Halo..halo... coba baca ini!

>
>---------- Forwarded Message ----------
>
>From:  Rahmat Gumelar, INTERNET:[EMAIL PROTECTED]
>TO:    (unknown), 103101,1234
>DATE:  29/01/99 19:32
>
>>
>>
>>PERTANYAAN UNTUK PDI PERJUANGAN
>>oleh J.Narayana 
>>
>>Hari ini, 29 Januari, di Harian Merdeka saya baca headline yang amat
>>mencolok, yang memuat pernyataan salah satu Ketua PDI Perjuangan
>>Dimyati Haryanto, bahwa jika Megawati Sukarnoputri terpilih jadi
>>Presiden, maka Timor Timur "tidak akan dilepas".
>>
>>Pernyataan ini mencemaskan. Pertama karena kemungkinan Megawati
>>menjadi presiden sangat besar.  Kedua, karena tampaknya pimpinan PDI
>>Perjuangan justru mengikuti garis "Orde Baru", yaitu mengambil Timor
>>Timur ke wilayah Indonesia tanpa persetujuan rakyat Tim-Tim sendiri.
>>Kata "tidak akan dilepas" menunjukkan sikap yang menganggap
>>Indonesia-lah pemilik sah wilayah itu. Ketiga karena ini mungkin
>>mencerminkan suatu pandangan yang implikasinya lebih luas. Yaitu
>>kesukaan sikap konservatif kepada "status quo", yang tidak mau
>>mengubah atau meninjau kembali apa yang sudah ada.
>>
>>Apakah pimpinan PDI Perjuangan tidak ingat, bahwa rakyat Timor Timur
>>selama bertahun-tahun diperlakukan sewenang-wenang oleh kekuasaan
>>Soeharto -- sebagaimana juga PDI Perjuangan sendiri? Apakah pimpinan
>>PDI Perjuangan tidak tahu, bahwa banyak aktivis pro-demokrasi yang
>>membela Megawati pada
>>dasarnya ingin juga melihat Timor Timur merdeka?
>>
>>Jawaban atas semua pertanyaan ini tentu ditunggu. Yang mengkhawatirkan
>>ialah bila sikap konservatif ini diam-diam mendasari pandangan PDI
>>Perjuangan, sikap konservatif yang ada hubungannya dengan semangat
>>"nasionalisme" lama. Dalam semangat "nasionalisme" lama ini, peran
>>"negara-bangsa" merupakan soko guru utama, dicerminkan dalam slogan
>>"persatuan dan kesatuan", yang menyebabkan sikap mandiri dan otonomi
>>dari bagian-bagian di tepi-tepi ("margin") dianggap memang marjinal.
>>Juga yang mencurigai yang "berbau asing", "internasional", "universal". 
>>
>>Dalam prakteknya, nasionalisme lama ini menganggap konsep "negara
>>kesatuan" sebagai suatu hal yang sudah  final, bahkan "keramat". Pusat
>>menjadi penting, bahkan diluhurkan. "Asing" (nilai-nilai demokrasi
>>Barat, hak-hak asasi manusia, musik rock, Marxisme, dan lain-lain)
>>dengan sendirinya layak ditolak. 
>>
>>"Nasionalisme" lama ini mendasari gerakan sayap kanan di pelbagai
>>tempat di dunia, misalnya di Jepang, India, Argentina, Chile, Iraq dan
>>Suriah(yang
>>menang, dalam diri Partai Baath, yang menghabisi partai-partai sayap
>>kiri). Politik syaap kanan di Eropa Barat dan AS juga mencerminkan
>>pandangan ini.
>>Bahkan sebenarnya Fasisme Italia dan Naziisme (Nazional-Sozialismus)
>>Jerman juga menganut "nasionalisme" lama ini, terutama tercermin dari
>>semboyan, "Ein Volk, Ein Fuehrer, Ein Ja" (satu bangsa, satu pemimpin,
>>satu kata). Jika Hitler kemudian memperluas daerah kuasanya, bukankah
>>sangat menarik bahwa atas nama "nasionalisme", demi kebanggaan akan
>>kebesaran bangsa, di
>>Indonesia pun ada semangat yang mirip untuk "tidak melepas Timor
>>Timur"? 
>>
>>Kalangan militer umumnya menyukai sikap ini. Ada hubungannya dengan
>>ideologi "disiplin nasional", "persatuan-kesatuan" dan curiga kepada apa
>>saja yang datang dari "luar", yang "lain". Mungkinkah itu sebabnya ada
>>kecocokan antara "nasionalisme" lama ini dengan pandangan ABRI, baik
>>yang masih aktif maupun yang sudah pensiun? Sangat menarik untuk
>>diperhatikan, bahwa selama pembahasan RUU Politik, PDI Perjuangan sama
>>sekali tidak mengeluarkan pernyataan sikap. Padahal ada persoalan
>>krusial, terutama
>>adanya kursi gratis untuk ABRI.
>>
>>Mudah-mudahan kader-kader muda PDI Perjuangan menyadari ini, dan
>>melakukan koreksi.  Sebab jika PDI Megawati menang nanti, dan yang
>>dibawa adalah
>>semangat "nasionalisme" lama, yang mungkin malah mendekatkan kita
>>dengan fasisme. Bahaya fasisme bisa datang dari "fasisme agama" maupun
>>"fasisme"
>>yang memutlakkan "persatuan-dan-kesatuan" itu.     
>>
>>
>>
>>



@)&$%#@*(^%#$"
While theres tea, theres hope.  - Sir Arthur Pinero
kj - ICQ  23276722






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke