CIPASERA: KOTA TERAKHIR PELENGKAP SABUK
KOTA-KOTA SATELIT JAKARTA
Cipasera adalah sebuah istilah yang muncul dari sejumlah warga Tangerang di
bagian selatan untuk mengekpresikan pembentukan wilayah otonom di Kabupaten
Tangerang.
Istilah itu merupakan singkatan dari Ciputat, Cisauk, Pamulang, Pondok
Aren, Pagedangan, dan Serpong. Semua wilayah ini masuk dalam kategori
wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Cipasera atau yang sekarang dikenal dengan Tangerang
Selatan merupakan kawasan di baratdaya Jakarta yang masuk ke dalam
administrasi pemerintahan daerah Kabupaten Tangerang, provinsi Banten.
Tuntutan pemekaran wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibukota RI
ini menjadi sebuah kota otonom yang berdiri sendiri akhir-akhir ini
semakin kuat. Terlepas dari segalanya, permintaan ini dianggap wajar,
karena penanganan masalah daerah penyangga kawasan perbatasan dengan
DKI, lebih layak ditangani oleh sebuah daerah yang berstatus kota otonom
daripada kabupaten.
Cipasera atau bakal Kota Tangerang Selatan
rencananya akan meliputi 8 (delapan) kecamatan di bagian tenggara
Kabupaten Tangerang, yaitu; Ciputat, Pamulang, Serpong, Pondok Aren,
Cisauk, Setu (pemekaran Cisauk), Serpong Utara (pemekaran Serpong),
Ciputat Timur (pemekaran Ciputat). (sumber Wikipedia)
Bakal Kota Tangerang Selatan
Kab. Tangerang Pasca Cipasera
SABUK KOTA-KOTA SATELIT METROPOLITAN JAKARTA
Dengan akan berdirinya Kota Tangerang Selatan, maka daerah penyangga (buffer
zone)
perbatasan DKI bagian Selatan, Timur, dan Barat seluruhnya telah dan
akan berstatus Kota. Kota-kota satelit Jakarta yang telah ada yaitu:
Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kota Depok. Dan dengan berdirinya kota
otonom baru di barat daya DKI ini, bakal Kota Tangerang Selatan ini
akan melengkapi lingkaran sabuk kota-kota satelit Metropolitan DKI Jakarta.
1. Kota Tangerang: Luas: 164.54 Km2, (Pop. 1,487,000 jiwa, tahun 2003)
2. Kota Depok: Luas: 200.29 km2, (Pop. 1,353,000 jiwa, tahun 2003)
3. Kota Bekasi: Luas: 210.49 km2, (Pop. 1,932,000 jiwa, tahun 2003)
4.(Bakal) Kota Tangerang Selatan: Luas lk. sama dengan Kota Tangerang. (Pop.
966,000 jiwa, tahun 2006)
HITUNG-HITUNGAN EKONOMIS
Jika diasumsikan penduduk DKI Jakarta (pada saat
malam hari) sekitar lk. 8-10 juta jiwa, dan penduduk di 4 (empat)
kota-kota satelit Jakarta tsb sekitar lk. 5-6 juta jiwa. Maka asumsi
total penduduk di kedua wilayah tersebut sekitar lk. 15-16 juta jiwa.
Dengan jumlah penduduk Jakarta dan Kota-kota satelitnya yang setara
dengan jumlah penduduk provinsi NAD Aceh dan Sumatera Utara
digabung menjadi satu, dan luas wilayah yang hanya 1.5% dibandingkan
gabungan kedua provinsi diatas, dan perputaran uang yang diprediksi di
wilayah ini mencapai 70% dari total nasional, terlihatlah bahwa DKI
Jakarta dan Kota-kota Satelitnya merupakan potensi pasar yang sangat
menggiurkan.
Kota kota Satelit di sekitar Jakarta: Kota Tangerang, Kota Depok, Kota Bekasi
Sabuk Kota Satelit Jakarta: Kota Tangerang, bakal Kota Tangerang Selatan, Kota
Depok, Kota Bekasi
Catatan: Data-data grafis dari peta vektor BPS, diedit sesuai kebutuhan.
Catatan 2: Bakal Kota Tangerang Selatan merupakan
perkembangan lebih lanjut dari rencana Kota Otonom Cipasera yang pada
awal rencana pembentukannya terdiri dari 6 (enam) kecamatan di
Kabupaten Tangerang, yaitu: (1).Ciputat (sebelum dimekarkan), (2).
Cisauk (sebelum dimekarkan), (3). Pamulang, (4). Pagedangan (data
terakhir kecamatan ini dikeluarkan), (5). Serpong (sebelum dimekarkan),
(6). Pondok Aren. (Koran Tempo 30 Nov 2004)
Bagaimana
kalo anggota KOSTER yg berdomisili di wilayah CIPASERA ingin membentuk
korwil sendiri? apakah di setujui oleh pengpus?... seperti artikel di
atas,sebuah daerah yg ingin berdiri sendiri aja di setujui...knp ini
ngga? hehehehe