SEKILAS INFO (PENTING)
 
kalau pernah di posting, maaf repost.

Purwaning Baskoro

WebBlog: 
http://endonesia-raya.blogspot.com
http://endonesia-bebas.blogspot.com
http://p-baskoro.blog.friendster.com

--- On Wed, 4/3/09, Ari Mei <[email protected]> wrote:














From: Mildo Nainggolan 
Sent: Tuesday, March 03, 2009 9:29 AM
To: Benny Sianturi; K. Thofa Iskandar Adhi Putra; Diah S. Kusumodewi; Cepi 
Irawan; Herdjuno Poernomo; Alam Mulyawan; Arief Sukma Widjaja; Army Howard; 
Asnidar; Bambang Prayoga; Bayu Aditya; Cherie Ashraf Almassawa; Desti Melanti; 
Dicky Rahmadi; Doni Suryanta F; Dwi Nurcahyanto; Eko Ariawan F.; Ita 
Iswororini; Novwan Nazar; Nuryaqien; Ricky Lesmana; Rosa Dwiwahyuni Pelawi; 
Rudy Hartono; Ryan B. Wurjantoro; sudarmanto; Sulistyani; Waras Budi; Wasroi; 
Subject: Turbin pesawat mati karena sinyal Handphone
 






albertus andy <albertus_andy@ yahoo.com>
Subject: [MC-ers] Turbin pesawat mati karena sinyal Handphone
To: mc-...@yahoogroups. com
Date: Tuesday, February 24, 2009, 12:26 AM

Dear MC-ers,

Saya sedih kalau teringat terbakarnya pesawat Garuda , GA 200 pada tanggal 7 
Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. 
Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam, juga dengan 
menggunakan pesawat Garuda. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga 
Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena 
tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, 
dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat 
ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia 
bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia 
adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba 
mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang 
menggunaka HP didalam
ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini 
kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin 
tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak 
salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. 
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. 

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian 
dengan pesawat.

(KOMPAS)

Rakyat kita ini memang High class.. 
Handphonenya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan.. 
Ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau 
tapi tetap gak peduli. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang 
keras.

Buat yang belum tahu, kenapa Gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut 
penjelasannya:
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita 
mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia-Medan. 
Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti..

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan 
ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.Ternyata menurut sumber informasi 
yang didapat dari ASRS (Aviation Safety 
Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap 
keselamatan penerbangan.

Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh 
ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, 
terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari 
bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh 
penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel 
terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan 
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus 
meraung-raung.. Ternyata,sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, 
dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 
kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, 
London. 
Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD 
player, dan electronic game masing-masing (The Australian post, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak 
landasan,langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja 
diaktifkan. Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa 
perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan 
(nuisance)terhadap kenyamanan orang lain..

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan 
ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat 
terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak 
berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: Arah terbang 
melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator)terganggu , Gangguan 
penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem 
navigasi,Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, 
Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, 
sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan 
oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan 
oleh gameboy. Semua informasi diatas bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika 
pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun 
terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara 
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas 
dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio 
melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base 
Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 
kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau 
ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 
600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di 
pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta). Sebagai mahluk modern, 
sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. 
Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan 
orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita 
memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita 
orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun 
menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat 
terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Salam
albertus andy <albertus_andy@ yahoo.com> 
 




Share your beautiful moments with Photo Gallery. Windows Live Photo Gallery 


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!


      

Kirim email ke