sedikit renungan bro,,,,,,,
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf
Of sahabatrasfm
Sent: Monday, March 23, 2009 2:19 PM
To: [email protected]
Subject: [sahabatRAS] [renungan] Malu dilihat anjing
Suatu hari, bersama beberapa temannya, Husain bin Ali berangkat ke kebunnya
yang dijaga seorang budak bernama Shafi. Husain sengaja datang ke kebun itu
tanpa memberi tahu terlebih dahulu sebelumnya.
Ketika tiba di kebun, Husain melihat budaknya sedang duduk istirahat di bawah
sebatang pohon sambil makan roti. Ia juga melihat seekor anjing sedang duduk di
hadapan Shafi sedang menikmati makannya juga. Husain melihat Shafi membelah
rotinya menjadi 2. Yang separuh dimakannya sendiri, sedang separuhnya diberikan
kepada anjing. Setelah selesai menghabiskan bagian roti masing-masing, Shafi
berdoa sambil mengangkat kedua tangannya, "Alhamdulillah robbil 'alamin.. Ya
Allah, berikanlah maaf dan ampun-Mu kepadaku dan kepada tuanku. Limpahkanlah
rahmat dan karunia-Mu kepadanya sebagaimana Engkau telah memberkati ayah dan
bundanya dengan rahmat yang luas dan belas kasih-Mu ya Rabbal 'Alamin."
Husain menyaksikan semua itu. Mendengar kata-kata dan melihat perbuatan Shafi,
Husain tidak dapat menahan dirinya. Ia memanggil, "Ya, Shafi...." Shafi kaget
mendengar panggilan tuannya. Sambil meloncat gugup ia menjawab, "Aduh tuanku!
Maafkan aku. Sungguh, aku benar-benar tidak melihatmu." Shafi merasa bersalah
karena tidak mengetahui kedatangan tuannya. Tetapi sambil mendekati Shafi
Husain berkata, "Sudahlah, sebenarnya aku yang bersalah dan minta maaf padamu.
Sebab aku memasuki kebunmu tanpa izin lebih dahulu."
"Kenapa tuan mengatakan demikian," kata Shafi dengan rikuh.
"Sudahlah, jangan kita persoalkan lagi masalah itu. Hanya aku ingin mengapa
anjing itu tadi engkau beri separuh dari rotimu?" tanya Husain penuh penasaran.
Dengan malu Shafi menjawab, "Maklumlah tuan, aku merasa malu dipandangi terus
oleh anjing itu ketika aku hendak makan tadi. Sedang anjing itu milik tuan dan
dia turut menjaga kebun ini dari gangguan orang. Sedang aku hanya mengerjakan
kebun tuan ini. Karena itu, rezeki dari tuan sudah selayaknya kubagi dengan
anjing ini."
Mendengar penjelasan Shafi, Husain terharu dan meneteskan air mata. Orang yang
berderajat budak ternyata memiliki budi yang tinggi. Dengan suara parau, Husain
berkata, "Wahai Shafi, saat ini juga engkau bebas dari perbudakan. Terimalah
dua ribu dinar sebagai pemberian dariku dengan penuh keikhlasan."
"Lama Shafi tertegun melihat Husain dan uang dua ribu dinar tersebut. Ia seolah
tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Namun Husain menganggukkan kepalanya
dengan senyuman sambil menyerahkan uang tersebut.
dikutip dari Sabili No. 8 Th. XI
sahabat R.A.S
semoga kita bisa jadi umat yang pandai bersyukur dan pandai berbagi
wassalamualaikum wr.wb.