kapan dimana tempatnya?
terimakasih infonya

Asep Kambali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Rumah 
Dunia, 5 – 7 Desember 2008
“ODE KAMPUNG: TEMU KOMUNITAS LITERASI SE-NUSANTARA”
[Mari Kita Dukung Literasi Lokal Menuju Indonesia Membaca]

Rumah Dunia, sebuah madrasah kebudayaan yang berada di komplek Hegar Alam nomor 
40 Kampung Ciloang, Serang-Banten, mengadakan kembali pertemuan akbar “Ode 
Kampung III: Temu Komunitas Literasi se-Indonesia” pada tanggal 5-7 Desember 
2008. Kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya untuk mendukung gerakan literasi 
lokal/ Taman Bacaan Masyarakat yang kini sudah tersebar sekitar 4000 komunitas 
di Indonesia. Kegiatan ini terbuka bagi siapapun yang peduli dengan dunia 
literasi. Peserta dapat mendaftar melalui email: odekampungtiga@ gmail.com 
informasi selanjutnya bisa dilihat di www.rumahdunia. net dan 
www.odekampungtiga. wordpress. com 
Diharapkan dalam pertemuan ini dapat merumuskan sebuah rekomendasi,  di 
antaranya, mendorong agar setiap instansi terkait membangun gedung perpustakaan 
yang representatif sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi 
secara cepat, mudah dan merata. Seperti biasa, selain banyak menu-menu 
pertunjukan (teater, puisi, musikalisasi puisi), jugaada sederet diskusi. Yaitu:

I. Jumat , 5 Des 08, Pukul 15.30 – 17.30 WIB
DISKUSI 1: ”MEMBUDAYAKAN MINAT BACA MASYARAKAT”
Pembicara: Myra Junor (GM Corporate communication XL), Prof. Dr. Yoyo Mulyana 
(Penasehat Rumah Dunia), Dik Doang (artis, Komunitas Kandang Jurang Doank), DR. 
Zulkieflimansyah (Anggota DPR)
Moderator: Firman Venayaksa (Presiden Rumah Dunia) 

TOR 
Membaca seharusnya menjadi bagian integral dalam kehidupan kebudayaan kita. 
Dengan membaca kita diberikan kemudahan-kemudahan melahap pelbagai ilmu 
pengetahuan, informasi dan segala macam yang awalnya tidak kita ketahui. Tapi 
betulkah minat baca masyarakat sudah mulai berkembang?  

Persoalan budaya baca agaknya tetap menjadi persoalan besar di negeri ini. 
Penyair Taufiq Ismail, disela-sela diskusi sastra di Rumah Dunia (17/11/07) 
mengungkapkan bahwa bangsa kita rabun membaca dan pincang menulis. Hal ini ia 
tegaskan setelah melakukan penelitian sederhana kepada Siswa SMU di 13 negara. 
Jika siswa SMU di Amerika Serikat menghabiskan 32 judul buku sastra selama tiga 
tahun, di Jepang dan Swiss 15 buku, siswa SMU di negara tetangga, seperti 
Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam menamatkan membaca 5-7 
judul buku sastra, siswa SMU di Indonesia-setelah era AMS Hindia Belanda-adalah 
nol buku. Padahal, pada era Algemeene Middelbare School (AMS) Hindia Belanda, 
selama belajar di sana siswa diwajibkan membaca 15-25 judul buku sastra. 

Dengan media yang berbeda, data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 
pada 2003 perihal budaya baca bangsa Indonesia juga sangat rendah. Data itu 
menggambarkan bahwa penduduk  Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca 
koran pada minggu hanya 55,11 %. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid 
hanya 29,22 %, buku cerita 16,72 %, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan yang 
membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 %.

Setelah mengamati data-data di atas, bagaimanakah cara efektif untuk 
meningkatkan minat baca di negeri kita? Mengapa masyarakat kita masih begitu 
lemah menerima buku-buku? Apa yang salah dengan masyarakat kita? Pemerintah 
sudah mengupakayan memfasilitasi Taman Bacaan Masyarakat dengan memberikan 
sebentuk blockgrant agar buku dengan masyarakat menjadi dekat. Efektifkah? 
Bagaimanakah aplikasinya di lapangan? (*)

II.Sabtu, 6 Des 08, Pukul 08.00 – 10.00 WIB
DISKUSI 2: “KIPRAH PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG KOMUNITAS LITERASI” 
Pembicara: Eko Koswara, Kepala Dinas Pendidikan Prov Banten, Wien Muldian 
(Pustakawan, aktivis literasi ), Tantowi Yahya (artis, Duta Baca), Kiswanti 
(akivis  komunitas literasi ‘Warabal’, Parung, Bogor)
Moderator: Toto ST Radik (Penyair, penasehat Rumah Dunia)

TOR
Pemerintah, dalam persoalan meningkatkan minat baca menunjukan perhatian yang 
cukup serius. Di dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem 
Pendidikan Nasional, Bab III Pasal 4 ayat 5, dijelaskan bahwa salah satu cara 
penyelenggaraan pendidikan adalah dengan mengembangkan budaya baca, menulis dan 
berhitung bagi segenap warga masyarakat. Dalam kegiatan informal, Taman bacaan 
Masyarakat adalah salah satu proyek pemerintah di bawah Pendidikan 
Kemasyarakatan. Bahkan pada tahun 2006, Depdiknas khusus membuat Subdit Budaya 
Baca. Kemudian, Undang Undang tentang Perustakaan pun telah terbit. 

Sosialisasi mengenai undang-undang ini terus menerus dilakukan oleh pemerintah. 
Namun permasalahan tentang hal ini tetap menjadi persoalan. Kesan bahwa 
perpustakaan angker seperti kuburan nampaknya menjadi salah satu ketakakraban  
antara perpustakaan dengan masyarakatnya. Hal ini penting untuk diubah agar 
perpustakaan menjadi center of exelent buat masyarakat. Selain itu Taman bacaan 
yang selama ini berkembang, harus ada kejelasan, baik operasional maupun pada 
tingkat evaluatif. Mungkinkah pemerintah sanggup mengubah keadaan ini? Lalu 
bagaimana peran serta masyarakat dalam mendukung budaya baca? (*)


III. Sabtu, 6 Des 08, Pukul 10.15.- 12.15 WIB
DISKUSI 3: “PERANAN PENERBIT MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI” 
Pembicara: Hernowo (Mizan), Hikmat Kurnia (Gagas Media), Bambang Trim 
(Salamadani) 
Moderator: Jonru (aktivis, situs Penulis lepas)

TOR
Cina dengan penduduk 1,3 miliar jiwa mampu menerbitkan 140.000 judul buku baru 
setiap tahunnya. Vietnam dengan 80 juta jiwa menerbitkan 15.000 judul buku baru 
per tahun, Malaysia berpenduduk 26 juta jiwa menerbitkan 10.000 judul, 
sedangkan Indonesia dengan 220 juta jiwa hanya mampu menerbitkan 10.000 judul  
pertahun. Pasokan inipun tidak menyebar ke pelbagai pelosok, sehinga masyarakat 
yang berada di daerah hanya bisa menikmati buku-buku yang lapuk dan sudah tidak 
layak dibaca. Kita percaya bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca 
buku, masyarakat diberikan pemahaman lebih, cakrawala yang luas, sehingga 
mereka dengan sendirinya bisa mengubah hidup menuju kemandirian. 

Kita tahu pentingnya buku, tapi dalam posisi ini, penerbit tak bisa juga 
disalahkan harga menjadi mahal. Pajak yang kelewat mahal menunjukkan bahwa 
pemerintah tidak sepenuh hati mendukung budaya baca. Kira-kira bagaimana 
caranya agar buku menjadi murah sehingga bisa dibeli oleh berbagai kalangan 
masyarakat? Dengan demikian, jaminan buku murah adalah sebuah keniscayaan. 
Selanjutnya, bagaimana pula penerbit memberikan kontibusi sosial, sehingga 
(walau dengan kondisi sekarang) buku-buku tetap bisa murah. (*)

IV. Sabtu, 6 Des 08, Pukul 13.00 – 15.00 WIB
DISKUSI 4:  MEMBANGUN JARINGAN ANTARKOMUNITAS 
Pembicara: Virgina (KKS Melati), Sekar (Forum Indonesia Membaca), Ir. 
Zulkarnaen (PP Forum TBM), Indra (Komunitas 1001 Buku) 
Moderator: Langlang Randhawa (Redpel tabloid Kaibon, Serang)

TOR
Perkembangan Taman Bacaan atau komunitas literasi mulai pesat. Kesadaran untuk 
mendekatkan buku dan pembacanya kian digandrungi. Beragam versi tujuan Taman 
bacaan Masyarakat didirikan. Ada yang memang ingin mencari sekedar penghidupan 
(proyek) dari block grant, kepentingan politik (kelompok dan golongan), ada 
pula yang murni ingin membantu program pemerintah dalam memberantas buta aksara.

Dalam versi depdiknas, terrekam sekitar 4000-5000 Taman Bacaan Masyarakat 
terserak di Indonesia. Tetapi dari sekian banyak itu, seakan TBM berjalan 
sendiri-sendiri. Beberapa TBM bahkan hanya sekadar menunggu blockgrant dari 
pemerintah, setelah itu kemudian mati suri. Mengapa terjadi demikian? 

Bagaimana pula dengan  komunitas yang kini membuat jejaring? Sampai di mana 
langkah mereka untuk mengajak masyarakat akan pentingnya budaya baca? Bagaimana 
pula kiprah para penggiat literasi bertahan dalam proses yang tak bisa dibilang 
gampang? (*)

V.Sabtu, 6 Des 08, Pukul 15.30 – 17.00 WIB
DISKUSI 5: “PENULIS DALAM MEMBANGUN GERAKAN SOSIAL” 
Pembicara: Asma Nadia (Pengarang, pendiri Rumah Cahaya), Anwar Kholid (Editor, 
ativis perbukuan, Bandung), Halim HD (networker kebudayaan, Solo) 
Moderator: Bambang Q-Anees (penulis, Komunitas Pasemoan Sophia, Bandung)

TOR
Kini, mulai berjamuran para penulis yang peduli dengan keadaan sekelilingnya. 
Beberapa mulai menyisihkan honorariumnya untuk membantu masyarakat tak mampu. 
Ada juga yang mengeluarkan buku-buku di perpustakaan pribadi untuk bisa diakses 
masyarakat. Lalu bagaimanakah para penulis membuat semacam regenerasi? 
Kepedulian semacam apa yang bisa dilakukan oleh penulis agar masyarakat menjadi 
 peduli dengan bahan bacaan sehingga meningkatkan minat baca? 

Penulis dan pembaca jelas tak bisa dipisahkan. Dengan membuat komunal 
masyarakat yang mencintai buku, secara tidak langsung, penulis menciptakan juga 
komunal pembaca buku yang bisa saja melahap buku-buku yang ditulisnya. 
Sinergisitas ini menjadi penting agar terjadi keharmonisan antara penulis dan 
pembaca. (*)

VI.Sabtu 5 Des 08, Pukul 19.30 – 21.00
DISKUSI 6: ”TANGGUNGJAWAB PERS DALAM MENDUKUNG GERAKAN LITERASI”
Pembicara: MW. Fauzi (Pemred Banten Raya Post, Cilegon), Odien Solihin (Dosen 
Untirta Serang), Jodhy Yudono (Kompas Cybermedia)
Moderator: Ibnu Adam Aviciena (relawan Rumah Dunia)

TOR
Pers adalah ujung tombak dari gerakan literasi. Setiap saat pers bisa hadir di 
ruang pribadi atau public. Pers secara tidak langsung menjadi media 
pembelajaran literasi bagi masyarakat. Rubrik-rubriknya memacu masyarakat untuk 
mengekspresikan dirinya lewat opini,  prosa, dan puisi. Apalagi ketika 
bermunculan pers daerah (koran lokal). Ini memberi berkah bagi perkembangan 
mengembirakan, yaitu problem kebutaaksaran di masyarakat pelan-pelan mulai 
terkikis. 

Tapi adakah kontribusi langsung pers dalam memajukan gerakan literasi lokal di 
negeri ini? Apakah pers hanya sekedar memublikasikan kegiatan-kegiatan literasi 
versi pemerintah dan masyarakat dalam betuk laporannya? Atau pers juga 
menyisihkan dananya secara langsung untuk mendukung gerakan literasi 
masyarakat? (*)

VII. Minggu 7 Des 08, Pukul 08.00 – 10.00 WIB
DISKUSI 7: “CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS 
LITERASI” 
Pembicara: Ariful Amir (Yayasan Nurani Dunia), Siska Leonita (corporate 
Communication XL Care), Deasy Yasmin (Rumah Baca) 
Moderator: Mahmudin (Forum Indonesia Membaca)

TOR
Tak bisa disangkal bahwa keberlangsungan Taman Bacaan Masyarakat/ Komunitas 
Literasi perlu bantuan dari  segenap pihak. Ada TBM yang mengandalkan dari 
bantuan pemerintah. Ada juga yang survive dengan hasil iuran para anggotanya, 
atau mereka menjual segala macam produk yang hasilnya nanti untuk membiayai 
operasional. Selain itu, bagi TBM yang terbilang berhasil, mereka terkadang 
bekerjasama dengan berbagai perusahaan agar eksistensi mereka tetap terjaga. 
Sebuah perusahaan seyogyanya tak hanya memikirkan persoalan laba. Masyarakat 
sebagai konsumen harus diberikan porsi lain agar ada keseimbangan antara 
kapitalistik dan sosial. 

Bagaimanakah kesadaran perusahaan terhadap program CSR? Apakah program CSR bisa 
dipisahkan dengan promosi? Selama ini, kadang sulit sekali membedakan antara 
program sosial dengan promosi. Batasannya begitu mengambang, sehingga 
kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terkesan setengah-setangah. Ataukah 
memang program CSR juga menjadi bagian tak terpisahkan dengan image produk itu 
sendiri? 

Pertanyaan lain yang sering  terdengar adalah bagaimana mengakses program CSR? 
Apakah Taman bacaan Masyarakat yang notabene lebih banyak bergerak di pelosok 
kota-kampung bisa ikut ambil bagian? (*)

VIII. Minggu 7 Des 08, Pukul 10.00 – 12.00 WIB
DISKUSI 7: “DIALOG DAN DEKLARASI KOMUNITAS LITERASI SE-NUSANTARA” (MENGATUR 
LANGKAH, MENGATUR BARISAN, BERGERAK KE DEPAN)
Pembicara: Perwakilan masing-masing komunitas literasi

TOR
Kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya untuk mendukung gerakan literasi lokal/ 
Taman Bacaan Masyarakat, yang kini sudah tersebar sekitar 4000 komunitas di 
Indonesia. Kegiatan ini terbuka bagi siapapun yang peduli dengan dunia 
literasi. Diharapkan dalam pertemuan ini dapat merumuskan sebuah rekomendasi, 
di antaranya, mendorong agar setiap instansi terkait di masing-masing daerah 
membangun gedung perpustakaan yang representatif sehingga masyarakat dapat 
dengan mudah mengakses buku yang variatif dan mutakhir, informasi secara cepat  
(internet), mudah dan merata.(*)

MARI BERDISKUSI DAN KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI LOKAL MENUJU INDONESIA MEMBACA

TIM PERUMUS
Gola Gong, Firman Venayaksa, Ibnu Adam Aviciena, Langlang Randhawa, Aji 
Setiakarya, Muhzen Den

Rumah Dunia, Serang – Banten
www.rumahdunia. net
www.odekampungtiga. wordpress. com
Akhir November 2008
*) “Asah Penamu, Simpan Golokmu” (Toto ST Radik)

ACARA INI DIDUKUNG: 
XL Care, Suhud Mediapromo, Mizan, Salamadani, Banten TV, Forum Lingkar Pena, 
Dindik Banten, Perpusda Banten, GagasMedia, Aneka Swalayan, Rekonvasi Bhumi, 
Gong Media Cakrawala, Tabloid Kaibon, Rumah Tukik, Yayasan Tunas Cendekia, Top 
FM, Yayasan Nurani Dunia, Semko, Forum Indonesia Membaca, Forum Taman Bacaan 
Masyarakat, Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian, Untirta TV

1. Berikut ini adalah peserta Ode Kampung Tiga. Anda yang belum silakan 
menghubungi kami (rumahdunia@ yahoo. com dan odekampungtiga@  gmail.com). Info 
lebih lanjut klik www.rumah dunia.net dan www.odekampungtiga. wordpress.com 

1. Indri Widyanti (Bogor)
2. Imam Setiawan (Rumah Baca Si Bagong, Purbalingga)
3. Wawan Husin (Bandung)
4. Suzzane (Belanda)
5. Deni (www.budaya- indonesia. org)
6. Haryati (UI Depok)
7. Hudan Nur (Kalimantan)
8. Isuur Loeweng (Kalimantan)
9. WaTas Media (Kalimantan)
10. Teras Puitika (Kalimantan)
11. Forum Komunikasi Teater Banjarbaru (Kalimantan)
12. Enigma Community (Kalimantan)
13. Kelompok Studi Sastra Banjarbaru (Kalimantan)
14. Sanggar Matahari Martapura (Kalimantan)
15. Prakoso Bhairawa Putera (Jakarta)
16. Lucia Priandarini (1001 buku, Jakarta)
17. Tonggie Siregar (1001 Buku, Jakarta)
18. Ibrahim Brasilai Jami (Banyumas-Jawa tengah)
19. Indri Widyanti (Bogor)
20. Fitri (Rumah Baca Lentera kalbu, Pandeglang)
21. Agus (TBM Arjasari, Bandung)
22. Doel CP (Aceh)
23. Imam setiawan  (Komunitas Rumah Si Bagong, Purbalingga- Jateng)
24. Pinto Anugrah ( Komunitas Kandangpati, Sumatera)
25. Chandra Kudapawana (Teater Lakon, Upi Bandung)
26. Didik Purwanto ( Seputar Indonesia, Jakarta)
27. Komunitas Hysteria (semarang)
28. Putry Amelia (1001 Buku, Jakarta)
29. ILik sAs (Jaringan Rumah Usaha-Semarang)
30. Dhimas eLKa (Jaringan Rumah Usaha-Semarang) 
31. Sutar Adijoyo Putranto (Jaringan Rumah usaha-Semarang)
32. Arman AZ (Bandar Lampung)
33. Agus Sutisna (Rangkas Bitung)
34. Arahman Ali (Bandung)
35. Aprileny simanjuntak (Jambi)
36. Gratiagusti Chananya Rompas (Komunitas Bunga Matahari)
37. Mikael Johani (Komunitas Bunga Matahari)
38. Waraney Herald Rawung (Komunitas Bunga Matahari)
39. Farrell 
40. Fakhrizal Eka
41. Aris Kurniawan (KSI, Tngerang)
42. Endra ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
43. Nicko ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
44. Andre ( TBM Ibnu Hajar, Magelang  Jateng)
45. Fatimah ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
46. Ida Fitri ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
47. Ida Bagus ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
48. Firdaus (jambi)
49. Sekar ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
50. Mahmudin ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
51. Yati Kamil ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta) 
52. Erik ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
53. Asep ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
54. Yusnaldi.S.S (Padang)
55. Nasrul. (Padang)
56. Ginanjar Wiludjeng (Yogyakarta)
57. Heri Cokro (Yogyakarta)
58. Awit Radiani (Yogyakarta)
59. Hamdy Salad (Yogyakarta)
60. Heru Hikayat (Bandung )
61. Bambang Q Anees (Bandung)
62. Fina Sato (Subang)
63. Dian Hartati (Bandung)
64. Yudi Hartanto (Rumah Baca Zhaffa, Jakarta)
65. Thomas Silvano
66. Hendri F Isnaeni (Malingping)
67. Kahlia Kahlia (Jakarta)]
68. Dimas Wahyu (Universitas Airlangga,Surabaya)
69. Imron
70. Dani  (Universitas Airlangga, Surabaya)
71. Halim HD (solo)
72. Heri CS (Pondok Maos GUYUB Bebengan Boja Kendal Jawa Tengah)
73. Dwi Yuliahsari (Pondok Baca AJAR Meteseh Boja kendal Jawa Tengah)
74. Annisa Nur Aini (Komunitas Sastra Lerengmedini Boja Kendal Jawa Tengah)
75. Restu Ashari Putra (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
76. Mulyadi Saputra (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
77. Dani Ibrahim (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
78. Aryo Sani (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
79. Nurhadi Miharja (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
80. Irvan Nygraha (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
81. Hafidh (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
82. Debra Yatim (Jakarta)
83. Matdon (Bandung)
84. Achi TM (Serpong)
85. Yohanes butar-butar
86. Muksin Kalida (Jogjakarta)
87. Agung Argopo (Serpong)
88. Yohanes B
89. Thomas silvano
90.  Arundanu (Kubah Budaya-Banten)
91. Irwan Sofwan (Kubah Budaya-Banten)
92. Nugraha Umurkayu (Kubah Budaya-Banten)
93. Ahmad. S. Rummi (Kubah Budaya-Banten)
94. Herwan FR (Banten)
95. Rahmat Heldy (Kebon Sastra-Waringinkuru ng)
96. Martin Jankowski (Jerman)
97. Adhi. M. Ramdan (Bandung)
98. Arif Haryanto (Rumah baca Zhaffa)
99. Nia Kania (Rumah Baca Zhaffa)
100. Neng Haeatul Hasanah (Rumah Buku Lentera Kalbu)
101. Isnaeni (TBM Baitul Hamdi, Menes)
102. Ogi Irawan (TBM Baitul Hamdi, Menes)
103. Hasan Zar'an (TBM Baitul Hamdi, Menes)
104. Yandi (TBM Al-Muna, Pulosari)
105. Priyono (TBM Aura Books, Menes)
106. Mamat (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
107. Nurja'i (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
108. Ana (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
109. Tb. Junaedi (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
110. Ade S (TBM Maritim, Labuan)
111. Kusnadi (TBM Visi Bangsa, Tirtayasa)
112. Anis (TBM Visi Bangsa, Tirtayasa)
113.  Gantar H (TBM Visi Bangsa, Tirtayasa)
114. Riva (TBM Al-Hikmah, Labuan)
115. Iim (TBM Al-Hikmah, Labuan)
116. Unah (TBM Al-Hikmah, Labuan)
117. Ujang (TBM Al-Hikmah, Labuan)
118. Ihan (TBM Al-Hikmah, Labuan)
119. H. Sopian (TBM Berkah, Menes)
120. Ujib, Spd (TBM BINA ILMU, Labuan)
121. Oman F (TBM BINA ILMU, Labuan)
122. Aris M (TBM BINA ILMU, Labuan)
123. Fahru Rizal (TBM BINA ILMU, Labuan)
124. E Musfiroh (TBM BINA ILMU, Labuan)
125. Masturi Yulianingsih (TBM Tunas Bangsa, Carita)
126. Masi'zah Hadizah (TBM Tunas Bangsa, Carita)
127. Heni Muminah (TBM Tunas Bangsa, Carita)
128. Esih Sukaesih (TBM Tunas Bangsa, Carita)
129. Masra (TBM Tunas Bangsa, Carita)
130. dr. Werizal Amsir (Nina Creative Center, Pandeglang)
131. Kang Ajat (Nina Creative Center, Pandeglang)
132. Munjirin (Panimbang)
133. Bedi (Mengger)
134. Akaru (Bogor)
135. Subhi, SHI (Pandeglang)
136. Ikri, A.md  (Pandeglang)
137. Sab'ul Matsani, Spd (Pandeglang)
138. Riri Suparsih, A.md (Pandeglang)
139. Ade Muslim, Spd (Pandeglang) 
140. Agus Setiawan (STAINU-Jakarta)
141. Asep Rahmatullah (Kediri)
142. Evi SR
143. Divin Nahb (Tangerang)
144. Adhyanto ( Komunitas Wacana, Jakarta)
145. Eko ( Komunitas Wacana, Jakarta)
146. Minan ( Komunitas Wacana, Jakarta)
147. Lukas ( Komunitas Wacana, Jakarta)
148. Edi ( Komunitas Wacana, Jakarta)
149. Reni Paramita
150. Bilal Ramadhan
151. Noval Y. Ramsis
152. Andre Birowo
153. Agus Kurniawan
154. Marlon F. Hutajulu
155. Ahmad Subhan ( Jogjakarta)
156. Komunitas Kaca Tastura (Lombok Tengah, NTB)
157. Jonru (Jakarta)
158. Dony Aryanto (Tangerang)
159. Atang Bukhori (Pandeglag)
160. Arsita Iswardhani (Jogja)
161. Rachmat Nugraha (Komunitas Penulis Jakarta)
162. Ressa Novita (Komunitas Penulis Jakarta)
163. Dhimen Ibnu Purwanto (Komunitas Penulis  Jakarta)
164. Indah (Komunitas Penulis Jakarta)
165. Hartono Sujadi (Pondok Maos, Kendal-Jateng)
166. Adi Toha (Rumah Baca Jala Pustaka, Jatinagor)
167. Rumah Cahaya (Depok)
168. Pustaka Ciputat (Tangerang)
169. Aswi (Bandung)
170. Amel (TBM Warabal, Parung)
171. Afief (TBM Warabal, Parung)
172. Irsa (TBM Warabal, Parung)
173 Dwi Septiani (TBM Warabal, Parung)

  KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA

 Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia
 Phone: (021) 7044-7220, Mobile: 0818-0807-3636
 Mailing list: [email protected] 
 Home: http://komunitashistoria.blogspot.com
 
 

          

---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
     
                                       

       

Kirim email ke