya bertanya kepada Bpk Mustofa Bisri..bisakah kita digolongan
Syrik,kalau kita mengambil rujukan,aqidah kita beragama kepada perawi2
diatas tadi yang bpk sebutkan? Apakah bisa bpk percaya bahwa itu ucapan
Rasulullah saw?
Kenapa bpk bigitu mudah percaya atau beriman kepada orang2 tersebut
sedangkan Bpk tidak pernah kenal?
Bagi saya agak susah mempercayai orang2 Arab yang belum saya kenal baik.
Apalagi kalau ALLAH memberitahukan sebagai berikut ini;
.Yaa Tuhan ku sesungguhnya kaumku menjadikan Al quran ini suatu yang
tidak diacuhkan" (Qs.25;30) (mereka sudah menjadikan buku2 Hadits
ciptaan manusia sebagai rujukannya.)
23Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kamilah
benar benar memeliharanya (QS.15;9)
4.Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan
beriman?QS.77;50.
Apakah kepada perawi2, ahli2 hadits, guru2…….?
5.Maka apakah mereka tidak mem perhatikan Al Quran ? Kalau kiranya Al
Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan
yang banyak di dalamnya.(QS.4;82).
6. [QS.2/42] Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang
batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu
mengetahui.
Al Quran adalah suci, sedangkan hadist2 adalah tidak suci, oleh karena
itu janganlah dicampur adukan al quran dgn hadist2 sebagai Aqidah kita.
Bagaimana menurut Bpk pemebritahuan2 ALLAH ini? mohon pendapat Bpk ,saya
hargai sekali.
Saya hanya beriman kepada hadits2 yang hanya menjelaskan wahyu2 ALLAH
yang kurang jelas dan wahyu2 ALLAH yang turun kepada nabi2 sebelumnya.
Seperti bersunat,tidak ada di Al Quran tapi ada di taurat dan hadits.Ini
contohnya.
Jadi saya bukan anti sunnah.
Semoga bermanfaat.
([email protected])
wassalamu'alaikum wrwb
hendragst (hendra) menulis:
assalamu
alaikum
saudaraku Latif (insyaallah masih sedulur dalam Islam karena anda masih
mengaku bukan inkar hadits/anti sunnah)
ada 2 yang agak nyeleneh dengan pendapat anda di atas:
1) menafsirkan Al Quran dengan maknya yg jelas-jelas gak terkait dengan
konteksnya. Ini menurut saya yang awam Quran aja loh. Apalagi kalo kita
bandingin dengan tafsir2 yg muktabar
2) sikap milah milih hadits yang gak konsekuen itu apa toh dasarnya,
Mas?
seingatan saya sih, Al Quran juga bilang gini (pak kyai mohon dikoreksi
kalo salah)
1) taati Allah, rasul, dan ulil amr
2) katakan (Ya Muhammad): apabila engkau mencintai Allah ikutilah aku
3) telah ada pada rasul suri tauladan
4) rasul tidak berkata semata dari hawa nafsu
5) rendahkanlah suaramu didekat Rasul
6) dll. banyak lagi
secara logis, Al Quran dan Islam juga sampai ke kita lewat hadits toh.
Menolak seluruh/sebagian hadit bukan karena kemaudhuannya punya
konsekuensi: sebagai penyaluran ego pribadi, setiap muslim nanti2 bisa
bikina shalat/puasa/ibadah/aturan halal haram ala maunya sendiri nanti
tanpa landasan ilmu pengetahuan.
mohon maaf kalo ada kata yg tidak berkenan
wassalam
hendragst (hendra) menulis:
Oh iya, soal
orang-orang arab yg tidak dikenal baik itu sebenarnya ada solusinya:
dalam ilmu rijalul hadits, biografi singkat para perawi itu ada dibahas
koq bahkan sampai pada karakter pribadinya yg relevan untuk memutuskan
apa dia bisa dipercaya atau tidak.
a. mustofa bisri (gus mus) menulis:
Wassalamu'alaa
manittaba'alhuda warahmatuLlahi wabarakatuH.
Saudara Abdul Latief; Anda belum menjawab pertanyaan singkat saya yang
lalu: dari mana Anda tahu Quran?
Anda --sama dengan saya dan orang-orang sekarang-- jelas tidak hidup di
zaman Rasululullah SAW. Jadi pastilah kita yang hidup sekarang ini tidak
mungkin mendengar langsung dari Rasulullah apa-apa yang beliau
sampaikan, baik berupa Quran mau pun hadis2.
Baik Quran maupun hadis-hadis kita peroleh dari guru-guru kita (yang
kita percaya). Saya sendiri percaya kepada guru-guru saya yang
menyampaikan sabda Rasulullah SAW dari guru-guru mereka yang mereka
percayai. Guru-guru mereka ini dari guru-guru mereka yang dipercayai.
Demikian seterusnya hingga ke tabi'iin dari guru-guru mereka para
sahabat. Dan para sahabat dari Rasulullah SAW. Rasulullah dari malaikat
Jibril. Malaikat Jibril dari Allah Rabbul 'izzah.
Ini antara lain yang membuat saya 'mudah percaya'. Terus terang saya
akan lebih mudah percaya orang seperti Imam Bukhori yang begitu teliti
(bahkan membuat syarat-syarat yang ketat untuk mempercayai orang yang
mengaku mempunyai hadis), begitu mira'i, yang setiap menuliskan hadis
Rasulullah SAW selalu bersembahyang, memohon ridha Allah; katimbang
misalnya guru-guru atau buku-buku yang mungkin Anda percayai.
Maaf pikiran Anda agak rancu dari sejak masalah tasalsul, masalah apa
yang disampaikan Rasulullah SAW, masalah ulama mu'tabar, bahkan masalah
makna-makna Al-Quran itu sendiri.
Tapi satu hal yang paling mengkhawatirkan. Yaitu sikap hati Anda. Begitu
Anda menyalahkan orang tanpa tabayyun dengan dialog atau diskusi,
karena merasa Anda benar (sendiri), berarti Anda merasa LEBIH dari hamba
Allah yang lain. Nau'udzu billah; mudah-mudahan ini bukan kibir.
Wassalam.
wahyudi (wahyudi) menulis:
Pro : Saudara
Abdul Latief
Walaupun sedikit, saya bisa membaca sifat dan karakter anda berdasarkan
tulisan yang Saudara buat.
Menurut saya, sebaiknya dalam BELAJAR agama islam melalui GURU/KYAI dan
BUKAN hanya melalui BUKU.
inilah kelemahan generasi muda sekarang, banyak bicara tentang ISLAM
tetapi ternyata kosong tanpa isi, karena belajar tanpa GURU.
resiko terbesar, orang yang belajar ISLAM tanpa guru tetapi hanya lewat
BUKU adalah menjadi benar yang salah KAPRAH. artinya hanya mau benar
sendiri dan jadinya SEPERTI SAUDARA.
wassalam.
teguh firsianto (teguh) menulis:
Assalamu'alaikum
Wr. Wb.
Mohon maaf sekali bila cucu ikut nulis walaupun belepotan. Hampir
sebulan saya ndak login ke Gus Mus, Elhadhalah, ada pertanyaan yang
"orisinil" dari sedulur kita, yang nampaknya Gus Mus bereaksi secara
"reaktif", maksudnya, Gus menanggapi dengan sangat serius pertanyaan
Kangmas Latif. Menurut saya (mohon ampun bila salah!!!), Kangmas Latif
bertanya berdasarkan usikan hati nurani yang paling dalam. Beliau
beralasan untuk curiga karena sekarang ini beliau hidup di alam
manipulasi media global, dimana semua informasi yangditerima mungkin
sudah dimanipulasi dan direkayasa, sehingga beliau mengambil prinsip
seperti James Bond - Trust No One. Cucu pun sangat memaklumi bila
Kangmas Hendra dan Kangmas Wahyudi juga bersikap reaktif prul atas
tanggapan Kangmas Latif tersebut. Tapi yang perlu diingat bahwa Ilmunya
Kangmas Hendra dan Kangmas Wahyudi kan sudah lebih tinggi daripada
Kangmas Latif (Amiin), Gus Mus? Ya gak diitung kalo maen tinggi-tinggian
ilmu, lha wong Gus itu guru kita kok! Alangkah lebih "nggayem" bila
sejenak kita memposisikan diri kita pada kondisi Kangmas Latif yang
mungkin tengah gamang atas pencarian identitas aqidah beliau. Insya
Allah, kita bisa lebih memahami pertanyaan Kangmas Latif tadi, dan
Kangmas Hendra serta Kangmas Wahyudi bisa membimbing Kangmas Latif agar
ilmunya bisa sejajar (Kalau Kangmas Hendra dan Kangmas Wahyudi rela
ilmunya dijejeri lho...).
Tapi teori Cucu tadi hanya dan hanya jika berlaku KALAU Kangmas Latif
memang sedang masa orientasi aqidah. Jika pertanyaan Kangmas tadi
bersifat "ngetes" atau provokasi, artinya teori saya ya bubar....
Jazakallahu khairan katsiira,
Wassalamua'alaikum, Wr. Wb
[Non-text portions of this message have been removed]