writen:
  Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban
  mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan
  melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan.
  Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan.
  Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi
  menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan
  karena tidak menghargai pelanggan.
whaaa kkkaaaaa khaaaaaaakkkkkkkkk ... ... ... 

Waktu saya ke London, Inggris, bbrp waktu lalu . . .
Stasiun Pompa Bensin disana tak ada yg melayani,
jadi kita swalayan mengisi sendiri . . .
Cara bayarnya pakai kartu kredit, begitu digesek, didebit, 
pompa bensinnya otomatis mengisi sesuai jumlah pembelian . . .

Paling banter juga yg mengawasi robot . . . 

whaaa kkkaaaaa khaaaaaaakkkkkkkkk ... ... ... 

. . .

Ini namanya meletakkan senyum tak pada tempat semestinya . . .

Yg dibutuhan para pengendara bukan senyum, tapi harga murah BBM

Harga BBM di dunia sekarang krn krisis sdh merosot 50% . . .

Tp Indonesia msh tetap bertahan . . . 
Alasannya bahwa harga tsb labil, dan Pemerintah menunggu harga stabil
Sementara itu, rakyat buntung, pemerintah untung . . .

. . .

----- Original Message ----- 

From: Purwaning Baskoro 
To: [email protected] 
Sent: Monday, October 27, 2008 5:46 PM
Subject: [www.suzuki-thunder.net] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin



--------------------------------------------------------------------------

      From: On Behalf Of usep indra [EMAIL PROTECTED] com]
      Sent: 24 October 2008 11:33
      Subject: Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin

             


            Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom
            bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja.
            Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal
            yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

            Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom 
bensin.
            Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai 
tempat
            pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin 
setiap
            hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar
            mengurangi uap bensin yang terhirup.

            Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar
            sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin
            tersebut.

            Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya
            menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada
            yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit,
            katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi.

            Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban
            mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan
            melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan.
            Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan.
            Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi
            menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak 
sopan
            karena tidak menghargai pelanggan.

            Hazrah kazrah!

            Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya
            seragam. Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina
            di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani 
pelanggan.

            Ironisnya, dibalik senyum yang mereka be rika n, ada derita yang 
harus
            mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat
            membe rika n gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya
            paru-paru dan otak mereka.

            Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker
            penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya 
tahu
            dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

            Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib
            para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan 
petugas
            pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas
            pom bensin dengan masker penutup hidung.

            Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom
            bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke
            kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu
            dibalik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka
            tanggung akibat menghirup uap bensin.

            Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
            diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

            catatan:
            Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam,
            diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya
            sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap 
bensin
            terus menerus.

            Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir
            dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom
            bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung. 

                   
                 

           

      .


     

 

__._

 


 

Kirim email ke