Senin, 17/11/2008 11:29 WIB    
         
       Peringatan! Jangan Sembarang Forward Email   
             Achmad Rouzni Noor II - detikinet
              
ilustrasi (diolah)  
      Jakarta -  Meski motifnya cuma sekadar iseng, jangan sembarangan 
meneruskan (forward) email.  Sebab, pemerintah mengaku tak segan-segan menindak 
sang pelaku.

Terlebih jika kasusnya sangat sensitif seperti penyebaran rumor perbankan yang 
dilakukan Erick Jazier Adriansjah, sales Bahana Securities, yang baru saja 
bikin gempar.

"Ini warning buat publik, jangan lakukan tindakan seperti itu (forward email 
sensitif, red) meski cuma iseng. Kami bisa melakukan pelacakan," seru Kepala 
Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto melalui detikINET, 
Senin (17/11/2008).

Gatot menuturkan, pihak Depkominfo melalui Indonesia Security Incident 
Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), langsung berkoordinasi 
dengan Unit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, dan pihak internal Bank 
Indonesia, untuk menguak kasus penyebaran email likuiditas perbankan yang 
menyesatkan itu.

"Ketiga lembaga ini langsung bergerak sinergis sejak rumor beredar. Begitu 
ditemukenali, kami langsung manuver untuk pelacakan. Tapi maaf, teknis 
detailnya tidak bisa kami publikasikan," pungkas Gatot.

Di sisi lain, pengamat telematika Ventura Elisawati menilai, pelaku tindakan 
forward email ini layak mendapat hukuman serius, karena menyebarkan isu kritis 
menyangkut kesehatan bank di tengah kepanikan krisis global.

Namun, ia menyarankan pemerintah agar mengecek ulang kebenaran terlebih dulu 
tentang sang penyebar luas informasi itu, sebelum akhirnya diputuskan bersalah 
dan mendapat hukuman berat.

"Rasanya sudah diatur di UU ITE apa hukumannya jika seseorang kedapatan 
menyebarluaskan informasi di dunia maya--salah satunya melalui surat 
elektronik--yang bisa meresahkan masyarakat," tandas Ventura.

 

   ( rou / wsh ) 
       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke