salam koster

bro rivo...pa kabar nih..thanks sharing cerita nya..good bro..
Kapan nih kumpul2 di kopdar Koster Parung di depan PPPTK/PENJAS
kita tunggu bro...tiap jumat malam dan malam minggu jam 20.00 - 23.00 wib
kebetulan malam minggu besok kita ada acara bro..datang yak..seru deh...ok

bst rgds,
Gerry - Koster039
081511571171
www.suzuki-thunder.net
Ex Humas Koster Pusat

--- Pada Kam, 26/2/09, Rivo Yudhistira - SPC <[email protected]> menulis:
Dari: Rivo Yudhistira - SPC <[email protected]>
Topik: [www.suzuki-thunder.net] cerita pagi
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 26 Februari, 2009, 9:20 AM

Salam koster

 

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama

 

 

Best Regards,

 

RIVO YUDHISTIRA

Share Processing Center

Head Office-Gd. KWARNAS Lt.8

Jl. Medan Merdeka Timur No.6 Jakarta Pusat

Telp  :021-3502150, Ext 1734

Fax   :021-3508045, 021-3522367

Email :spc.rivo.yudhistira @pertamina. com

cid:image001.png@01C955ED.C6515980Logo_pertamina

 

 



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke