---------- Forwarded message ---------- From: Ahmad Samantho <[email protected]> Date: 2009/3/25 Subject: [ICAS-JKT] Re: [isyraq] Pengantar Dunia Imajinal, Ibnu 'Arbi dan Problema Keanekaragaman Agama-agama To: [email protected], Suara SUARA <[email protected]>, Suara Hati <[email protected]>, Abdul Hadi WM <[email protected]>, Jusuf Sutanto <[email protected]>, HAIDAR BAGIR <[email protected]>, Djohan Effendi <[email protected]>, Jalal <[email protected]> Cc: [email protected], islam_alternatif Moderator < [email protected]>, Islam muhammadi < [email protected]>, Isyraq <[email protected]>, Milist Icas <[email protected]>, Jaringan Islam < [email protected]>, parapemikir <[email protected]>, Paramadina Kajian Islam <[email protected]>, santri kiri < [email protected]>, Ijabi <[email protected]>, smansa < [email protected]>, Djohan Effendi <[email protected]>
Salam, Saudara-saudara, Ikhwan & Akhwat sekalian mohon maaf, karena kesalahan proses copy paste yang tak lengkap, kutipan artikel ini saya edarkan kembali agar dapat langsung diklik ke Bayt al-Hikmah Institute untuk dapat membaca kelanjutan paparannya. Penjelasan Ibnu 'Arabi tentang Problem keanekaragaman (diversity) agama-agama ini saya pikir sangatlah penting dan berharga, untuk dapat menilai dengan tepat dan adil serta benar tentang problem kontroversial "Pluralisme Agama". Semoga dengan wawasan Ibnu 'Arabi ini kita dapat berlaku adil tidak begitu saja mengharamkan atau menghalalkan pluralisme agama dengan tanpa ilmu. Kalau meminjam terminologi Buya Syafii Ma'arif, kita dapat mendudukan kembali masalah Pluralisme agama, dengan tepat. Untuk Daeng Muh. Ruslee, FYI, terjemahan saya ini saya ambil dari buku Wiliam C. Chittik pada bagian introduction-nya. Tadinya saya akan menterjemahkannya secara lengkap seisi buku untuk dapat diterbitkan. Eeee... ternyata konon sudah ada terjemahannya (edisi Bahasa Indonesianya) yg diterbitkan oleh salah satu penerbit, entah Serambi atau Pustaka Zahra. Buku ini (baik edisi English maupun Indonesia) ada beberapa di perpustakaan ICAS Jakarta. Selamat mengkaji.. *Dunia Imajinal, Ibnu ‘Arabi dan Problem Keanekaragaman Agama-agama* March 23, 2009 at 2:31 pm | In Falsafah, Irfan | No Comments | http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/03/23/dunia-imajinal-ibnu-arabi-dan-problem-keanekaragaman-agama-agama/ Terjemahan dari *IMAGINAL WORLD, Ibn al-‘Arabi and The Problems of Religious Diversity, By William C. Chittick* State University of New York Press, *Translated by Ahmad Y. Samantho* *Introduction (Pengantar) *Muhyi al-Din ibn al-‘Arabi, yang dikenal sebagai Syaikh al-Akbar atau “the Greatest Master” mungkin adalah pemikir yang paling berpengaruh pada paruh kedua sejarah Islam. Lahir di kota Murcia di Spanyol Islam pada tahun 1165 M, ia menunjukkan bakat intelektual dan spiritual pada usia yang sangat dini. Pada tahun 1200, ia mendapat ilham untuk pergi ke Timur, dan pada tahun 1202 ia menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Dari sanalah kemudian ia bepergian dari kota ke kota lain di pusat negeri-negeri Islam. Seringkali menetap di Damaskus, di mana ia wafat pada tahun 1240. Ia meninggalkan lebih dari 500 karya tulis. Karyanya Futuhat al-makkiyya atau “Pembukaan Makkah” yang akan mengisi lebih dari 15.000 halaman dalam edisi barunya, menyajikan beberapa kerlipan cahaya dan cahaya kilat ilmu pengetahuan tercerahkan yang ia dapati ketika Tuhan “telah membukakan” baginya pintu-pintu “Khazanah Kedermawanan Ghaib”. Ia merangkumkan ajarannya dalam bukunya yang paling terkenal dan sering dipelajari, Fusus al-Hikam atau “Rangkaian gelang permata kebijaksanaan” (“Bezels of Wisdom”). Ia menggabungkan hukum Islam, theology (ilmu kalam), filsafat, mysticism (tasawuf-irfan), psikologi dan ilmu pengetahuan lainnya. Beberapa murid utamanya menyebarkan ajarannya ke seantero dunia Islam, dan dalam dua abad ada beberapa ekspresi intelektualitas Islami tak tersentuh oleh kejeniusannya. Ia telah terus mengilhami banyak intelektual Muslim bahkan pada abad sekarang, dan pengaruhnya telah diserap oleh bentuk-bentuk popular dari Islam . Continue reading Dunia Imajinal, Ibnu ‘Arabi dan Problem Keanekaragaman Agama-agama… http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/03/23/dunia-imajinal-ibnu-arabi-dan-problem-keanekaragaman-agama-agama/ --- On *Mon, 3/23/09, [email protected] <[email protected]>* wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [isyraq] Pengantar Dunia Imajinal, Ibnu 'Arbi dan Problema Keanekaragaman Agama-agama To: [email protected], [email protected] Date: Monday, March 23, 2009, 9:36 PM Ustad, Apakah terjemahan ini sinopsis dari sebuah buku? Sudah ada di toko buku semisal Gramedia kkah? Trims Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------ *From*: Ahmad Samantho *Date*: Mon, 23 Mar 2009 08:43:28 -0700 (PDT) *To*: Milist Icas<icas-...@yahoogroup s.com>; <islam_alterna...@yahoogroups. com>; islam_alternatif Moderator<islam_alternatif- ow...@yahoogroup s.com>; Isyraq<isy...@yahoogroups. com>; <islam_libe...@yahoogroups. com>; Islam muhammadi<islam_muhamm...@yahoogroups. com>; Suara SUARA<suarasu...@yahoogro ups.com>; Suara Hati<suarah...@yahoogrou ps.com>; Paramadina Kajian Islam<kajianparamadina@ yahoogroups. com>; parapemikir<parapemi...@yahoogroups. com>; santri kiri<santrik...@yahoogro ups.com>; ahmad samantho<ahmadsamantho@ gmail.com>; smansa<sma1bgr...@googlegr oups.com>; Ijabi<muktamar2008@ yahoogroups. com> *Subject*: [isyraq] Pengantar Dunia Imajinal, Ibnu 'Arbi dan Problema Keanekaragaman Agama-agama Dunia Imajinal, Ibnu ‘Arabi dan Problem Keanekaragaman Agama-agama March 23, 2009 at 2:31 pm Terjemahan dari IMAGINAL WORLD, Ibn al-‘Arabi and The Problems of Religious Diversity, By William C. Chittick State University of New York Press, Translated by Ahmad Y. Samantho Introduction (Pengantar) Muhyi al-Din ibn al-‘Arabi, yang dikenal sebagai Syaikh al-Akbar atau “the Greatest Master” mungkin adalah pemikir yang paling berpengaruh pada paruh kedua sejarah Islam. Lahir di kota Murcia di Spanyol Islam pada tahun 1165 M, ia menunjukkan bakat intelektual dan spiritual pada usia yang sangat dini. Pada tahun 1200, ia mendapat ilham untuk pergi ke Timur, dan pada tahun 1202 ia menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Dari sanalah kemudian ia bepergian dari kota ke kota lain di pusat negeri-negeri Islam. Seringkali menetap di Damaskus, di mana ia wafat pada tahun 1240. Ia meninggalkan lebih dari 500 karya tulis. Karyanya Futuhat al-makkiyya atau “Pembukaan Makkah” yang akan mengisi lebih dari 15.000 halaman dalam edisi barunya, menyajikan beberapa kerlipan cahaya dan cahaya kilat ilmu pengetahuan tercerahkan yang ia dapati ketika Tuhan “telah membukakan” baginya pintu-pintu “Khazanah Kedermawanan Ghaib”. Ia merangkumkan ajarannya dalam bukunya yang paling terkenal dan sering dipelajari, Fusus al-Hikam atau “Rangkaian gelang permata kebijaksanaan” (“Bezels of Wisdom”). Ia menggabungkan hukum Islam, theology (ilmu kalam), filsafat, mysticism (tasawuf-irfan) , psikologi dan ilmu pengetahuan lainnya. Beberapa murid utamanya menyebarkan ajarannya ke seantero dunia Islam, dan dalam dua abad ada beberapa ekspresi intelektualitas Islami tak tersentuh oleh kejeniusannya. Ia telah terus mengilhami banyak intelektual Muslim bahkan pada abad sekarang, dan pengaruhnya telah diserap oleh bentuk-bentuk popular dari Islam . Continue reading Dunia Imajinal, Ibnu ‘Arabi dan Problem Keanekaragaman Agama-agama…
