Rice Bran (Bekatul) 

 
Sebagian masyarakat kita, terutama masyarakat pedesaan, sudah terbiasa makan 
rice bran karena beras yang dikonsumsi masih mengandung lapisan serat terluar 
(atau aleurone) dan mengandung sekitar 50% rice bran. Bahkan di beberapa daerah 
tertentu, rice bran diolah menjadi bubur atau disajikan dengan gula merah 
sebagai minuman.

Namun, konsumsi beras yang masih mengandung rice bran semakin berkurang dengan 
meningkatnya konsumsi masyarakat yang lebih menyukai beras dalam bentuk poles, 
dimana kandungan aleurone sudah banyak terkikis. Padahal, rice bran adalah satu 
dari sedikit makanan yang mengandung vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks 
dipercaya dapat mengobati kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah 
tinggi (hipertensi), bengek (asma), kolestrol dan gangguan aliran pembuluh 
darah jantung (coronair insuffsiency), serta penyakit hati. Vitamin B kompleks 
juga dapat meningkatkan oksigen intake di dalam otak serta menambah sirkulasi 
darah perifier dan oksigenisasi jaringan otot jantung.

Selain kaya akan vitamin B, rice bran kaya kandungan protein, mineral, lemak, 
serta serat pencernaan (dietary fibres) yang melengkapi nutrisi yang diperlukan 
tubuh. Satu hal yang penting ditekankan, rice bran harus diolah paling lama 2 
jam setelah beras digiling agar kandungan nutrisi tidak hilang. Oleh sebab itu, 
agar mutu kandungan nutrisi rice bran terjaga, kami selalu membawa rice bran 
langsung dari penggilingan menuju tempat pemrosesan.

Rice bran kami berasal dari beras organik yang dbudidaya oleh petani produsen 
di Jawa Tengah dan DIY yang tergabung dalam IPPHTI (Ikatan Petani Pengendalian 
Hama Terpadu Indonesia). Petani produsen kami menerapkan sistem Internal 
Guarantee System (IGS) standar FAO yang mengatur tata cara penanaman padi 
organik secara detail, mulai dari tahap persiapan, tahap budidaya hingga pada 
tahap paska panen. Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, beras organik 
pecah kulit yang masih mengandung rice bran telah diuji oleh Laboratorium 
Bioprospeksi Bidang Mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 
tanggal Juli 2008, dan dinyatakan bebas residu dan logam berat.

Rice bran diproses oleh mitra Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dengan proses 
pengolahan yang memenuhi standar higienitas. Proses pengolahan rice bran adalah 
sebagai berikut:
- Rice bran yang belum diolah diberi enzym protease dan fitase untuk 
menghilangkan bau tidak sedap/tengik
- Setelah diberi enzym, rice bran diinkubasi pada suhu 38 hingga 40°C selama 3 
hari agar memiliki umur simpan yang panjang tanpa kehilangan nutrisi
- Rice bran kemudian disaring kemudian dikemas, dan siap untuk dikonsumsi

Dengan proses yang sedemikian hati-hati dan higienis, rice bran kami diuji 
kembali oleh Laboratorium Bioprospeksi Bidang Mikrobiologi Lembaga Ilmu 
Pengetahuan Indonesia (LIPI) tanggal 11 April 2009, dan dinyatakan bahwa batas 
kelayakan konsumsi rice bran dapat mencapai 6 bulan sejak bekatul diproduksi. 
Oleh sebab itu, kami senantiasa mencantumkan tanggal produksi agar konsumen 
yakin bahwa rice bran kami segar dan baru sehingga tidak kehilangan mutu 
kandungan nutrisi yang berkhasiat bagi kesehatan.

ANALISA LABORATORIUM

Selain untuk mengetahui umur simpan, kandungan gizi rice bran kami diuji di 
Laboratorium Bioprospeksi Bidang Mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia (LIPI) tanggal 11 April 2009. Hasil analisa laboratorium adalah 
sebagai berikut.






Jenis Analisa
Hasil Analisa


Protein (%)
20.5

Lemak (%)
10.4

Abu (%)
2.0

Karbohidrat (%)
40.0

Serat (%)
21.1

Air (%)
9.0

Vitamin B 1 (µg/gr)
1271

Vitamin B 12 (µg/gr
976

Vitamin B 6 (µg/gr)
118


Harga Bekatul





Jenis Bekatul
Harga

Bekatul Merah
Rp 9.500

Bekatul Putih
Rp 9.500

Harga berlaku per 1 Mei 2009 
Harga sewaktu - waktu dapat berubah 
Untuk pembelian di atas Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), diskon langsung 20%.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Marketing Kedai Khaula :
Ibu Nila 0251-8617205 atau 08170767405 Email: [email protected]
Wawan 0251 4742057 



 

 
 


      

Kirim email ke