- Inggris lebih menunjukkan sikap kebangsawanannya yang terhormat gentle 
(positif)...jadi tidak gentar melihat orang lain sama sama maju...

- Belanda lebih ke sikap homo economicusnya, meskipun banyak pula membangun 
kota dan sarana umum yang SAMPAI KINI pun masih bisa kita nikmati dan kita 
manfaatkan ........

Salam historia,

  ----- Original Message ----- 
  From: laura wikarma 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, October 14, 2008 1:24 PM
  Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA] "Palagan" Surabaya 28–30 Oktober 1945


  jujur aja..daripada di jajah belanda yg hny bs mengambil kekayaan bumi kita 
aja..mendingan dijajah inggris..krn metode yg inggris terapkan itu berbeda dgn 
belanda..
  inggris berusaha memajukan negara yg dijajahnya..trus hasilnya bs mereka 
nikmati..spt singapore,hongkong.. 
  liat aja perbedaan hongkong dan RRC waktu blm diserahkan kembali ke RRC...
  dulu singapore itu hanya rawa2 dan org2nya primitif..lalu masuk org 
inggris..merekalah yg membangun kota singapore seperti sekarang...
   

  LAURENCIA 





  ----- Original Message ----
  From: hoesein <[EMAIL PROTECTED]>
  To: abdul irsan <[EMAIL PROTECTED]>; aisah basri <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; anto gesek <[EMAIL PROTECTED]>; Asep Kambali <[EMAIL PROTECTED]>; 
Asvi Warman Adam <[EMAIL PROTECTED]>; bambang hidayat <[EMAIL PROTECTED]>; 
Bambang L Gambiro <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; baskoro <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Butet Kartaredjasa <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Dharmawan Ronodipuro <[EMAIL PROTECTED]>; DIAN 
ANGGRAINI <[EMAIL PROTECTED]>; didik n towok <[EMAIL PROTECTED]>; dokar <[EMAIL 
PROTECTED]>; Dorodjatun K-Jakti <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Endang 
Basuki <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Fediya Andina <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; FX Widiarso <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; Hans Pols <[EMAIL PROTECTED]>; Hikayat Dunia <[EMAIL PROTECTED]>; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; indonesiaberdaya moderator <[EMAIL 
PROTECTED]>; ips <[EMAIL PROTECTED]>; Ir Yuke <[EMAIL PROTECTED]>; Isa Multazam 
<[EMAIL PROTECTED]>; Ismail Alatas <[EMAIL PROTECTED]>; Jj Rizal <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL 
PROTECTED]; Louk Aznam <[EMAIL PROTECTED]>; lubis nina <[EMAIL PROTECTED]>; 
luluk sumiarso <[EMAIL PROTECTED]>; marissa haque <[EMAIL PROTECTED]>; 
mediacare <[EMAIL PROTECTED]>; Mestika Zed <[EMAIL PROTECTED]>; mohammad hadi 
winarto <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; mulyawan <[EMAIL PROTECTED]>; 
[EMAIL PROTECTED]; negri kartun <[EMAIL PROTECTED]>; Prayitno Ramelan <[EMAIL 
PROTECTED]>; radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>; ratna sarumpaet <[EMAIL 
PROTECTED]>; restu gunawan <[EMAIL PROTECTED]>; retno marsudi <[EMAIL 
PROTECTED]>; Ridho Ardhi Syaiful <[EMAIL PROTECTED]>; Rini Oetoro <[EMAIL 
PROTECTED]>; rositanoer.com <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Siswanto 
<[EMAIL PROTECTED]>; Sorimuda Pohan Hakim <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Tity Latief <[EMAIL PROTECTED]>; Toeti 
Kakiailatu <[EMAIL PROTECTED]>; tossi20 <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Monday, October 13, 2008 22:05:43
  Subject: [HISTORIA-INDONESIA] "Palagan" Surabaya 28–30 Oktober 1945




        Oleh DAUD SINJAL

        Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November adalah untuk 
mengenang peristiwa heroik rakyat Surabaya melawan tentara Inggris. Namun perlu 
pula dikenang peristiwa yang mengawalinya. Pertempuran 28-30 Oktober 1945 
merupakan "palagan" yang sebenarnya, di mana pasukan Indonesia memaksa Inggris 
mengibarkan bendera putih. 

        Tentara Inggris mendarat di Surabaya untuk menegakkan ketertiban dan 
keamanan, membebaskan semua tawanan perang Sekutu, mengevakuasi interniran, 
melucuti, dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan yang dikirim ke Surabaya 
adalah Brigade ke-49, Divisi 23 India, di bawah komando Brigjen Mallaby. 
Kekuatannya 4.000 orang, terdiri dari batalyon Mahrattas dan Rajputana Rifles. 
Perwira-perwira komandannya campuran, Inggris dan India. 

        Pemerintah RI di Jakarta, meminta pemerintah daerah, TKR (Tentara 
Keamanan Rakyat) dan para pejuang di Surabaya menerima baik dan membantu 
kelancaran misi Inggris. Karena goodwill ini merupakan bagian dari langkah RI 
untuk mendapatkan pengakuan dari Sekutu, pemenang Perang Dunia II. 

        Pimpinan tentara Inggris, dua kali bertemu dengan pimpinan pemerintahan 
dan tentara Indonesia di Surabaya. Pertama pada hari pendaratannya, 25 Oktober 
1945 dan kedua, 26 Oktober. Pertemuan berlangsung dalam suasana bersahabat. 
Namun pihak Indonesia memperingatkan tidak boleh ada satu pun Belanda 
membonceng pasukan Sekutu ini. Inggris menjamin hal itu tidak akan terjadi. 
Kedua belah pihak sepakat bekerja sama menjaga ketentraman dan ketertiban. Dan 
agar kerja sama bisa berjalan baik, dibentuk Contact Committee. 

        Provokatif 

        Mentaati niat baik pemerintah pusat, pimpinan perjuangan di Surabaya 
juga menunjukkan sikap yang luwes. Namun kelonggaran-kelonggaran yang diberikan 
itu dimanfaatkan Inggris untuk melebarkan dislokasi pasukannya sampai di luar 
kesepakatan bersama. Mereka antara lain memperkuat posisi di tempat- tempat 
strategis seperti lapangan terbang Tanjung Perak, perusahaan listrik ANIEM, 
stasiun kereta api, kantor pos besar dan stasiun radio di Simpang. 

        Sikap baik RI ini disalahgunakan pula oleh satuan intel brigade yang 
melakukan raid ke penjara Kalisosok, untuk membebaskan seorang kolonel angkatan 
laut Belanda (yang ditangkap pemuda saat menjalankan tugas untuk Sekutu) serta 
perwira-perwira dan staf RAPWI  (Rehabilitation of Allied Prisoner of War and 
Internees) yang ditahan di situ. Inggris juga mengacau di Nyamplungan, 
menangkapi sejumlah pemuda dan Ketua BKR setempat, serta menyerobot kantor 
Polisi RI Bubutan dan penjara Bubutan. 

        Kepercayaan terhadap Inggris serta merta berbalik curiga, ketika pada 
pagi 27 Oktober, sebuah pesawat Inggris menyebarkan pamflet yang isinya 
menuntut rakyat menyerahkan kepada Inggris semua senjata dan peralatan militer. 
Yang tidak mematuhinya akan dihukum mati. Seruan ini dikeluarkan oleh Panglima 
Divisi ke-23, Mayjen Hawthorn (bermarkas di Jakarta dan wewenangnya meliputi 
Jawa-Bali-Lombok). Pihak Indonesia mencurigai keras Inggris tengah membuka 
pintu untuk Belanda kembali ke sini. 

        Pemimpin-pemimpin RI di Surabaya memperingatkan Mallaby bahwa leaflet 
Hawthorn dan perbuatan yang dilakukan pasukannya mengingkari perjanjian yang 
telah disepakati. Para pemuda Surabaya bereaksi dengan meringkus 
serdadu-serdadu Inggris yang menduduki Nyamplungan dan Bubutan. Sejumlah 
prajurit Inggris dan India yang sedang pesiar di kota juga diculik dan dibunuh. 
Sebaliknya, tanggal 28 Oktober, Inggris melakukan perampasan senjata dan 
mobil-mobil pemuda. 

        Sore harinya, pimpinan TKR memutuskan melakukan serangan umum terhadap 
semua posisi Inggris di Surabaya. Radio pemberontak berulang-ulang 
mengumandangkan panggilan pada rakyat untuk mengangkat senjata dan menyerang 
secara serentak kedudukan pasukan Inggris. Sore dan malam hari itu juga pecah 
pertempuran sporadis di berbagai tempat di kota. 

        Inggris Terjepit 

        Pertempuran besar meletus pagi 29 Oktober. Serangan fajar TKR dibuka 
pukul 05.00. Tembakan pistol, senapan, senapan mesin berat dan ringan sampai 
mortir saling bersahutan. Asap membumbung di atas kota Surabaya. Para tawanan 
perang dan kaum interniran yang sudah bergembira menunggu pembebasan mereka, 
kembali ciut hatinya, karena terkurung di tempat-tempat penampungan yang 
sekitarnya telah menjadi ajang pertempuran yang sengit. 

        Pasukan Inggris terjepit, bahkan seantero Brigade 49 ini terancam 
musnah. Kesalahan mereka adalah menganggap enteng perlawanan rakyat dan TKR, 
lalu menghadapinya dengan satuan-satuan kecil yang terpecah-pecah di berbagai 
tempat. Perbekalan pelurunya juga hanya untuk pertempuran garis pertama. Namun, 
begitu terdesak, mereka pun sulit mendatangkan bala bantuan, karena pasukan 
besar Inggris lainnya paling dekat berjarak 200 mil, yakni brigade yang berada 
di Semarang. Amunisi dan logistik tambahan yang didrop dari udara malah jatuh 
ke pihak RI. 

        Salah satu pertempuran dramatis berlangsung selama lima jam di jembatan 
Wonokromo, sebelum akhirnya pasukan Inggris kehabisan peluru. Dua peleton yang 
kebanyakan orang India terisolir dan terkepung di situ. Mereka nyaris dihabisi 
oleh massa rakyat yang tidak tahu hukum perang. Sejumlah serdadu India 
berteriak-teriak "Muslim, muslim..!", memohon jangan dibunuh. 

        Personel TKR sekuat tenaga mencegah pembantaian tersebut. Sisa-sisa 
pasukan Inggris-India itu dilarikan ke Tanjung Perak dengan truk TKR yang 
mengibarkan bendera putih. Kekalahan di Wonokromo ini membuat kekuatan Inggris 
terpotong dua. Satunya yang bertahan di kota dan lainnya di sekeliling 
markasnya di Tanjung Perak 

        Kali Mas yang membelah kota menjadi saksi keganasan perang ini. Di 
sungai yang keruh itu mengambang mayat-mayat tentara asing tersebut, sebagian 
tanpa kepala atau anggota badan lainnya. Menurut sumber Inggris, korban di 
pihak mereka 200 orang tewas atau hilang, dan 80 luka-luka. Yang memilukan 
adalah nasib ratusan interniran yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. 
Konvoi truk yang mengangkut mereka dari kamp Darmo terjebak di daerah 
pertempuran, dan menjadi sasaran amukan laskar rakyat. 

        Panglima Tentara Sekutu di Indonesia (AFNEI - Allied Forces Netherlands 
East Indies), Letjen Sir Philip Christison berusaha menyelamatkan pasukannya di 
Surabaya dengan meminta pemimpin RI di Jakarta turun tangan. Atas permintaan 
Christison, 29 Oktober petang Presiden Soekarno, terbang ke Surabaya, 
didampingi Wakil Presiden Hatta dan Menteri Pertahanan Amir Sjarifudin. Pagi 30 
Oktober, Bung Karno bersama Mayjen Hawthorn dan Brigadir Mallaby mengadakan 
perundingan damai dengan para pemimpin pejuang di Gubernuran Surabaya. 

        Foto atas : Pertempuran Wonokromo 29 Oktober 1945  

        Dikutip dari "Menjadi TNI", buku biografi Himawan Soetanto yang tengah 
disusun oleh penulis. 

         


       


------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!


------------------------------------------------------------------------------
  Get your preferred Email name! 
  Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

Kirim email ke