Semalem sekitar jam 9 malam saya sama istri pulang dari Tapos Bogor, kondisi 
jalan saat itu agak merayap tapi kendaraan masih bisa jalan. Pas dijalan Raya 
Parung, dari kaca sepion melihat kendaraan mobil dengan lampu yang cukup terang 
dan menyilaukan, serta lampu biru kelap-kelip kayak polisi yang dipasang di 
bagian depan dekat bemper. Mobil itu jalan dengan kondisi agak ngebut sebab dia 
selalu menyalip semua mobil yang ada dan akhirnya sampai pas di belakang saya. 
Karena saking silaunya saya sampai memberi kode tangan ke belakang dengan jari 
saya saya buka tutup menandakan lampunya nya terlalu silau, bahkan saya sampai 
menidurkan kaca sepion (kanan kiri) agar cahayanya tidak memantul ke mata saya 
dan istri . Tapi tidak digubris juga, karena sangat mengganggu sekali, saya 
berhenti mempersilahkan mobil itu jalan duluan. Tapi karna kondisi jalan macet, 
akhirnya sayapun selalu mendapat posisi lebih dahulu, dan mobil itu masih juga 
menyalahkan lampu
 terangnya, dan alhamdulillah saya berhasil mendahului jauh mobil tersebut.
 
Saya tidak ngerti dengan mobil itu, mungkin saja baru punya mobil, atau baru 
bisa beli lampu yang amat silau, atau lain sebagainya. Sebab sepertinya sang 
supir ini tidak empati sekali dengan orang yang terkena dampak silaunya.
 
Dari kasus diatas itu akhirnya saya jadi kepikiran nih, adakah aturannya 
mengatur tentang kekuatan cahaya lampu kendaraan ? selama ini yang saya dengar 
itu hanya aturan tentang lampu strobo dan sirenen, nah untuk kasus ini 
bagaimana ? Mohon petunjuk.
 
 
Salam


Purwaning Baskoro
 



      

Kirim email ke