Smoga bermanfaat...



----- Forwarded Message ----
From: Harry Indo <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Thursday, March 5, 2009 10:59:21 PM
Subject: [b70] Re: [alumni70-85] Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah

  
Excellent sharing, Bro !
Keep it up !
 
Cheers,
BHP


--- On Fri, 3/6/09, Adhye Kurnadhye <[email protected]> wrote:

From: Adhye Kurnadhye <[email protected]>
Subject: [alumni70-85] Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah
To: [email protected]
Date: Friday, March 6, 2009, 11:11 AM


Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah       

Artikel - Keluarga Muslim 
 
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu 
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram 
kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya 
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang 
berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30]: 21)
 
Rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah adalah dambaan setiap pasangan. Namun, 
yang menjadi pertanyaan bagi kebanyakan pasangan pula adalah: bagaimana 
menggapai rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah?! 
 
Pada malam pernikahan putrinya, Umamah binti Harits yang dikenal dengan Ummu 
Iyas binti Auf, seorang wanita pemuka Arab, menyampaikan pesan yang sangat 
indah kepada putrinya. 
 
Umamah berkata, “Putriku, sekarang engkau akan meninggalkan suasana dimana 
engkau dilahirkan, meninggalkan kehidupan dimana engkau dibesarkan. Sekiranya 
ada wanita yang tidak butuh suami karena merasa cukup dengan kedua orang 
tuanya, atau kedua orang tuanya membutuhkannya, engkaulah wanita yang paling 
tidak membutuhkan suami. Tetapi, wanita diciptakan untuk laki-laki dan 
laki-laki diciptakan untuk wanita. Karena itu, aku wasiatkan kepadamu sepuluh 
hal:
 
• Pertama dan Kedua: patuhilah suamimu dengan penuh keridhaan; dengar dan 
taatilah ia dengan baik.
 
• Ketiga dan keempat: perhatikanlah pandangan dan penciumannya; jangan sampai 
pandangannya melihat sesuatu yang buruk padamu, dan jangan sampai ia mencium 
darimu selain bau harum.
 
• Kelima dan keenam : perhatikanlah waktu tidur dan makannya, karena lapar yang 
sangat dan kurang tidur dapat membuatnya terbakar amarah.
 
• Ketujuh dan kedelapan: jagalah hartanya dan peliharalah keluarganya. Menjaga 
harta dengan baik adalah dengan membuat anggaran secara baik,  dan inti urusan 
keluarga adalah baik dalam mengatur.
 
• Kesembilan dan kesepuluh : Janganlah mendurhakai perintahnya dan jangan pula 
membuka rahasianya. Sebab,  jika engkau mendurhakai perintahnya, engkau akan 
melukai hatinya, dan jika engkau membuka rahasianya, engkau tidak akan merasa 
aman dari pengkhianatannya.
 
• Selanjutnya, perhatikan baik-baik, jangan sampai engkau menampakkan 
kegembiraan di hadapannya ketika ia sedang bersedih, dan jangan sampai 
menampakkan kesedihan ketika ia bergembira.”
 
Demikianlah wasiat Ummu Iyas, seorang ibu yang sangat menginginkan terciptanya 
sakinah, mawaddah wa rahmah dalam rumah tangga putrinya, guna menggapai 
kebahagiaan hakiki, dunia dan akhirat. 
 
Ummu iyas tahu betul bahwa kebahagiaan pasangan suami istri hanya dapat 
terwujud jika ada kerjasama dan saling pengertian di antara keduanya. 
Kebahagiaan pasangan suami istri terletak pada bagaimana pasangan itu mengelola 
rumah tangganya dengan baik, saling menghormati, saling memuliakan, dan tidak 
saling menghinakan.  
 
Sekian, semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang selalu 
diliputi cinta dan kasih sayang. Amin…. (myshandy) 






      

Kirim email ke