Mas bro Iwan,

Sip artikelnya..

Hati-hati tertawa sendiri bisa membawa anda ke RS.Marjuki Mahdi!

HA..HA..HA..30x 

Keep kosteRock'in!

K-307

Bejater's

ps:bro nra lo (810) ga salah tuh?

Mas Iwan wrote: 
>  Ada tips berguna nih bro... 
>    
>  Regards, 
>    
>  Iwan K-810 
>    
>    
>  Tertawa 
> Bisa Menyehatkan Tempat Kerja 
>  Jumat, 13 Juli 2007 - 17:11 
> WIB 
>  Tahukah Anda bahwa suasana yang penuh canda dan 
> tawa bisa mendatangkan pengaruh positif di tempat kerja? Dan, sudahkah Anda 
> menyadari bahwa suasana tempat kerja yang "ramai" seperti itu merupakan 
> tuntutan 
> karyawan dari generasi milenial saat ini, yang menginginkan kantor yang 
>  supportive dan fun ? 
>  Kenyamanan di tempat kerja merupakan isu yang 
> serius. Siapa mau bekerja di tempat yang membuat orang stres? Untuk itu, 
> organisasi perlu terus-menerus meningkatkan upaya menciptakan lingkungan 
> (tempat) kerja yang menyenangkan, sehat dan produktif. 
>  Kolumnis David Granirer yang telah melakukan 
> presentasi "tertawa di tempat kerja" di ratusan organisasi di Amerika 
> menganjurkan, "Hidupkan tempat kerjamu dengan tawa!". 
>  Umumnya organisasi menganggap "tertawa di tempat 
> kerja" bukankah ide yang bagus, dan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang 
> kontra produktif. "Tertawa selalu dipertentangkan dengan kerja," ujar 
> Granirer. 
>  "Kita terbiasa mendengar ungkapan-ungkapan seperti 
> ' no pain, no gain ' atau 'bekerja bukan untuk bersenang-senang' ," tambah 
> dia. 
>  Namun, menurut Granirer, dewasa ini kalangan dunia 
> usaha mulai menyadari bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu cenderung menjadi 
> beban. "Di era perubahaan sekarang ini, ajaran-ajaran seperti itulah yang 
> justru 
> kontra produktif." 
>  Granier mengutip riset yang dilakukan sebuah 
> lembaga keuangan di Kanada yang menemukan bahwa para manajer yang mampu 
> memfasilitasi kinerja karyawan hingga level tertinggi adalah mereka yang 
> paling 
> sering menggunakan humor. 
>  "Data-data ilmiah juga membuktikan bahwa tertawa 
> merupakan bagian integral dari kenyamanan fisik," ungkap dia. 
>  Kendati demikian, Granirer mengingatkan, kapan 
> saat yang tepat karyawan memerlukan humor. Granirer lalu mengutip psikolog 
> dari 
> Universitas St. Thomas, Thomas Kuhlman yang menyebut dua indikator khusus 
> yang 
> menandai bahwa sebuah perusahaan memerlukan humor. 
>  Pertama, ketika perusahaan berada dalam 
> situasi-situasi yang tidak menguntungkan. "Misalnya, perusahaan harus 
> menyelesaikan proyek tertentu tapi sumber-sumber daya tak mencukupi, atau 
> ketika 
> ada permintaan yang sulit dari klien atau bos, atau dihadapkan pada regulasi 
> yang tidak populer," papar Granirer. 
>  Kedua, adanya tekanan-tekanan yang tak terprediksi 
> atau tak terkontrol. Misalnya, jadwal yang padat atau beban kerja yang 
> melimpah. 
>  "Dalam situasi-situasi di mana kita hanya memiliki 
> kontrol yang kecil atau tidak sama sekali terhadap keadaan di luar, 
> satu-satunya 
> kontrol terletak pada bagaimana kita bereaksi terhadapnya. Kita bisa memilih, 
> tertawa atau putus asa," tutur Granirer. 
>  Dalam banyak hal, demikian Granirer, tertawa 
> adalah satu-satunya respon yang rasional untuk tetap bertahan. "Bisa tertawa 
> terhadap diri sendiri dan situasi yang dihadapi akan membantu kita menurunkan 
> tekanan, mendapatkan kembali perspektif kita dan menerima apa yang memang 
> tidak 
> bisa kita ubah." 
>  "Tidak hanya itu, tertawa juga memberi kita energi 
> dan kegembiraan yang kita perlukan untuk bertahan," tambah 
> Granirer. 
>      



      

Kirim email ke