Rumah Pejuang Ilyas Karim di Pinggir Rel akan Digusur 
Shohib Masykur - detikNews


(Foto: Shohib Masykur/detikcom) 
 Jakarta - Masalah demi masalah masih mendera Ilyas Karim di usia tuanya. 
Pejuang yang mendapat gelar kehormatan 'Veteran Pejuang Kemerdekaan RI' itu 
akan menjadi korban gusur. Rumahnya yang berada di pinggir rel Kalibata Jakarta 
Selatan akan digusur pada 2009. 

"Saya mau diusir dari sini. Surat pemberitahuannya sudah ada di lurah. Tahun 
2009 saya harus sudah pergi," kata Ilyas Karim, pengibar bendera Sang Saka 
Merah Putih pada 17 Agustus 1945 saat ditemui detikcom di rumahnya, Jl. 
Rawajati Barat, Kalibata, Jaksel, Selasa (12/8/2008).

Perintah pengusiran Ilyas datang dari Gubernur DKI Fauzie Bowo yang ingin 
membangun rumah susun milik pemerintah di lapangan dekat rumah Ilyas. 
Konsekuensinya, Ilyas dan sekitar 40 KK yang lain harus "dibersihkan".

"Dia (Foke) mau di lapangan depan dibangun rumah susun. Yang akan membangun 
Menko Kesra Abu Rizal Bakrie," tutur Ilyas.

Akibat penggusuran itu, sekarang Ilyas kebingungan hendak pindah ke mana. Dia 
mengaku tidak memiliki tanah lagi di tempat lain. Sedangkan untuk pindah ke 
rumah salah seorang anaknya, Ilyas mengaku tidak leluasa karena gangguan usia.

"Saya sudah tua. Repot kalau harus pindah-pindah," kata Ilyas.

Menurut Ilyas, dia sudah memberi tahu pihak PTKA rencana penggusuran dirinya. 
Pihak PTKA mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena keputusan itu datang dari 
pemerintah.

"Kami tidak mengusir Bapak. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena yang 
mengusir pemerintah," kata Ilyas menirukan petugas dari PTKA. Ilyas membangun 
rumah di tanah PT KA sejak 1985. PT KA memang mengizinkan tanah itu digunakan 
Ilyas sampai kapan pun. 

(sho/asy) 


      

Kirim email ke