--- On Fri, 8/14/09, Ahsa <[email protected]> wrote:

From: Ahsa <[email protected]>
Subject: [parapemikir] Pemerintah Irak Bongkar Jejak Saudi dalam Aksi-aksi 
Teror di Irak
To: "SGD-redaksi bdg" <[email protected]>, "jurnalisme jurnalisme" 
<[email protected]>
Cc: "sunangunungdjati" <[email protected]>, "parapemikir milis" 
<[email protected]>
Date: Friday, August 14, 2009, 1:31 AM












 
 




    
                  
Pemerintah Irak Bongkar Jejak Saudi dalam Aksi-aksi Teror di Irak

Setelah berusaha melakukan pendekatan ke pihak rezim Saudi agar menghentikan 
intervensi di Irak dan tidak mendapatkan respon positif, pemerintah Irak 
melalui Penashet Perdana Menteri, Mathlabi, menyatakan secara resmi adanya 
bukti-bukti otentik yang membongkar jaringan wahabi esktrem yang dibekali oleh 
fatwa-fatwa dan doktrin serta indtruksi para ulama wahabi dan pejabat 
pemerintah Saudi yang menganjurkan pembunuhan masyarakat sipil Irak yang 
bermazhab Syiah.

Dalam diskusi talkshow televisi Alalam terungkap adanya skenario global Amerika 
dengan kakitangan rezim Saudi melalui kelompok-kelompok teroris anti pluralisme 
Muslim, terutama di Irak, Lebanon dan Timur Tengah bahkan Indonesia.

Menurut seorang akademis Irak yang tinggal di London, Amerika memang sengaja 
menggunakan
 kelompk-kelompok anti persatuan mazhab-mazhab Islam ini sebagai cara untuk 
menakut-nakuti warga dan Pemerintah Irak agar mengharapkan kehadiran Amerika di 
Irak.

Di sisi lain, rezim Saudi dan rezim-rezim Arab pro Amerika yang lazim disebut 
“poros moderat Arab” sengaja menciptakan ketegangan sektarian demi mengalihkan 
perhatian warga Arab di Teluk dari proses demokrasi yang berjalan di Irak. 
Sebagaimana diketahui Saudi dan rezim-rezim Arab di Teluk tidak menganut sistem 
demokrasi namun sangat dilindungi oleh Ameriks Serikat yang menggunakan standar 
ganda; kadang menggunakan HAM dan demokrasi sebagai kartu tekan dan kadang 
mendukung rezim-rezim otoriter demi melindungi kepentingan imperialistiknya.

Seiring dengan makin dekatnya realisasi penarikan pasukan AS di Irak, aksi 
biadab para pelaku aksi teror terhadap warga sipil Muslim Syiah melalui 
pembunuhan, bom bunuh diri dan peledakan mobil, Mousel dan propinsi-propinsi 
berpenduduk
 mayoritas Syiah belakangan ini makin meningkat. 

Yang memprihatinkan, kaum Syiah yang jumlahnya melampaui 65 persen dari total 
penduduk setiap hari dipancing kesabarannya melalui pembantaian demi 
pembantaian, malah dilukiskan oleh media-media pro rezim Wahabi sebagai pelaku 
pembunuhan terhadap kaum muslimin Sunni. Tidak sedikit orang awam di Indonesia 
yang terpengaruh dan terhasut oleh tayangan video yang dimanipulasi tersebut.

Aksi teror kelompok wahabi ekstrem melalui Alqaeda, Taliban dan ragam nama 
organisasi telah menyebar dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran 
utama di Asia Tenggara, karena posisinya yang sangat utama dalam peta dunia 
Islam. 

Sudah saatnya umat Islam di Indonesia secara khusus dan bangsa Indonesia serta 
pemerintah secara umum melakukan antisipasi terhadap ciri-ciri wahabi ekstrem 
yang dapat dikenali melalui cara berpakaian, gaya berbicara serta pola 
komunikasi yang khas. 

Salah satu
 sentra wahabisme saudisme yang mesti disorot adalah LIPIA yang mendidik 
generasi muda Indonesia dengan doktrin wahabi yang secara terangan-terangan 
mengabaikan keindonesiaan dan budaya lokal. Inilah mazhab horor transnasionalis 
yang menjadi ancaman serius bagi NKRI dan persatuan bangsa.. Waspadalah.. .! 
Waspadalah!
http://www.facebook .com/note. php?note_ id=144490940729&ref=mf
>>>www.ahmadsahidin. wordpress. com<<<

        Apa dia selingkuh?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

Kirim email ke