Berikut posting bagian I Bung Nadri di Pnet, yang saya kutip dengan izin
dan sepengetahuannya, untuk dibaca --syukur-syukur ditanggapi-- oleh para
kuli-tintawan. Menurut pengakuannya, posting ini pernah dikirimkan kepada
Milis Diskusi-Sara, dua tahun yang
lampau. Tapi rasanya kita sepakat, topik diskusi ini masih aktual.
Kepada rekan2 yang menunaikan ibadah puasa, selamat berpuasa!
>From: Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tue, 22 Dec 1998 18:00:42 +0700
>--------------------
>
>From: Nadri Saadudin
>To: Multiple recipients of list
>Subject: RE: Keterbukaan kehidupan saudara - God Bless Us
>Date: Monday, January 20, 1997 10:40AM
> ----------
>From: Charles Iman Elia Zakaria
>To: Multiple recipients of list
>Subject: Keterbukaan kehidupan saudara - God Bless Us
>Date: Sunday, January 19, 1997 11:27PM
>
>Duri, INDONESIA, 20 Januari 1997
>
>Salam sejahtera untuk semuanya.........
>Berikut ini saya kan komentari dan jawab setiap pertanyaan dan statemen yang
>diajukan oleh saudaraku Charles ,
>
>Charles:
>>Saya ingin tanyakan sesuatu melalui forum ini ..
>
>Nadri:
>Saya akan jawab setiap pertanyaan yang anda ajukan diforum ini.
>
>Charles:
>>Apakah saudara-saudara moslem tahu benar sejarahnya Nabi Muhamad yang
>>saudara yakini itu sebagai penyebar agama yang sempurna ?
>
>Nadri:
>Kenapa tidak..... saya mengenal beliau lewat sejarah hidup beliau, dan Kitab
>Suci yang dibawanya yakni Al-Qur'an. Dan saya tahu dan yakin betul bahwa
>dia adalah pendiri dan penyebar agama yang sempurna yakni Islam. Anda bisa
>saja mengajukan ketidakbenaran statemen saya dengan mengajukan bukti-bukti
>yang autentik dari apa yang dibawanya yakni Al-Qur'an dan kalau seandainya
>apa yang anda katakan itu benar adanya saya akan menyadari kekeliruan saya
>dan akan memilih agama yang lebih benar dari Islam.
>
>Charles:
>>Kenapa saudara bisa sampai yakin benar, kalau Nabi Muhamad itu benar-benar
>>diutus ?
>
>Nadri:
>Riwayat hidupnya sedari kecil dan pergaulannya sesama kaumnya yang tidak
>tercela menjadikan ukuran bagi saya akan kejujuran beliau dikalangan
>masyarakat dan keluarganya. Orang yang yang dikenal jujur dikalangan
>kaumnya, mustahil tiba-tiba saja mengadakan kebohongan kepada Allah dimana
>dia mengaku-ngaku sebagai Nabi pada hal dia tidak diutus oleh Allah. Kitab
>Al-Qur'an yang dibawanya bisa dijadikan batu ujian terhadap kebenaran
>Muhammad SAW.
>
>Charles:
>>Saya tidak habis pikir kenapa banyak orang Islam selalu menganiaya
>>orang-orang Kristen seperti di Situbondo, Tasikmalaya, Aceh, dsbnya ?
>
>Nadri:
>Peristiwa ini tidak ada hubungannya dengan Islam yang diajarkan oleh
>Muhammad SAW dan Kitab Suci Al-Qur'an yang dibawanya itu. Ini adalah
>tindakan brutal yang "orang-orang" Islam yang memahami agama Islam tidak
>lewat Kitab Suci Al-Qur'an dan petunjuk Rasulullah SAW yang jelas-jelas
>tidak mentolerir peristiwa semacam itu. Kecemburuan terhadap suatu golongan
>kadang-kadang membuat orang jadi brutal dan menjadikan Islam sebagai topeng
>buat melampiaskan kecemburuan itu. Saya tahu Al-Qur'an melarang tindakan
>demikian dan kalau ada kecemburuan hendaklah dilampiaskan lewat fastabaqul
>khairat... kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan . Sepengetahuan saya
>inilah ajaran Islam. Kendatipun peristiwa tsb melibatkan banyak orang Islam
>dan santri ... saya yakin bahwa hal tsb bukanlah ajaran Islam yang
>berlandaskan Al-Qur'an dan contoh-contoh yang diberikan oleh Muhammad
>Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memang menubuwatkan bahwa keadaan ummat Islam
>diakhir zaman memang kacau... dan brutal persis umat Yahudi atau Bani Israil
>ketika Yesus datang ..... Sekali lagi Islam tidak mengajarkan dan
>merekomnedasi tindakan brutal orang-orang seperti di Aceh, Situbondo dan
>Tasikmalaya itu...
>
>Charles:
>>Bagaimana kalau sikap anda kalau Mesjid anda dibakar, dihina, dan kalau
>>lagi beribadah di jalan-jalan raya diklaksonin, diteriakin, dicerca
>>sedemikian rupa ? (apa anda tidak marah)
>
>Nadri:
>Saya akan protes dan menuntut serta mengadukan hal demikian kepada penguasa
>dan pemerintah dan memohon perlindungan kepadanya.... Kalau pemerintah tidak
>memperhatikan pengaduan saya... saya akan mengadu kepada Tuhan, sembari
>meyerahkan urusan ini kepada Tuhan... Kalau saya mau marah... kepada siapa
>saya harus marah.... Dan saya tahu sebahagian besar pelaku kerusuhan itu
>adalah korban hasutan, dan diperalat oleh orang-orang yang cemburu
>tadi....Kembali saya berdoa agar mereka itu diberikan ampunan oleh Allah dan
>diberinya petunjuk. Saya sungguh tidak bisa berbuat apa-apa lagi... Kalau
>mau marah juga tak ada gunanya ... Menjadikan saya tambah stress. Agama
>Islam juga menganjurkan sabar dan tawakal ... dalam keadaan yang tak mungkin
>lagi berbuat sesuatu.
>
>Charles:
>>Kalau anda setuju boleh, apakah di Islam memang diajarkan kalau boleh
>>kayaknya enak juga loh karena kalau udah dosa tinggal minta maaf atas
>>kejadian dan menyesal ?
>
>Nadri:
>Sekali lagi Islam ....dan Islam yang saya pahami tidak mengajarkan yang
>demikian. Dan tentu saja saya tidak setuju kalau dimintai persetujuannya dan
>berusaha mencegah kalau mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk itu. Orang
>yang menyesal atas perbuatan hanya untuk kesalahan satu kali, dan tidak
>mengulangi lagi peristiwa yang sama. Memang tidak segampang itu, seperti
>yang anda katakan. Sekali lagi ajaran Islam yang saya pahamkan tidak
>mengajarkan yang demikian.
>
>Charles:
>>Saya sangat prihatin kenapa juga banyak penduduk Indonesia yang beragama
>>Islam tapi hanya untuk bela agama bukan keselamatan jiwanya nanti kalau
>>anda sudah meninggal ?
>
>Nadri:
>Yang mereka lakukan umumnya memang demikian kita lihat secara visulalnya.
>Mereka karena ketololannya menganggap yang demikian itu adalah membela agama
>pada hal seperti yang anda katakan mengotori agama itu sendiri. Perbuatannya
>itu jelas merugikan dia karena tindakan itu melupakan dia memikirkan
>keselamtannya setelah meninggal. Betul juga statemen anda dengan bertindak
>demikian mereka justeru melupakan untuk memikirkan keselamatannya setelah
>meninggal.... Mungkin mereka menganggap bahwa tidak akan meninggal
>barangkali...sehingga tidak perlu mempersiapkan sesuatu meyongsong kematian
>tsb. Seperti yang saya katakan sebelumnya menurut yang saya yakini...
>membela agama dengan cara-cara brutal diatas adalah bukan ajaran agama itu
>sendiri....tapi mereka adalah sok pahlawan yang membela agama dengan
>cara-cara yang tidak Islami. Saya rasa ini barangkali yang anda maksudkan
>... Semoga komentar saya tidak lari dari apa yang anda tanyakan...
>
>Charles:
>>Kalau Anda sudah meninggal apakah anda yakin masuk mana, Surga atau Neraka
>>? Apakah di Kitab Suci saudara dituliskan (saya mau tahu, boleh - tidak)?
>
>Nadri:
>Nah yang ini mungkin nggak ada hubungannya dengan kebrutalan di Situbondo,
>Aceh dan Tasikmalaya itu..... Sebuah pertanyaan yang bagus sekali yang
>membuat saya jadi berpikir buat menjawab dan mengomentarinya. Saya tidak
>bisa yakin seratus prosen bahwa saya masuk surga atau neraka.... Itu hanya
>sebuah pengharapan kepada Allah agar saya nanti ditempatkan didalam syurga
>sebagai tempat yang mulia yang dijanjikannya dalam agama saya yakni Islam
>ini. Kitab suci saya Al-Qur'an memang menjanjikan bahwa surga itu akan
>diwarisi bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Maksud saya mereka
>itu adalah mengimani nabi-nabi yang diutus Tuhan tanpa satunpun yang
>diengkarinya... Dia itu juga mengimani Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi
>Pembawa agama yang satu-satunya sekarang ini diredhai oleh Allah dan agama
>sempurna sesuai dengan apa yang dikatakan Kitab Suci itu. Menurut pemahaman
>saya jalan keselamatan satu-satunya adalah lewat agama Islam.
>
>Kalau anda mengejar terus dengan pertanyaan : Apakah yang masuk surga itu
>orang Islam saja sedangkan selebihnya masuk neraka ? Jawab saya adalah sbb:
>Soal masuk surga atau neraka adalah urusan Allah. Bisa saja seorang Islam
>itu masuk neraka dan tidak mustahil pula orang diluar Islam itu masuk surga.
>Allah sesungguhnya tidak begitu mudah saja memasukkan seseorang itu kedalam
>neraka sebelum memberikan peringatan-peringatan kepadanya lewat
>utusan-utusan nya. Allah tentu melihat dahulu sampai dimana penolakan
>seseorang itu terhadap kebenaran dan baru tahap dimana kebenaran itu sampai
>kepadanya dan sampai dimana dia memahami kebenaran itu. Setelah begitu
>sempurnanya kebenaran itu sampai kepadanya.... namun dia masih saja menolak
>dan berusaha pula menutupi kebenaran itu.... bisa saja Tuhan memasukkannya
>nanti dineraka.
>
>Tapi kendatipun demikian apabila Allah mengampuni dosa-dosanya dan
>memasukkannya kedalam surga ...saya rasa hal adalah wajar-wajar saja.
>Bukankah Allah itu diatas dari Maha Adil yakni Maha Pengasih yang rahmatnya
>melingkup alam semesta ini? Kalau dia mau mau mengampuni hamba-hambanya yang
>berbuat dosa apakah kita punya hak untuk protes? Saya rasa tidak.... Yang
>tidak masuk akal adalah bahwa Tuhan itu menganaiya hamba-hambanya, menzalimi
>manusia ciptaan-Nya ini... Adalah suatu hal yang mustahil apabila kita telah
>berbuat dan bertindak serta mengamalkan menurut agama yang diajarkan-Nya
>akan dimasukkan juga oleh Allah kedalam neraka kelak.... Sesungguhnya Allah
>itu tak pernah ingkar janji.... Dan Allah memang telah menjanjikan bahwa
>orang-orang beriman dan beramal saleh itu akan dimasukkanNya kedalam surga .
>Keterangan saya ini agak panjang kalau kurang memuaskan anda bisa kita
>diskusikan lagi...
>
>bersambung 2/4
>
>
>Wassalamu'alaikum wr.wb.
>Nadri Saaduddin
>Jalan Rambutan B-32
>Telp. (+62-0765) 93072
>Duri 28884, Riau Daratan
>INDONESIA
>------------------------------------------------
>[EMAIL PROTECTED]
>------------------------------------------------
>Love for all, hatred for none.....!
>------------------------------------------------
>
kj
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
ICQ UIN: 23276722
* IKLAN DOEA LIMA *
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
_______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
Indonesia without violence!