Reformasi dan demokrasi melahirkan konsekuensi munculnya keinginan, kesadaran dan kebebasan orang untuk berserikat dan berkumpul. Situasi ini berimplikasi pada munculnya kebutuhan dan tren orang akan kelompok dan identitas, mulai dari parpol, ormas, LSM, dsb. Dalam dunia otomotif, kebutuhan orang akan kelompok dan identitas lebih merupakan perwujudan dari tingginya kebutuhan akan informasi dan kekerabatan yang spesifik, sehingga memunculkan keberadaan perkumpulan pengguna dan pecinta merk tertentu, dengan tiga bentuk/tipe mayoritas yaitu club, community dan society.
Sejak reformasi itulah kemunculan wadah-wadah perkumpulan otomotif, dalam hal ini pengguna sepeda motor (yang anggotanya lebih dikenal dengan istilah "bikers") mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat seiring dengan kemunculan wadah-wadah perkumpulan lain dalam berbagai bidang di Indonesia. Namun sudah menjadi kodratnya manusia, khususnya bangsa Indonesia yang sedang mengalami euforia kebebasan berserikat dan berkumpul, persoalan eksistensi dan kekuasaan lebih mendominasi dalam kemunculan wadah-wadah bikers tadi. Situasi yang berawal dari perbedaan pola pikir dan pandangan, berlanjut dalam bentuk ketidakpuasan, pada akhirnya berujung dalam bentuk kebencian dan permusuhan. Hal ini tidak jarang menjadi latar belakang berdirinya perkumpulan baru yang bersifat sempalan atau pecahan dari wadah sebelumnya. *Ideologisasi Tigerist Indonesia * Pada awal berdirinya di tahun 2002, HTML (Honda Tiger Miling List) dibentuk sebagai sarana dan media komunikasi berbasis internet antar pengguna dan pecinta sepeda motor Honda Tiger (Tigerist) tanpa melihat kapasitas pribadi atau institusi anggotanya. Media maya yang menjadi sarana komunikasi tanpa batas ruang dan waktu ini menjadi makin berkembang seiring dengan bertambahnya anggota yang mendaftar. Hal ini pun tak lepas dari kecerdikan kapitalis produsen dalam memanfaatkan situasi dan peluang terhadap pasar yang telah mengorganisir dirinya sendiri, dengan terus memproduksi dan mempertahankan motor merk Honda Tiger tanpa diimbangi oleh peningkatan maupun pembaharuan teknologi. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya, HTML menciptakan sistem dan mekanisme organisasi yang khas bagi mereka, yang dalam aktifitasnya bukan sekedar komunikasi dunia maya tapi juga interaksi fisik secara nyata. Sistem dan mekanisme organisasi tersebut melahirkan pro dan kontra. Dengan sebagian besar anggota yang merupakan pekerja dan berumahtangga, HTML "menolak" setiap gagasan dan pemikiran yang bersifat eksklusif dan militan. Situasi tersebut memunculkan perasaan tidak puas, sakit hati dan dendam. Perasaan negatif yang diperkeruh oleh hasrat akan pengaruh dan kekuasaan, memicu lahirnya organ-organ baru yang bukan sekedar wadah perkumpulan pengendara Honda Tiger, melainkan juga sebagai tempat aktualisasi pemikiran dan gagasan yang tidak "terakomodir" dalam HTML. Situasi dan kondisi pro-kontra itulah yang pada akhirnya terkanalisir menjadi dua cabang ideologi dalam organisasi Tigerist, yakni klub dan komunitas. Hingga hari ini, dua kutub ideologi tersebut membesar dan berkompetisi dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. HTML dengan ideologi komunitasnya yang memandang brotherhood Tigerist sebagai perkumpulan tanpa tekanan dan paksaan, dan HTCI (Honda Tiger Club Indonesia) sebagai payung perkumpulan-perkumpulan Tigerist dengan ideologi klubnya yang memandang brotherhood sebagai perkumpulan yang masif, absolut dan militan. *Perkembangan HTML* Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, HTML mengalami stagnasi kemapanan yakni kejenuhan yang mengarah pada titik kulminasi dalam kebesarannya. HTML berpuas diri pada apa yang telah dicapainya dengan penilaian yang relatif, di satu sisi positif tapi di lain hal negatif. Secara positif, HTML tetap dianggap merupakan sebagai komunitas pecinta dan pengguna motor Honda Tiger terbesar di Indonesia, dengan member aktif dan pasifnya yang masih tetap bertambah (positif pada tataran kuantitas). Namun secara kualitas, HTML telah mengalami kemerosotan yang cukup signifikan. Hal ini tertandai dengan hal-hal antara lain : berkurangnya kunjungan maupun keramaian dalam website dan milis, vakumnya koperasi, berkurang bahkan beralihnya sponsor, sering terdengarnya pelanggaran dalam etika dan peraturan berkendara oleh anggota aktif, dan sebagainya. Lebih lanjut terjadi status quo paradigma yang berakibat pada stagnasi gagasan dalam HTML. Sejumlah pemikiran dan pandangan lama cenderung dipertahankan atas dasar nostalgia dan pemahaman yang tak lagi sesuai dengan kemajuan zaman. Belum lagi persoalan ambivalensi (perasaan yang bertentangan) dalam bentuk organisasi, sebagai contoh di satu sisi HTML harus menerapkan konsep dan prinsip "smart ride" dengan tegas, tapi di sisi lain perangkat aturan dan mekanisme dalam pengawasannya kurang dilakukan lantaran khawatir terjadinya klub-isasi. Bentuk stagnasi kemapanan yang lain adalah terlalu larutnya HTML dengan persoalan "smart" yang berakibat pada kurangnya perhatian terhadap "pride". HTML menjadi bangga bahkan narsis ketika berhasil menciptakan konsep dan pemikiran canggih (smart) yang aplikasinya belum tentu dapat dilakukan. Konsep dan pemikiran canggih tersebut seringkali menjadikan HTML tampak seperti "intelektual yang sedang belajar di atas motor sambil belajar mengendarai motor". Anggota aktif HTML terdoktrin oleh kekuatan dan solidaritas "semu" yang terjadi di internet, sehingga luka akibat hantaman-hantaman psikologis bahkan fisiologis yang terjadi di ruang nyata (oleh kompetitornya yang lebih membesarkan "pride") selalu diusahakan sembuh oleh wacana dan diskusi dalam ruang maya. Harusnya dapat disadari bersama, bahwa "pengobatan" ala ketikan kata-kata tadi niscaya akan menciptakan degradasi moral yang berimplikasi pada perlemahan harga diri (prideless) anggota HTML. Apalagi sang kompetitor kini sedang menuju arah "smart", dengan tetap menjaga "pride". Berangkat dari persoalan "smart" dan "pride", HTML membutuhkan kekuatan darat yang menjadi tulang punggung perealisasian sebagai komunitas yang berisi kumpulan manusia nyata, bukan orang-orang maya. Kekuatan darat HTML merupakan "pasukan siap tempur" yang menjadi ruang aktualisasi diri bagi anggota bernomer yang kurang bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan berkomunikasi via internet. Secara nyata, pasukan inilah yang akan menjadi garda terdepan dalam membangun "pride" HTML sebagai komunitas Honda Tiger terbesar di Indonesia. Dengan memanfaatkan seluruh potensinya, maka HTML akan menjadi organisasi dengan kemampuan konsep, diplomasi dan "tempur" yang tak tertandingi. Kelemahan yang tak kalah penting dan kurang disadari oleh HTML adalah bahwa sistem dan mekanisme keorganisasian HTML hanya ada dan berlangsung pada tataran pengurus, yaitu "pusat" dan kekordinasian wilayah (korwil) saja. Sistem dan mekanisme keorganisasian tidak berlangsung pada anggota (non pengurus) HTML, kecuali di awal saat calon anggota menjalani proses pengumpulan tandatangan dan sertifikasi GRC. Setelah dua hal itu selesai, tidak ada sistem dan mekanisme yang berlaku dan berlangsung bagi anggota kecuali moralitas dalam menjalankan "smart riding" dan keterserahan dalam melakukan pertemuan kopdar maupun internet. *Optimalisasi Ruang Maya* "Barangsiapa yang menguasai informasi, maka dialah yang bahkan menguasai dunia". Setidaknya kalimat sederhana tersebut mengartikan bahwa informasi menjadi hal yang vital sekaligus fatal bagi perkembangan sebuah organisasi, mulai dari tingkat kecil yaitu komposisi rumahtangga-rumahtangga dalam sebuah RT, hingga skala yang terbesar dalam hal ini komposisi negara-negara dalam tatanan dunia internasional. HTML memiliki milis dan website, yang tidak hanya dimasuki oleh ribuan member aktif pemilik nomer ID, juga oleh ribuan member pasif mulai dari yang sekedar ingin mengetahui persolan teknis motor Honda Tiger hingga mata-mata dari "negara tetangga", serta klub dan komunitas motor lain. Sayangnya, penguasaan atas milis dan website hanya sebatas pemanfaatan dan pengaturan oleh pengurus sebagai ruang untuk mempertahankan "crowd" agar tidak sepi dari obrolan dan kunjungan. Seharusnya milis dan website dapat pula dipergunakan sebagai media propaganda HTML dalam menyampaikan visi dan misinya. HTML bagaikan tetesan air yang berusaha mewarnai samudera, di mana segelintir ribu (ratus atau puluh?) pengendara motor berusaha mempengaruhi jutaan pengendara sepeda motor di Indonesia, dengan jargon "smart ride" yang meliputi penerapan dan kepedulian terhadap etika sesama pengguna jalan raya, peraturan lalu lintas, dan ekologi lingkungan. Dengan konsep media propaganda, melalui milis dan website dapat diciptakan informasi yang dimodifikasi dan dimanipulasi sedemikian rupa, dalam arti dan tujuan yang positif sesuai dengan kepentingan organisasi HTML secara keseluruhan. Seiring pula dengan peningkatan kualitas dan kuantitas manajemen terhadap konflik dan isu yang diterapkan kepada seluruh anggota aktif dan pasifnya, maka HTML dapat menjadi sebuah organisasi yang secara kualitas dan kuantitas melebihi apa yang sekarang ada. *Nasionalisme HTML* Ideologi komunitas pada HTML memiliki ambivalensi yang cukup kontraproduktif. Di satu sisi menginginkan tegas dan keras dalam aturan, namun di sisi lain paranoid terhadap terjadinya klub-isasi. Di satu sisi menginginkan tiadanya tekanan dan paksaan, namun di sisi lain terjadi pemasungan kreatifitas terhadap simpul-simpul wilayahnya dalam bentuk aturan yang relatif tanggung, serta hal lainnya yang bersifat "abu-abu". Ada baiknya HTML menganut sistem federasi murni, di mana tiap wilayah bebas mengaktualisasi diri terkait dengan cara dan gaya, namun tetap memegang teguh prinsip-prinsip HTML sebagai "negara ibu". Biarkan rasa kewilayahan berkembang, namun diiringi dengan semangat "nasionalisme" komunitas yang tinggi melalui pembentukan mental ideology : sense of unity, sense of belonging, sense of being (ideologi mental : rasa persatuan, rasa memiliki, rasa menjadi). Dengan adanya konsep wajib sertifikasi bagi anggota baru melalui kegiatan GRC (group riding course), merupakan terobosan baik yang dapat mengikis ambivalensi HTML. Dengan adanya GRC, anggota menjadi lebih terdoktrin smart riding-nya dan akan menjadi lebih efektif lagi dengan penambahan doktrin ideologi mental tadi, yaitu rasa persatuan, rasa memiliki dan rasa menjadi, dalam hal ini HTML. Ketika setiap anggota HTML telah mengalami sertifikasi GRC (setidaknya makin lama makin banyak oleh adanya anggota baru), maka secara lebih lanjut perlu dibentuk kembali lembaga HSRT nasional (dengan hirarki wilayahnya) sebagai "aparat penegak hukum" HTML atas doktrin smart riding dan mental ideology. Dengan demikian, HTML akan dengan berani mengatakan "we are quantity by controled quality" (kami adalah kuantitas dengan kualitas yang terawasi). *Membangun Eksistensi Internal* Sebuah organisasi makin kuat dan besar ketika perbedaan-perbedaan dijadikan bahan bakar perjalanan dalam persamaan. Intinya, HTML jangan lagi membesar-besarkan perbedaan aktifitas antara ruang maya dan nyata. Adalah benar bahwa HTML merupakan wadah interaksi Tigerist berbasis internet, tapi keseimbangan tetap diperlukan dengan adanya pertemuan langsung di darat. Yang terpenting adalah konsistensi dalam idealisme namun fleksibel dalam melihat persoalan, di mana ruh berkomunitas tanpa tekanan dan paksaan tetap ada dengan tidak mempersoalkan kekurangan bentuk eksistensi yang lain secara sepihak. Justru inilah kelebihan HTML, kekurangan yang dimiliki oleh anggotanya bisa dijadikan sebagai kekuatan bagi yang lain dengan prinsip saling mengisi. *Maksimalisasi GRC* Secara lebih lanjut, GRC dapat dijadikan sebagai divisi yang produktifitasnya bukan sebatas sertifikat dan doktrin, yaitu dengan mengajukannya dalam bentuk proposal acara secara profesional kepada institusi-institusi yang membutuhkan pembinaan tertentu bagi SDM-nya, seperti misal: perusahaan, pabrik, sekolah, kampus, dsb. Dengan "menjual" GRC, maka akan didapat beberapa keuntungan, antara lain : - Menjadi salah satu sumber pemasukan dana organisasi HTML - Menciptakan pemberdayaan bagi anggota yang lebih memiliki kapasitas darat ketimbang maya - Menjadi cara dan sarana efektif untuk menciptakan pengikut dan memperluas pengaruh smart riding - Menambah citra dan eksistensi positif atas HTML di mata pemerintah dan masyarakat - Dan sebagainya. *Peningkatan Hubungan Eksternal* Pada prinsipnya wadah berkumpul bikers dalam bentuk/genre apapun adalah ruang sosialisasi dan interaksi antar manusia pengendaranya. Motor menjadi simbol, identitas atau pembeda terhadap satu sama lainnya. Namun tak jarang terjadi internalisasi nilai-nilai kultural dan emosional yang berlebih atas wadah organisasi tersebut berdasarkan jenis atau merk kendaraan. Pada titik inilah bikers menjadi budak sekaligus tentara pembela produk kapitalis otomotif. Bikers menjadi kumpulan orang yang saling hina dan cela karena merk atau jenis motor yang berbeda. Berangkat dari situasi dan kondisi tersebut, maka HTML perlu meningkatkan hubungan "luar negeri"-nya melalui agenda-agenda bersama maupun kunjungan-kunjungan yang terencana terhadap klub atau komunitas lain, yang dimulai melalui peningkatan interaksi terhadap komunitas/klub motor di luar Honda Tiger. Ini akan mempengaruhi konstalasi politik dunia per-biker-an khususnya Tigerist. Lebih lanjut dapat diikuti dengan agenda pembentukan poros-poros antara lokalan HTML dengan lokalan HTCI lainnya. Atas dasar gagasan ini, diperlukan keberadaan sebuah divisi yang secara khusus mengurus persoalan hubungan eksternal secara intensif. Bukannya tidak mungkin, bila dua kutub ideologi Tigerist yang bertentangan akan hilang secara perlahan dengan adanya intensitas kerelasian yang terpelihara dan terjaga. Sehingga suatu saat club dan community akan melebur dalam suatu wadah baru, yaitu society. Demikianlah beberapa pemikiran tentang HTML. Tulisan ini dibuat tidak dengan semangat saling meruntuhkan, melainkan untuk membangun dengan tatapan yang berarti bagi masa depan. Tetapkan perubahan, atau membusuk dalam kestabilan.. Long life HTML! **Penulis adalah Dorri "Idhoy" Herlambang, anggota HTML dengan nomer 1390 yang berasal dari Kekordinasian Wilayah Jakarta Selatan, dan sedang menjabat sebagai Ketua Umum REDZONE : Red Moto Society. Sumber: http://www.honda-tiger.or.id/forum/html-stagnasi-dalam-t25141.html Disalin ke forum Koster di alamat: http://www.suzuki-thunder.net/lintas-bikers-f80/lintas-bikers-html-stagnasi-dalam-kemapanan-t7022.htm#166159 *
