salam koster

bro rivo..kalo dari arah depok-DTC-Rangkapan jaya-parung bingung-sawangan 
village-bukit rivaria-pengasinan- ambil kiri -lurus terus aja -komp. ARCO- 
sampe mentok....ke jl.raya parung..-ambil kanan -lurus aja - nanti ada bacaan 
PPPTK/PENJAS..nah disitu lokasi Kopdar KOSPAD ( Koster parung DIvison...) ok 
bro rivo....
mudah2an ketemu yak..dan kita bisa kumpul2 & diskusi di dunia nyata...he..he..

BRAVO KOSTER !

bst rgds,
Gerry - Koster039
The Real Thunder Bear
081511571171
08179874805
www.suzuki-thunder.net


.. 

--- Pada Jum, 6/3/09, Rivo Yudhistira - SPC <[email protected]> 
menulis:

Dari: Rivo Yudhistira - SPC <[email protected]>
Topik: RE: [www.suzuki-thunder.net] Blessing In Disguise
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 6 Maret, 2009, 10:01 AM











    
            







SALAM KOSTER 

   

Betul Om Gerry, pkoknya smua kehidupan yg kita jalanin pasti ada
Hikmahnya.. 

Wah ane sebenernya pengen bgt, tp ane terus terang ga tau daerahnya.. 

Walaupun tnggl di Depok ane ga tau daerah depok dan sekitarnya…heehehehe..maklum
jrg jln.. 

Klo bs ksh petunjuk angkot aja,biar ane bs ikutin angkot aj...hohohohho… 

Mohon petunjuknya om ger.. 

   

Thx n regards 

reevho_tumjee 

081384442010/ 99594075 

   

   





From: koster_bogor@ yahoogroups. com
[mailto:koster_ bo...@yahoogroup s.com] On Behalf Of gerry garsono

Sent: Friday, March 06, 2009 9:10 AM

To: koster_bogor@ yahoogroups. com

Subject: Bls: [www.suzuki- thunder.net] Blessing In Disguise 





   








 
  
  salam koster

  

  bro rivo thanks about sharing nya...wah mengugah banget bro...

  jadi intinya emang kita kudu sabar, tawakal dan senantiasa berdoa ....

  insya allah akan ada solusi dari permasalahan hidup yg sedang kita hadapai..

  

  NB : Bro Rivo nanti malam kopdar di Kospad - Parung yak..

         di Depan PPPTK/PENJAS. ..ok

         Hp nya no berapa bro ?? thanks.

  

  BRAVO KOSTER !

  

  bst rgds,

  Gerry - Koster039

  The real thunder bear

  081511571171

  www.suzuki-thunder. net

  Humas Koster pusat

  

  --- Pada Jum, 6/3/09, Rivo Yudhistira - SPC <spc.rivo.yudhistira @pertamina. 
com>
  menulis: 
  

  Dari: Rivo Yudhistira - SPC <spc.rivo.yudhistira @pertamina. com>

  Topik: [www.suzuki- thunder.net] Blessing In Disguise

  Kepada: koster_bogor@ yahoogroups. com

  Tanggal: Jumat, 6 Maret, 2009, 8:47 AM 
  
  
  
  Salam Koster 
    
  Blessing In Disguise

  

  Dalam sebuah e-mail dari teman pernah ada kisah sepasang suami-istri 

  dan anaknya. Ceritanya kira-kira begini. Adalah sepasang suami-istri 

  yang sudah lama tidak mempunyai anak. 

  

  Suatu hari sang istri ternyata hamil lalu melahirkan seorang anak 

  laki-laki. Semua tetangga mengatakan mereka adalah pasangan yang 

  beruntung. Anaknya laki-laki lagi. Kalau nanti sudah dewasa, 

  bukankah dia bisa bekerja keras dan merawat orang tuanya? Sungguh 

  beruntung mereka punya anak laki-laki. 

  

  Ternyata anak tersebut sangat senang kuda. Dia sangat ingin memiliki 

  seekor kuda. Tapi mereka miskin sehingga tidak bisa membeli hewan 

  tersebut. Semua orang mengatakan bahwa mereka benar-benar sial 

  karena miskin, sehingga tidak bisa membeli kuda. Kalau mereka kaya, 

  kan bisa beli kuda? Sial benar. 

  

  Suatu hari ayahnya diberi seekor anak kuda oleh pelanggannya yang 

  sering membeli kayu bakarnya. Jadilah anak itu punya seekor kuda. 

  Semua orang mengatakan mereka sangat beruntung. Ingin punya kuda, eh 

  ada yang memberi kuda. Beruntung sekali. 

  

  Anak itu pun belajar berkuda. Dia sering berkuda ke mana-mana. Suatu 

  hari, ketika sedang berkuda. ternyata kuda tersebut mengamuk, 

  sehingga anak itu terjatuh dan kakinya patah. Sejak kejadian itu dia 

  menjadi pincang apabila berjalan. 

  

  Semua orang menyesali mengapa dia berkuda. Kalau dulu tidak punya 

  kuda, kan dia tidak akan jatuh. Dan kakinya tidak akan pincang. 

  Sial. Mengapa punya kuda? Lebih baik tidak usah punya kuda. Sial 

  sekali. 

  

  Setelah anak tersebut menginjak dewasa, ternyata di negara tersebut 

  pecah perang dengan negara lain. Semua pemuda harus menjadi serdadu. 

  Anak pasangan suami-istri itu juga harus mendaftar. Orangtuanya 

  khawatir kalau anak satu-satunya ikut berperang. Semua tetangga 

  merasa kasihan dan menyesali mengapa dulu tidak lahir anak perempuan 

  saja. Kalau anak perempuan kan tidak harus berangkat berperang. 

  Aduh, sial benar, mengapa pasangan itu dulu melahirkan anak laki-

  laki? 

  

  Ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan ternyata anak itu yang kini 

  sudah tumbuh menjadi seorang pemuda, tidak diterima sebagai serdadu 

  karena kakinya cacat. Semua orang mengatakan, beruntung sekali dia 

  tidak harus berperang. Coba kalau dulu tidak jatuh dari kuda, dia 

  pasti harus ikut berperang. Untung dulu dia punya kuda. Untung dulu 

  dia jatuh dari kuda. Untung kakinya pincang. Sungguh beruntung dia. 

  

  Dari cerita ini, sebenarnya untung dan sial itu apa sih? Kapan 

  seorang disebut beruntung dan kapan kurang beruntung? Ketika anak 

  laki-laki yang lahir, katanya beruntung, tapi ketika dia harus 

  berperang, orang-orang mengatakan mengapa dulu tidak lahir anak 

  perempuan saja? 

  

  Ketika dia mendapat kuda, katanya beruntung, tapi ketika dia pincang 

  karena jatuh dari kuda, katanya sial. Orang-orang menyesali mengapa 

  punya kuda. Lalu ketika dia tidak jadi berperang karena pincang, 

  kata orang dia beruntung karena dulu pernah jatuh dari kuda. Untung 

  dulu punya kuda. Untung dia pincang. 

  

  Jadi, sebenarnya kapan seseorang sial dan kapan seseorang beruntung? 

  Apakah karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan lalu kita 

  katakan sial atau kita anggap musibah? Apakah ketika sesuai dengan 

  keinginan kita, lalu musibah tersebut bisa berubah menjadi 

  keberuntungan? Kapan kita menyesali sesuatu? Kapan kita mensyukuri 

  sesuatu? Mungkin saja apa yang dianggap sial atau musibah hari ini, 

  mungkin bisa berubah menjadi keberuntungan di masa depan. 

  

  Melihat berkah 

  

  Mengapa? Mungkin karena kita belum bisa melihat blessings in 

  disguise. Kita tidak bisa melihat berkah dibalik musibah. Apa yang 

  dilihat sebagai musibah hari ini, ternyata di kemudian hari baru 

  kita sadari bahwa hal itu mengandung berkah. 

  

  Kisah berikut ini pernah saya tulis dari sudut pandang yang berbeda. 

  Sekali waktu ada seorang pria buta huruf yang bekerja sebagai 

  penjaga sebuah gereja di Amerika Serikat. Sudah sekitar 20 tahun dia 

  bekerja di sana. Suatu hari pemimpin gereja itu dipindahkan ke 

  tempat lain dan digantikan oleh pemimpin baru. 

  

  Pemimpin baru ini menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa 

  membaca dan menulis agar mereka bisa mengerti pengumuman yang 

  ditempel di papan pengumuman. Penjaga yang buta huruf itu terpaksa 

  tidak bisa bekerja lagi. 

  

  Dia sangat sedih dan berjalan pulang dengan lemas. Dia tidak berani 

  langsung pulang ke rumah, tidak berani langsung memberitahu 

  isterinya. Dengan sedih dia berjalan pelan menelusuri jalanan. 

  

  Setelah hari gelap sampailah dia di sekitar pelabuhan. Dia pun ingin 

  membeli tembakau. Tapi setelah mencari kemana-mana, setelah 

  mengelilingi beberapa blok, tidak ada satu toko pun yang menjual 

  tembakau. Tiba-tiba, dia berfikir "Tembakau sangat perlu. Tapi di 

  sekitar sini tak ada yang jual tembakau. Aku ingin jualan tembakau 

  saja ah." 

  

  Dia pun pulang, lalu dengan penuh semangat menceritakan idenya untuk 

  berjualan tembakau kepada isterinya. Dia tidak lagi menyesali 

  nasibnya yang baru saja kehilangan pekerjaan. Kemudian dia pun 

  membuka kios tembakau. Ternyata tembakaunya laku keras. 

  

  Tak berapa lama, dia bisa membuka toko tembakau. Beberapa tahun 

  kemudian dia bisa membuka beberapa cabang toko tembakau di tempat 

  lain. Jadilah dia pedagang tembakau sukses. 

  

  Ketika sudah jadi orang kaya, dia pun pergi ke bank untuk membuka 

  rekening. Tapi karena buta huruf, maka dia tidak bisa mengisi 

  formulir. Karyawan bank berkata "Wah, Bapak yang buta huruf saja 

  bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau Bapak bisa membaca dan 

  menulis, Bapak pasti lebih kaya lagi." Dengan tersenyum dia 

  berkata "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih 

  menjadi penjaga gereja." 

  

  Waktu dia dipecat, dia merasa sedih, putus asa, dan mungkin 

  menyesali kejadian itu. Peristiwa itu merupakan musibah. Tapi kini, 

  dia bisa melihat bahwa mungkin nasibnya tidak akan berubah menjadi 

  seperti sekarang kalau dulu dia tidak dipecat. 

  

  Apa yang dulu merupakan musibah, ternyata kini mendatangkan 

  keberuntungan, menjadi berkah. Mari kita mencoba bersabar dan tabah 

  dalam menghadapi apapun. Berdoa supaya bisa melihat berkah di balik 

  musibah. Do not give up! See the blessings in disguis 
    
  Best Regards, 
    
  RIVO YUDHISTIRA 
    
    
    
  
  
  
  
 


   







Wajib militer di Indonesia? 

Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 





 









 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke