Rekan Monny'x, terimakasih untuk renungan yang anda kirimkan. Tokoh orang
suci itu tiba-tiba saja mengingatkan saya dengan tabiat para penguasa kita
yang lebih menomorsatukan kehormatan,
kewibawaan, kewenangan, kekuatan dan kekuasaan
dibanding melakukan kebajikan dengan mendengar suara kebenaran (common
sense) yang
dibawakan oleh orang banyak. Adalah sangat ironis, bahwa untuk menjunjung
citra-citra keropos itu mereka secara suka rela membayar dengan harga yang
sangat tinggi.
Bukankah juga begitu banyak pejabat2 kita yang demi 'menghargai' atasan,
rela
mengkhianati dan ikut membodohi rakyatnya?
Sekali lagi terimakasih atas kiriman anda termasuk kiriman puisi Lao Tzu,
yang mudah2an bisa menggugah hati kita semua.
-----Original Message-----
From: Monny`x <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, November 22, 1998 6:09 AM
Subject: [kuli-tinta] Renungan
> Sumpah Orang Suci
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com