--- On Wed, 17/6/09, ENDONESIA <[email protected]> wrote:



Judul Asli : Kelajuan, Kecepatan dan Percepatan

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin anda pernah mendengar istilah 
kelajuan/laju dan kecepatan. Kedua istilah ini sering digunakan, sayangnya 
kebanyakan orang sering mencampuradukan pengertiannya. Misalnya ketika anda 
sedang mengendarai sepeda motor atau mobil dan melihat speedometer menunjukkan 
angka 70 km/jam. Apabila anda mengatakan sepeda motor (atau mobil) sedang 
bergerak 70 km/jam, maka yang anda maksudkan adalah kelajuan mobil/sepeda 
motor. Namun apabila anda mengatakan sepeda motor atau mobil yang anda kendarai 
bergerak 70 km/jam ke arah barat, maka kali ini yang anda maksudkan adalah 
kecepatan. (bingung ? silahkan dibaca terus…) Pada kesempatan ini kita mencoba 
memahami pengertian kelajuan dan kecepatan secara baik dan benar dari sudut 
pandang ilmu fisika. Mudah-mudahan setelah belajar pokok bahasan ini, anda 
dapat membedakan dengan baik kelajuan dan kecepatan, lalu mencoba meluruskan 
kesalahpahaman yang selama ini terjadi.

KELAJUAN

Pada pokok bahasan tentang Besaran Vektor dan Skalar, telah dijelaskan 
pengertian vektor dan skalar serta perbedaan antara keduanya. Jika anda belum 
memahami dengan baik dan benar, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu.

Istilah laju/kelajuan menyatakan seberapa jauh sebuah benda berjalan/berpindah 
dalam suatu selang waktu tertentu. Kelajuan merupakan salah satu besaran 
turunan yang tidak bergantung pada arah, sehingga kelajuan termasuk skalar. 
Seperti jarak, kelajuan termasuk besaran skalar yang nilainya selalu positif. 
Alat pengukur kelajuan adalah speedometer, digunakan pada sepeda motor, mobil 
atau kendaraan lainnya. Anda pasti sering melihat alat tersebut

KECEPATAN

Kecepatan merupakan besaran yang bergantung pada arah, sehingga termasuk 
besaran vektor. Dalam satu dimensi, arah gerakan selalu dinyatakan dengan tanda 
+ atau -. Jika ditetapkan arah ke timur sebagai sumbu positif ( sumbu +x), maka 
besar/nilai kecepatan gerak benda ke arah timur cukup ditambahkan tanda + di 
depannya. Apabila ke arah barat, besar/nilai kecepatan gerak benda ditambah 
tanda - . Sebagai contoh, sebuah mobil bergerak 60 km/jam ke timur, maka dalam 
penulisannya cukup ditulis +60 km/jam. apabila mobil tersebut berbelok dan 
bergerak 60 km/jam ke arah barat, kecepatan mobil tersebut cukup ditulis -60 
km/jam.

Jika alat ukur kelajuan adalah speedometer, apakah alat ukur kecepatan ? 
misalnya pada sebuah mobil yang memiliki speedometer jenis linier yang 
dilengkapi dengan pembacaan angka negatif apabila mobil bergerak mundur. Alat 
ini disebut velocitometer, yakni alat pengukur kecepatan.

Misalnya ketika mobil bergerak maju (misalnya ke arah utara) dengan kelajuan 60 
km/jam, velocitometer akan menunjukkan angka +60. namun bila mobil bergerak 
mundur dengan kelajuan 60 km/jam, velocitometer akan menunjukkan angka -60. 
contoh ini menunjukkan bahwa kecepatan sesaat adalah kelajuan sesaat beserta 
arah geraknya.

Perlu diketahui bahwa yang dibahas di atas adalah besar kelajuan sesaat dan 
kecepatan sesaat. Kelajuan sesaat merupakan besaran skalar, yang diukur dengan 
speedometer. Sedangkan kecepatan sesaat adalah kelajuan sesaat beserta arah 
geraknya. Kecepatan sesaat termasuk besaran vektor yang diukur dengan 
velocitometer. Suatu benda yang bergerak selama selang waktu tertentu dan 
gerakannya tidak pernah berhenti, baik kelajuan sesaat maupun kecepatan 
sesaatnya tidak pernah bernilai nol. Kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat hanya 
bernilai nol apabila benda berhenti sesaat.

Kelajuan Rata-rata

Kelajuan/laju rata-rata suatu benda yang bergerak diartikan sebagai jarak total 
yang ditempuh sepanjang lintasan gerak benda dibagi waktu yang diperlukan untuk 
menempuh jarak yang tersebut.

Ingat bahwa yang dikatakan pada definisi di atas adalah jarak, bukan 
perpindahan.

Dikutip dari: http://www.gurumuda.com/kelajuan-kecepatan-percepatan/ 

--
Posted By ENDONESIA to BEBAS BERKARYA at 6/16/2009 11:19:00 PM


      

Kirim email ke