----- Original Message ----- 
From: Aris 
To: Undisclosed-Recipient:; 
Sent: Thursday, July 17, 2008 2:26 PM
Subject: Fw: Wudhu lahir bathin











                 

           
                                Wudhu lahir dan batin


                                Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, 
sangat waras dan khusyuk
                                sholatnya. Namun, dia selalu khawatir 
kalau-kalau ibadahnya kurang
                                khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang 
dianggap lebih ibadahnya,
                                demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu 
dirasaikan kurang khusyuk.



                                Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang 
abid bernama Hatim Al-
                                Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, 
bagaimanakah caranya tuan
                                sholat?" Hatim berkata,



                                "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu lahir 
dan batin." Isam
                                bertanya, "Bagaimana wudhu lahir dan batin itu? 
" Hatim berkata,"Wudhu
                                lahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua 
anggota wudhu dengan air".



                                Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota 
dengan tujuh perkara :-

                                * Bertaubat

                                * Menyesali dosa yang telah dilakukan

                                * Tidak tergila-gilakan dunia

                                * Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')

                                * Tinggalkan sifat berbangga

                                * Tinggalkan sifat khianat dan menipu

                                * Meninggalkan sifat dengki."



                                Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi 
ke masjid, aku kemaskan
                                semua anggotaku dan menghadap kiblat.



                                Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku 
rasakan:

                                1.aku sedang berhadapan dengan Allah,

                                2.Surga di sebelah kananku,

                                3.Neraka di sebelah kiriku,

                                4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan

                                5.Aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di 
atas titian 'Shiratal
                                mustaqim' dan menganggap bahwa sholatku kali 
ini adalah sholat terakhir
                                bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir 
dengan baik."



                                "Setiap bacaan dan doa didalam sholat, aku 
paham maknanya

                                kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu, 
aku bertasyahud dengan

                                penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan 
ikhlas. Beginilah aku
                                bersholat selama 30 tahun."



                                Apabila Isam mendengar, menangislah dia karena 
membayangkan ibadahnya
                                yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.



                                Untuk manfaat kita bersama, Tolong sampaikan 
email ini kepada sahabat2.
                                Sabda Nabi, ilmu itu milik Tuhan, barang siapa 
menyebarkan ilmu demi
                                kebaikan, insyaAllah Tuhan akan menggandakan 
pahala kepadanya 
                                  
                                Wallahau alam,

                                HSh
                                 
                                 

                             



                          

                          

                          

                       

                 


             
           


        



     
     

<<image001111.gif>>

Kirim email ke