Fosil Gajah Purba Ditemukan di Klapanunggal BOGOR - Rentetan penemuan benda-benda bersejarah di Bogor belum berhenti. Setelah penemuan di Lawanggintung dan Gunungbatu, giliran penemuan benda purbakala di Klapanunggal yang menghebohkan masyarakat di sana.
Tepatnya di Kampung Kebonkopi Sungai Leuwijurig Desa Bantarjati, masyarakat menemukan puluhan fragmen (penggalan) tulang belulang fosil gajah purba yang pernah hidup satu sampai setengah juta tahun silam. Kini fosil yang terdiri dari sepasang rahang atas bawah, tulang iga, tulang kaki dan tulang-tulang organ tubuh hewan purba itu disimpan di Kantor Kecamatan Klapanunggal sambil menunggu kedatangan Tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang untuk selanjutnya dilakukan penelitian. Fosil yang sudah menghitam ini kali pertama ditemukan Enti bin Hamid, Satam bin Ining dan Mardi bin Aban Sabtu (22/11) saat ketiganya sedang menambang pasir batu. Posisi fosil berada di tengah sungai dan terkubur di bawah cadas berwarna hitam pekat. Tulang yang ditemukan Sabtu tak lantas dihilangkan, justru diamankan. Pada Minggu (23/11) masih di tempat penemuan awal, kembali mereka menemukan tulang berupa sepasang rahang. Enti akhirnya melaporkan penemuan itu kepada kakaknya, Sa’ad, yang selanjutnya menyampaikan ke pihak kecamatan. Mendapat laporan penemuan benda mencurigakan itu, pihak kecamatan menginstruksikan agar tulang-tulang itu disimpan sementara di kecamatan. Sementara Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Bogor langsung melihat hasil temuan tersebut. Disparbud yang dipimpin Kasi Disparbud Boy Gyawarman itu langsung meninjau ke lokasi penemuan fosil tersebut. Setelah sampai di lokasi, ternyata Enti menemukan kembali potongan tulang belulang dari hewan purbakala itu. Boy juga mengatakan, fosil ini termasuk jenis dari gajah purba yang hidupnya satu sampai satu setengah juta lalu. Hewan ini tersebar di Jawa Barat. Sebelumnya juga sudah pernah ditemukan di kawasan Majalengka dan Cirebon. Disparbud akan melaporkan temuan fosil tersebut ke Kantor Disparbud Bagian Purbakala yang berada di Jakarta dan ke BP3 Serang yang mengawasi keberadaan kepurbakalaan untuk wilayah Jawa Barat, Banten dan Lampung. ”Kita hanya tinggal menunggu keputusan dari BP3 mengenai fosil yang ditemukan warga tersebut,” tegas Boy. Sedangkan menurut Kepala Desa Bantarjati Saprudin, pihaknya akan mengisolasi tempat penemuan tersebut. Bagi penambang batu pasir yang selama ini bekerja di aliran Sungai Leuwijurig, rencananya dipindahkan ke lokasi lain yang masih satu aliran. ”Kami tidak masalah apabila dipindahkan ke lokasi lain,” kata Enti kepada Radar Bogor. Camat Klapanunggal Wawan M Sidik mengaku bangga dengan warga yang sudah menemukan peninggalan bersejarah itu. Apalagi temuan fosil berupa tulang-belulang ini merupakan temuan perdana di wilayah Kabupaten Bogor. “Selama ini yang ditemukan hanya situs. Saya sangat bangga kepada warga saya yang peduli akan peninggalan benda-benda bersejarah dengan melaporkan temuannya ke aparat,” pungkasnya. (cr1)(radar-bogor.co.id) Hadi Darajat Graphic Designer P. +62 251 4767120 ( FLEXI ) M. +62 8157120873 E. [EMAIL PROTECTED] Blog: http://www.hadeesign.wordpress.com Website: http://www.balebat-online.com Fresh Think About Creativity
