Sudah dua kali ACARA BESAR Pa'sunda'an seperti ini gelar....
Semoga akan terus bermunculan SPONSOR KHUSUS seperti ini di masa depan, dengan 
tetap menggunakan dasar sejarah yang mendekati yang pasnya....

Kang Hadi, Iraha Grup BALEBAT bage ngayakan ACARA BESAR seperti ini, yang ke 
III misalnya ???
Sok atuh....

Salam,
 
  ----- Original Message ----- 
  From: hadi darajat 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, November 28, 2008 8:33 AM
  Subject: [kota-bogor] Si Iteung” Jadi Pramaisuri Prabu Siliwangi


  Si Iteung” Jadi Pramaisuri Prabu Siliwangi

  Bogornews---Pagelaran Sendra Tari Tapak
  Wangi Prabu Siliwangi menarik perhatian para tokoh dan budayawan sunda
  di Jawa Barat yang sengaja diundang ke Gedung Kemuning Gading Bogor,
  Kamis (27/11) siang.

  Sejumlah tokoh dan budayawan sunda hadir antara lain Ketua Badan
  Musyawarah Sunda Jawa Barat Adang Darodjatun, Tien Rostini Asikin.
  Sedangkan pejabat yang hadir antara lain Direktur Jendral (Dirjen)
  Budaya dan Film, pada Kementrian Kebudayan dan Pariwista Cecep
  Suherman, Kepala Dinas Informasi dan Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota
  Bogor Yus Herdiyus, dan dari pihak pejabat Badan Koordinasi Wilayah
  (Bakorwil) Bogor

  Pegelaran Sendra Tari Tapak Prabu Silawangi ini digagas oleh Ully Sigar
  Rusady yang juga Ketua Yayasan Garuda Nusantara dan Ketua Asosiasi
  Pencinta Lingkungan. Menariknya dalam pagelaran tidak hanya didukung
  oleh ratusan penari dari sanggar seni di Kota Bogor seperti Balai dari
  Seni Sekar Pakuan dan Sanggar Seni Getar Pakuan juga ditampilkan artis
  dan penyanyi Paramitha Rusadi. Artis dan penyanyi yang pernah
  memerankan si Iteung dalam Film si Kabayan dalam tersebut memerankan
  Pramaisuri Prabu Siliwangi.

  Pagelaran diawali dengan pembacaan pesan, wangsit Siliwangi oleh
  Ully Sigar Rusady, Ully yang juga selaku panitia pagelaran mengatakan,
  pagelaran sendra tari Tapak Wangi Prabu Siliwangi dimaksudkan untuk
  memasyarakatkan pengetahuan sejarah kerajaan-kerajaan di tatar sunda
  sehingga diharapkan akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

  Ully mengatakan, secara keseluruhan pagelaran ini ingin
  menyampaikan pesan moral akan pentingnya kesenian, kebudayaan, maupun
  sejarah tatar sunda dan lingkungannya, mengingat kebudayaan yang rusak
  karena kerusakan lingkungannya, Bangsa yang besar adalah bangsa yang
  menghargai sejarahnya,” kata Ully, dan didalam membentuk karakter
  bangsa tak mungkin dilakukan bila bila kita melupakan nilai luhur dan
  budaya bangsanya.

  Kepala Disinparbud Yus Herdiyus yang mewakili Walikota Bogor
  mengatakan, gagasan untuk melakukan pementasan ini diharapkan akan
  dapat mengingat dan menyadari kembali tentang kejayaan Bogor di masa
  lalu, ketika Parbu Siliwangi memimpin dan membangun kerjaaan Pakuan
  Pajajaran sebagai cikal bakal kehidupan yang sekarang berkembang di
  Kota Bogor.

  Sementara Dirjen Budaya dan Film Cecep Suherman yang membacakan
  sambutan terulis Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik
  mengatakan, bagi masyarakat sunda dengan melacak kembali Siliwangi
  seperti halnya menyiram kembali akar kokoh sebuah pohon sehingga akan
  tumbuh terus untuk masa berikutnya.

  Siliwangi bukan hanya sebuah nama, karena dibalik Siliwangi
  terpampang makna sebuah kebesaran, masa indah dan kejayaan sebuah
  wangsa, hingga pengabdian sebuah nama dalam revolusi Indonesia,
  ungkapnya.

  Karena itu Menbudpar Jero Wacik mengaku sangat bangga dengan
  diselenggarakannya seperti ini yang mengaplikasikan kecintaan dan
  kebanggaan kepada leluhur dalam bentuk seni sehingga patut diberikan
  penghargaan.(iso) 
  (bogornews.com)

  Hadi Darajat 
  Graphic Designer 

  P. +62 251 4767120 ( FLEXI )
  M. +62 8157120873 
  E. [EMAIL PROTECTED] 
  Blog: http://www.hadeesign.wordpress.com 
  Website: http://www.balebat-online.com

  Fresh Think About Creativity  

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

Kirim email ke