Sekilas Info P.Baskoro
WebBlog: http://endonesia-bebas.blogspot.com --- On Thu, 7/5/09, agronursery <[email protected]> wrote: From: agronursery <[email protected]> Subject: [agronursery] BIOGAS sebagai pengganti ENERGI ALTERNATIF dan PRODUK SAMPING BIOGAS sebagai.... To: [email protected] Date: Thursday, 7 May, 2009, 5:33 PM BIOGAS sebagai pengganti ENERGI ALTERNATIF dan PRODUK SAMPING BIOGAS sebagai PUPUK ORGANIK CAIR Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin meningkat menjadikan para petani melirik peluang untuk menggantikan BBM dengan energi alternatif. Salah satu energi alternatif itu adalah dengan menggunakan Biogas yang berbahan dasar Kotoran Ternak Segar (KTS) / feses ataupun limbah tahu yang dicampur dengan feses. Bila sentral pertanian tersebut mayoritas adalah daerah peternakan sapi maka cukup dengan menggunakan KTS saja. Akan tetapi bila bisa memanfaatkan limbah tahu seperti yang dilakukan para petani di Kabupaten Klaten maka limbah tersebut dapat termanfaatkan dan ini dapat juga membantu untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Tentu saja untuk mengelola Biogas dibutuhkan bahan dasar KTS dalam jumlah besar. Untuk itu para petani di usahakan dapat mengembangkan secara bersamaan, sehingga kapasitas yang diperoleh akan semakin besar. Dan ini bukan saja untuk kebutuhan memasak saja akan tetapi juga bisa untuk penerangan dll. Sebagai contoh : Untuk DIGESTER BIOGAS dengan ukuran 3 m3 dibutuhkan KTS sekitar 20 kg dan ini dapat menggantikan 1,5 lt MINYAK TANAH dan dapat dipergunakan untuk MEMASAK selama 2 jam. KTS selain dipakai sebagai Bahan Baku BIOGAS, sisa ikutannya ( SLUDGE / lumpur ) dapat dimanfaatkan sebagai PUPUK ORGANIK, baik PADAT maupun CAIR. SLUDGE ini telah mengalami fermentasi Anaerob oleh bakteri Metanogen sehingga bisa langsung digunakan untuk memupuk tanaman, selain itu juga SLUDGE dapat digunakan untuk campuran PAKAN IKAN terutama pakan ikan NILA atau MAS. PROSES Terbentuknya SLUDGE 1. SLUDGE ( lumpur ) disaring dengan alat saring lalu ditampung dalam drum plastik, dan untuk menambah kualitas POC ditambahkan tepung tulang atau tepung darah dan dibiarkan selama 7 hari. 2. Selanjutnya disaring kembali dengan kain bekas karung terigu dan di tampung lagi dalam drum plastik dan didiamkan selama 3-4 hari serta dipasang Aerator yang berguna untuk menghilangkan gas2 yang tertinggal. 3. Setelah itu Aerator dilepas dan didiamkan selama 2 hari agar partikel2 yang masih ada mengendap dan cairan yang dihasilkan menjadi bening. 4. Cairan bening inilah yang sudah siap untuk dipergunakan sebagai pupuk Organik Cair. Proses pembuatan PUPUK ORGANIK CAIR dari kotoran ternak segar dari awal hingga akhir membutuhkan waktu sekitar 20 s/d 27 hari dan gambaran nya adalah sebagai berikut: KTS ( Kotoran Ternak Segar )—–>Bio reaktor ( Proses fermentasi 7-14 hr )—–>Gas BIO—->Penerangan dan Bahan Bakar Gas ( BBG ). SLUDGE ( lumpur )+ bahan lain difermentasikan 7 hari—-> saring—->dipasang aerator selama 4 hr agar gas2 hilang—–> diendapkan 2hr—-> cairan bening siap jadi POC. Sumber: http://luki2blog. wordpress. com/page/ 2/
