http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&kd_sup=1&id=40638

"Sorodot Gaplok" Ada di Olimpiade

SEJUMLAH peserta beradu cepat saat mengikuti "grand prix" egrang
("jajangkungan") pada Olimpiade Olah Raga Tradisional di Universitas
Padjadjaran, Jln. Dipati Ukur Kota Bandung, Sabtu (1/11). Kegiatan ini dalam
rangka Dies Natalis Ke-51 Unpad.* USEP USMAN NASRULLOH

 MASIH ingat dengan istilah egrang, sorodot gaplok, toktak, atau mengbal?
Ya, itu adalah beberapa jenis permainan tradisional khas Jawa Barat yang
kini semakin langka dimainkan.

Egrang atau jajangkungan, jenis permainan dengan menggunakan bambu yang
mengharuskan peserta untuk berjalan dengan ketinggian pijakan tertentu.
Sorodot gaplok, jenis permainan menggunakan batu yang harus dilontarkan
dengan menggunakan kaki. Toktak, permainan mirip badminton tapi alat yang
digunakan terbuat dari kayu, dan mengbal atau sejenis futsal mini.

Sungguh suatu hal yang menggembirakan, karena permainan itu kini masuk
olimpiade. Memang sih, bukan tingkat dunia, tapi paling tidak kaulinan urang
Sunda itu mulai dilirik para elite.

Dengan tujuan ingin melestarikan permainan tradisional atau kaulinan urang
Sunda, Universitas Padjadjaran menggelar Olimpiade Olah Raga Tradisional,
Sabtu (1/11) di kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung. Sekitar 1.277
peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, staf, dan karyawan Unpad,
bertanding dalam cabang permainan tradisional ini.

Rektor Unpad Ganjar Kurnia yang juga turut serta sebagai peserta grand prix
egrang menuturkan, permainan tradisional sebenarnya memiliki makna lebih
dari sekadar olah raga. Sebab untuk bisa melakukan kaulinan tradisional ini
dituntut kreativitas terutama dalam membuat alat permainan.

"Ke depan akan terus kita kembangkan dengan berbagai jenis permainan
lainnya. Minimal kita bekerja sama dengan pemda sehingga kabupaten kota juga
mengirimkan kontingennya. Kalau dilombakan pasti bisa bertahan," katanya
seraya menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis
ke-51 Unpad.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana yang hadir dalam
kesempatan tersebut, juga berharap ke depan ajang seperti ini bisa dilakukan
di semua daerah di Jawa Barat. Bahkan bukan tidak mungkin bisa menjadi salah
satu ajang wisata budaya Jawa Barat.

Dona, salah seorang peserta olimpiade, mengaku, cukup antusias mengikuti
kegiatan ini. Terlebih selama ini, kata Dona yang mahasiswa Fakultas Hukum
Unpad ini, dirinya tidak pernah tahu kalau ada permainan menarik seperti ini
di Jawa Barat.

Senada dengan Dona, mahasiswa Unpad lainnya Ega mengaku antusias dan bangga
bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal Sunda. Ke depan,
kata Ega, sosialisasi mengenai permainan tradisional ini harus dilakukan
terutama kepada generasi muda. Sebab saat ini, kata dia sudah banyak
generasi muda yang berangsur melupakan permainan tradisional.
(Nuryani/"PR")***
2008/10/31 laras sukmaningtyas

>   ada yang masih inget ngga, mainan gobak sodor, engklek, galasin,
> enggrang, ayang ayang gung... dan berbagai jenis permainan tradisional kita
> lainnya?? ada yang tau asal usulnya? serta makna2 yg terkandung dalam
> permainan tersebut..
> atau...berkembangnya dimana aja? dari kapan sampai kapan? dan kemanakah
> permainan2 tradisional itu sekarang...
>
>
-- 
sikandar
kumincir.blogspot.com
su.wikipedia.org
www.urangsunda.or.id

Kirim email ke