Seminar Nasional  TAN MALAKA  PAHLAWAN YANG DIKUCILKAN DALAM SEJARAH
INDONESIA


Dr. Alfian menyebut Tan Malaka sebagai revolusioner kesepian. Tan Malaka
memang pejuang kesepian dalam arti sesungguhnya. Sekitar 20 tahun
(1922-1942) Tan Malaka hidup dalam pembuangan, tanpa didampingi teman
seperjuangan. Beberapa kali dia harus meringkuk di penjara negara
imperialis saat berada di Filipina dan Hong Kong, serta selama dua
setengah tahun dipenjarakan tanpa pengadilan oleh pemerintah republik
yang ia cita-citakan.

Diangkat jadi Pahlawan Nasional oleh Soekarno. Tapi kemudian
kepahlawanannya ditutupi oleh rezim Soeharto dan kemudian namanya kini
mulai direhabilitasi pemerintah kembali.

Siapa sebenarnya Tan Malaka? Bagaimana ide-ide Tan Malaka masuk Sumatra?
Bagaimana konstelasi politik Indonesia ketika Tan Malaka berhadapan
dengan Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Amir Sjafroeddin?

Temukan fakta-fakta baru sejarah Indonesia pada diskusi buku `Tan
Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia' pada Senin, 17
November 2008, di VIP Room Serbaguna Unimed, pukul 09.00 – 12.00
WIB.

Diskusi akan menghadirkan Harry A. Poeze dari Leiden (Penulis Buku dan
Direktur KITLV Leiden, Belanda) Dr. Phil. Ichwan Azhari (Kepala Pusat
Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan) dan Drs.
Ridwan Rangkuti (Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara).

Registrasi tidak dipungut biaya, tapi mengingat tempat yang sangat
terbatas peminat harap memesan ungangan tiket masuk ke sekretariat di
Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Unimed via SMS atau telepon
0813 960 297 69.

Acara ini dipersembahkan oleh PUSSIS Unimed, KITLV Jakarta, Yayasan Obor
Indonesia, Harian Kompas, dan didukung oleh KISS FM Medan.

Kirim email ke