Sekedar sharing....

Orang seperti itu juga belajar/mencontoh dari kita, coba deh dimulai dari diri 
kita sendiri dulu...jangan gampang mempayah2kan negeri ini. di negara sehebat 
Amerika juga banyak yg rakyatnya gak cocok sama pemerintahnya.
Gak ada yg sempurna dimanapun, sehebat apapun negaranya. Pahlawan kita sudah 
bertaruh nyawa dan darah akhirnya cuma dibales oleh 1 kalimat yg kita sendiri 
sadar ngucapinnya...Indonesia payah!

Jangan gampang nyalahin orang, karena kita sendiri juga udah salah njalanin 
kewajiban kita sebagai warga negara. 1 hal yg pasti, kerjaan kita cuma 
complain/tawuran/demo gak jelas tanpa ada masukan/bantuan yg kongkrit.

Saya sendiri kadang gemes sama pemerintah kita, tapi tindakan mulut kita yg 
mencemooh bangsa sendiri
buat saya gak bisa ditolerir. kalo kita sendiri gak menghargai negara kita, 
apalagi orang lain dan semua akhirnya ikut2an.

Coba deh, dimulai dari sekarang, dari diri kita sendiri dulu...dari milis ini 
yg isinya pecinta sejarah dan 'jago' sejarah. yuk, berhenti menjelek2an bangsa 
sendiri, belajar untuk tidak mengatakan hal yg buruk ttg Indonesia. 

Di perusahaan saya bekerja sekarang ini yg 30% isinya expat Europe dan Aussie, 
saya selalu memposisikan diri sebagai humas/jubir negara jika ada pertanyaan yg 
kritis ttg Indonesia, apalagi kasus eksekusi Amrozi kmrn2 ini. 
ternyata tergantung kitanya kok, kalo kita bisa meng-counter berita/kejadian 
dengan baik, mereka positif2 ajah tuh.

Jadi yah gimana kitanya....   
 
'Two things are infinite: The Universe and Human Stupidity; and I'm not sure 
about the universe.'
- Albert Einstein 
  





________________________________
From: Ria Zafika <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 20, 2008 10:16:11
Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA] Buka, baca, dan cermati


Dear Hoody dan teman2 historia..

Membaca ada orang yg menjelek2an negeri ini, memang terasa melukai hati. Sudah 
bukan rahasia lagi bahwa orang Indonesia, khususnya TKI yg bekerja di Malaysia 
& Singapura dipandang rendah oleh ke 2 negara tsb, bahkan orang malaysia 
menyebut para pekerja Indonesia disana dgn "INDON", yg menurut kabar 
berkonotasi rendah, mungkin seperti istilah "Negro" pada jaman perbudakan dulu. 
Sungguh sangat dipandang remeh dan menghina sekali.

Sy kira, mereka memandang rendah orang kita, karena mengira negara kita miskin, 
melarat, korup, bodoh, byk teroris, sehingga memaksa sebagian masyarakatnya 
bekerja ke negara mereka sebagai TKI/TKW, yg kadang diperlakukan sangat tidak 
manusiawi. 

Kita masih ingat kasus wasit karateka kita Bp. Donald Pieter Luther Kolopita, 
yg babak belur dipukul oleh Polisi Diraja Malaysia. mereka pikir donald ini 
paling juga indon yang cuma TKI yang bakal ketakutan dan bisa diperas. Ternyata 
Bp. Donald kita ini malah melawan ketika di peras, dia pukulin polisi diraja 
Malaysia itu sampai babak belur (nama nya jg wasit karate..). Tetapi akhirnya 
di kantor polisi dia tidak berkutik, sambil di borgol, dia dipukulin rame2 
sampai babak belur.

Kita masih ingat ketika lagu "Rasa Sayange" di akui sebagai lagu malaysia, trus 
mereka jg mengakui kalau REOG PONOROGO sebagai kesenian asli mereka. 
Terakhir Batik kita yg dipatenkan oleh mereka. Masyarakat kita berteriak dan 
membalas dgn memanggil orang Malaysia sebagai "Malingsia" *maling luh*, (bahasa 
sunda).

Sekarang benarkah bangsa Indonesia, adalah bangsa yg bodoh?

1. Sy masih ingat tahun 1970-an, Paman saya dan ribuan orang guru/dosen dari 
Indonesia di kirim ke Malaysia, sebagai guru/dosen, untuk mengajarkan anak2 
Malaysia, belajar membaca dan menulis. Itu artinya kita LEBIH PINTAR dong dari 
mereka. 

2. Sejak SD sy sdh menyanyikan lagu "Rasa Sayange" di kelas seni sy, dan sy tau 
banget itu lagu berasal dari Maluku Indonesia, kalau tiba2 mereka bilang lagu 
itu berasal dr Malaysia, artinya kita LEBIH PINTAR bikin lagu dong drpd mereka.

3. Pembanguna KLIA atau Twin Tower yg megah dan sgt Malaysia banggakan itu, 
juga bangunan2 megah lain di Malaysia dan Singapura, di kerjakan oleh ribuan 
TKI dari Indonesia, sebagai tukang batu, tukang semen, tukang kaca, dsb. Itu 
arti nya TKI kita LEBIH PINTAR dari mereka dong.

pendapat sy, semua ini hanyalah sikap AROGANSI dan tidak berterima kasih mereka 
akan sejarah yg sudah di ukir oleh Bangsa Indonesia, kepada anak cucu mereka. 

Mudah2an semua provokasi yg dilakukan oleh pihak2 tetangga kita, bisa kita 
siasati dengan bijaksana. Hidup bertetangga memang musti sabar.

Salam historia,
Ria (temannya Hoody)
yg sangat bangga jadi orang Indonesia

--- On Wed, 11/19/08, hoody_verde@ yahoo.com <hoody_verde@ yahoo.com> wrote:

From: hoody_verde@ yahoo.com <hoody_verde@ yahoo.com>
Subject: [HISTORIA-INDONESIA ] Buka, baca, dan cermati
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, November 19, 2008, 12:51 PM


Salam temn2 Historia....
Saya mau berbagi temuan sy. Ad 1 website semacam blog. Kalo temen2 membaca
isinya, Mungkin teman2 akan merasa tersakiti... Karena, itulah hal yg sy alami.
Apalagi yg menyangkut Sejarah, Seni & Budaya, dan masyarakat Indonesia..
Comment sy cm: ad yg rela berkeringat utk membuat website tak bermoral seperti
ini.

Please check this out...., 

http://dontvisitind on2008.blogspot. com/


Semoga kita msh dan akan tetap Cinta dan bangga menjadi orang Indonesia apapun
stereotype yg muncul di khalayak..

Salam Historia,
Hudry.....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
------------ --------- --------- ------

Membangun Kesadaran Sejarah dan Budaya Indonesia
"We learn History for Learning the Present and Building the Future"
Community for Preservation of Indonesian History and Culture
KOMUNITAS HISTORIA INDONESIAYahoo! Groups Links



 
 


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke