Sumber:
http://endonesia-bebas.blogspot.com/2009/08/jangan-pertaruhkan-angggota-badan-kita.html



Purwaning Baskoro
 
Alertness | Awareness | Attitude | Anticipation
Tetap safety riding, patuhi rambu lalulintas yang ada dengan didukung oleh 
akhlak yang baik, sopan dan tidak arogan | KOSTER - Parung
 


--- On Thu, 6/8/09, ENDONESIA <[email protected]> wrote:



 
















Sering kali beberapa pengendara motor, mempertaruhkan bagian dari tubuhnya 
sendiri, seperti kepala, leher, tangan, kaki dan sebagainya. Sudah jelas, fatwa 
MUI (Majelis Ulama Indonesia) menyatakan segala sesuatu yang bersifat 
judi/bertaruh kondisinya haram. Lantas mengapa mempertaruhkan bagian tubuh kita 
kok tidak di haramkan? Bahkan terkesan mempertaruhkan anggota badan kita saat 
ini sudah hal biasa di jalanan. Sering saya melihat biker dijalanan tidak 
menggunakan perlengkapan safety, seakan-akan mereka yakin bahwa hari ini/itu 
tidak akan terjadi sesuatu terhadap dirinya.


Memang nasib buruk (kecelakaan), kita tidak tahu kapan menimpa kita, namun kita 
sebagai umat Tuhan wajib menjaga apa yang telah dititipkan oleh Tuhan kepada 
kita, yaitu salah satunya adalah badan kita. Mungkin bagi kita yang pernah 
menggunakan transportasi udara (pesawat terbang) akan selalu ingat bagaimana 
para pramugari memberikan contoh menggunakan pelampung, juga masker udara, dan 
biasanya juga diberikan informasi dimana posisi pintu darurat serta bagaimana 
posisi tubuh kita jika dalam kondisi pendaratan darurat. Hal seperti itu 
semuanya wajib dipersiapkan walaupun kita tidak tahu kapan dan dimana semua 
yang diinformasikan tadi akan digunakan.


Begitu juga halnya dengan pengendara motor (biker), wajib mempersiapkan diri 
terhadap kondisi terburuk andaikan terjadi, dengan melengkapi perlengkapan yang 
dipakai jika berkendaraan motor. Perlengkapan yang wajib digunakan adalah :


Rider disarankan mengunakan Helm Full Face yang memiliki pelindung mata (kaca 
helm) , sedangkan untuk penumpang di harapkan mengunakan minimal Helm Open 
Face/Half yang memiliki pelindung mata (kaca helm) . Namun demi kebaikan dan 
keselamatan semua penumpang motor, saya pribadi menyarankan agar menggunakan 
Helm Full Face, sebab mengapa, jika terjadi kecelakaan rahang dan dagu kita 
akan dapat terlindungi dari benturan benda keras, sebab hal ini pernah saya 
alami.

Menggunakan sarung tangan. Disarankan dan diharapkan sarung tangan yang 
memiliki pelindung keras/ Hard protector. Bagian pelindung ini biasanya 
diposisi bagian tangan kita yang rentan cedera, seperti persendian jari, dan 
bagian tulang atas telapak tangan. Sarung tangan ini berlaku untuk rider dan 
boncenger/penumpang.

Mengunakan Sepatu yang tertutup hingga tumit atau boot, berlaku untuk rider dan 
penumpang. 

Membawa Rain Gear, atau jas hujan dengan bagian atas dan bawah terpisah, jas 
hujan dengan model ponco tidak diperbolehkan, berlaku untuk rider dan 
penumpang. Dan membawa Rain Gear untuk sepatu, pemakaian selain sepatu 
dilarang. Penggunaan jas hujan ponco sangatlah membahayakan bagi rider dan 
penumpang. Sebab mengapa, sifat dari jas huja ponco adalah lebar, jika terjadi 
hujan angin maka akan mengganggu kestabilan motor, selain itu rentan bahaya, 
jas ponco mudah tersangkut dengan kendaraan lain.

Mengunakan Jaket yang tahan terhadap terpaan angin (wind breaker) atau 
mengunakan rompi tambahan, berlaku untuk rider dan penumpang. Penumpang tidak 
diharuskan mengunakan rompi tambahan. menyarankan mengunakan Jaket yang 
mengunakan pelindung dari bahan keras (hard protector). Selain pelindug dari 
terpaan angin, jaket berfungsi sebagai peredam awal terhadap tubuh kita (kulit) 
jika kita terjatuh dari motor. Andaikan jaket kita tipis dan mudah sobek, maka 
jika terjatuh tubuh kita akan terluka dalam hal ini kulit kita yang akan rusak 
entah itu lecet atau terkelupas.





































Saya jadi teringat dengan sahabat saya, dimana saya sering kali menasehati dia 
tentang hal ini, sebab sahabat saya ini jika naik motor perlengkapannya 
semuanya dipakai kecuali sepatu, sebab alesannya adalah panas, dan kalau banjir 
lebih praktis dan tidak merusak sepatu jika kena air. Akhirnya suatu hari 
ditengah malam dia mengalami kecelakaan, dimana ada pengendara motor mabok 
berat menabrak dia, dan alhasil semua tubuh dia yang paling parah cedera adalah 
dibagian jari kaki kanannya, terutama jempol kaki kanan, dan harus dilakukan 
operasi pada jempolnya, bahkan kuku kakinya semuanya harus dicopot.


Haruskan semua kondisi ini terjadi pada kita,


Haruskan kita menumbalkan diri kita untuk segelintir kepentingan kita yang 
hanya ingin lebih cepat, kurang nyaman, gerah/panas dsb?, 

Haruskan semua ini dipertaruhkan setiap harinya?

Haruskah semua pembelajaran itu melalui sesuatu yang kurang enak (kecelakaan)?
Saya rasa hal demikian bisa kita hindari dan bisa kita jaga. Yang jelas motor 
bukanlah suatu kendaraan yang berbahaya. Berbahaya atau tidak semua kendaraan 
itu, kembali kepada siapa yang mengendarainya. Oleh karena itu, demi 
keselamatan kita pribadi, demi kebahagiaan keluarga kita, dan demi ketentraman, 
serta kenyamanan kepentingan umum, mari kita tanamkan pada diri kita :


Hidup yang diberikan Tuhan kepada kita ini adalah suatu amanah yang harus 
dijaga dan dipelihara untuk kepentingan diri pribadi, keluarga dan masyarakat 
disekitar kita serta untuk kepentingan umum.

Dalam hidup, kita tidak sendirian. Kita memiliki keluarga, kita memiliki teman 
yang kita kenal, dan kita juga berkomunikasi dan berhubungan dengan masyarakat 
disekitar kita dimana kita berada. Jika terjadi kecelakaan terhadap diri kita, 
maka yang merana, yang merasa sedih, dan yang merasa dirugikan bukan diri kita 
pribadi saja. Yang jelas selain diri kita adalah keluarga kita, pasti amat 
sedih baik lahir maupun batin, lalu pihak yang dirugikan atas kecelakaan yg 
kita alamai, entah itu lawan dari kecelakaan kita atau pihak lain yang merasa 
terhambat karena kondisi ini.

Tanamkan pada diri kita, tubuh yang kita miliki ini sesungguhnya bukan milik 
kita. Tubuh kita ini hanyalah titipan Tuhan yang harus kita jaga dan kita 
pelihara. Oleh karena itu dalam proses penggunaannya, janganlah mempertaruhkan 
sesuatu yang bukan milik kita. Kita sebagai pengemban amanah wajib menjaga dan 
memeliharanya secara maksimal, setelah maksimal namun masih terjadi, itu diluar 
kendali kita.

Marilah mulai dari sekarang, mulai dari diri kita untuk berkendara baik mobil 
ataupun motor selalu tetap safety riding, patuhi rambu lalulintas yang ada 
dengan didukung oleh akhlak yang baik, sopan dan tidak arogan.



Sumber data diambil dari:


http://www.suzuki-thunder.net/ (Koster On Line)
http://batriders.frbb.net/1-perlengkapan-berkendaraan-safety-riding-f37/perlengkapan-berkendaraan-t227.htm
 Sumber Gambar diambil dari:
Dicari melalui http://www.google.com


--
Posted By ENDONESIA to BEBAS BERKARYA at 8/05/2009 01:30:00 AM


      

Kirim email ke